RI Masih Tertinggal dari Filipina Soal Pemanfaatan Panas Bumi
Kamis, 05/07/2012 10:07 WIB
Jakarta - Indonesia mempunyai potensi panas bumi terbesar di dunia atau sekitar 29 Giga Watt. Sayangnya yang baru dimanfaatkan hanya 1,2 Giga Watt atau 4% dari potensi yang ada.
"Relatif masih sangat kecil, baru dimanfaatkan 1,2 Giga watt atau baru 4% dari potensi 29 giga watt. Sudah saatnya, pengembangan energi terbarukan menjadi prioritas pengelolaan energi nasional yang berkelanjutan," kata Direktur Konservasi WWF-Indonesia Nazir Foead di Igniting the Ring of Fire di Hotel Mulia Senayan, Kamis (5/7/2012).
Padahal negara tetangga, Filipina sudah berhasil mengembangkan energi panas bumi sebesar 70% dari potensi panas bumi yang mereka miliki. "Kita memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah, mengapa tidak dikembangkan? Ini bukan pilihann tapi kebutuhan mendesak," tandasnya.
Menurut Nazir seiring perkembangan ekonomi, kebutuhan listrik Indonesia meningkat pesat rata-rata lebih 7% per tahun dan sebagian besar dipasok dari sumber energi fosil yang semakin terbatas.
"Kebijakan energi nasional telah menargetkan agar panas bumi dapat menyokong 5% bauran energi nasional pada 2025, namun hingga saat ini panas bumi baru berkontribusi 1% dengan perkembangan yang lambat," ujarnya.
Nazir mengungkapkan banyak kendala yang membuat pengembangan panas bumi di Indonesia lamban.
"Seperti sisi kebijakan dan regulasi, pengaturan institusi, isu koordinasi lintas sektor, otonomi daerah, isu tata kelola (good governance), akurasi data, proses tender, negosiasi harga, perizinan dan lainnya," ungkap Nazir.
Apalagi, 45% potensi panas bumi Indonesia berada diwilayah hutan konservasi.
"Disini letak masalah cukup rumit, karena regulasi pemerintah, kawasan tersebut tidak boleh dijamah untuk kegiatan apapun. Pilihan sulit memilih melindungi hutan apa memikirkan energi terbarukan," katanya.
(rrd/hen)
"Relatif masih sangat kecil, baru dimanfaatkan 1,2 Giga watt atau baru 4% dari potensi 29 giga watt. Sudah saatnya, pengembangan energi terbarukan menjadi prioritas pengelolaan energi nasional yang berkelanjutan," kata Direktur Konservasi WWF-Indonesia Nazir Foead di Igniting the Ring of Fire di Hotel Mulia Senayan, Kamis (5/7/2012).
Padahal negara tetangga, Filipina sudah berhasil mengembangkan energi panas bumi sebesar 70% dari potensi panas bumi yang mereka miliki. "Kita memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah, mengapa tidak dikembangkan? Ini bukan pilihann tapi kebutuhan mendesak," tandasnya.
Menurut Nazir seiring perkembangan ekonomi, kebutuhan listrik Indonesia meningkat pesat rata-rata lebih 7% per tahun dan sebagian besar dipasok dari sumber energi fosil yang semakin terbatas.
"Kebijakan energi nasional telah menargetkan agar panas bumi dapat menyokong 5% bauran energi nasional pada 2025, namun hingga saat ini panas bumi baru berkontribusi 1% dengan perkembangan yang lambat," ujarnya.
Nazir mengungkapkan banyak kendala yang membuat pengembangan panas bumi di Indonesia lamban.
"Seperti sisi kebijakan dan regulasi, pengaturan institusi, isu koordinasi lintas sektor, otonomi daerah, isu tata kelola (good governance), akurasi data, proses tender, negosiasi harga, perizinan dan lainnya," ungkap Nazir.
Apalagi, 45% potensi panas bumi Indonesia berada diwilayah hutan konservasi.
"Disini letak masalah cukup rumit, karena regulasi pemerintah, kawasan tersebut tidak boleh dijamah untuk kegiatan apapun. Pilihan sulit memilih melindungi hutan apa memikirkan energi terbarukan," katanya.
(rrd/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 14:16 WIB
SBY: Chatib Basri Jadi Menkeu Baru Gantikan Agus Marto
-
Senin, 20/05/2013 14:03 WIB
Para Bos BUMN Ramai-ramai Jadi 'Guru Dadakan' di Yogya
-
Senin, 20/05/2013 14:00 WIB
Ini Tanggapan Chatib Basri Setelah Ikuti 'Fit and Proper' Sebagai Menkeu
-
Senin, 20/05/2013 13:55 WIB
Pengusaha Daging Minta Pemerintah Tambah Impor 7.000 Ton/Bulan
-
Senin, 20/05/2013 13:47 WIB
Setop Impor dari China, PLN Mulai Gunakan Alat Listrik Made In RI
-
Senin, 20/05/2013 13:12 WIB
Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500, Tapi Subsidi BBM 2014 Tetap Melonjak
-
Senin, 20/05/2013 12:34 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (2)
-
Senin, 20/05/2013 12:39 WIB
Kisah Emirsyah Satar yang 'Terbangkan' Garuda dari Maskapai Terpuruk
-
Senin, 20/05/2013 13:32 WIB
Curhatan Pegawai Pajak Soal Penerimaan yang Tak Pernah Capai Target
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Kenapa Utang RI Tembus Rp 2.000 T? Ini Penjelasan Pemerintah
-
67 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 14:03 WIB
Para Bos BUMN Ramai-ramai Jadi 'Guru Dadakan' di Yogya
Sejumlah direktur BUMN hari ini beramai-ramai mengajar di sejumlah sekolah Yogyakarta. Mereka berbagi pengalaman sekaligus memberikan motivasi kepada siswa SMA, SMK pada Hari Kebangkitan Nasional yang ke-105.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 11:01 WIB WIB
RI Minta China Ramaikan Industri di Jembatan Selat Sunda
-
Senin, 20/05/2013 10:55 WIB WIB
Pasca Diperiksa KPK di Washington, Sri Mulyani Bicara Soal Korupsi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










