detikfinance

Ini Tips Untuk Anda Yang Cari Rumah Mewah

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Jumat, 06/07/2012 16:03 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/07/06/1016/160600_160737rumah3luar.jpg
Jakarta - Memiliki rumah menjadi impian setiap keluarga. Apalagi rumah mewah di kawasan strategis Jakarta, seperti Pondok Indah, Kebayoran Baru, atau Menteng.

Namun mendapatkan rumah yang sesuai tidaklah mudah, karena membeli rumah seperti mencari jodoh. Nah, sebelum membeli rumah penting bagi Anda memperhatikan hal-hal berikut:

Pertama, tentukan budget atau anggaran Anda. Untuk kawasan Pondok Indah, harga rumah paling murah kini berada pada kisaran Rp 5 miliar, atau naik dibandingkan dua tahun lalu masih ada yang Rp 2 miliar.

Penjual atau pemilik rumah Pondok Indah cenderung menyodorkan harga yang beragam. Tidak ada patokan khusus. Bahkan untuk rumah seken kondisi baik dengan luasan cukup besar, harganya mencapai Rp 35 miliar-Rp 38 miliar.

Kedua, jika Anda tidak punya waktu leluasa dapat memanfaatkan jasa perusahaan broker properti atau agensi.

Head of Business Development Ray White Indonesia Erwin Karya menyarankan, pilihlah agen properti yang memiliki kredibilitas dan rekam jejak baik.

"Broker yang baik boleh dikatakan adalah mereka yang branded, karena mereka memiliki training yang bagus hingga pelayanan kepada calon pembeli lebih baik," kata Erwin kepada detikFinance di kantornya, Jakarta, Jumat (6/7/2012).

Ketiga, setelah perusahaan agen properti terpilih, percayakan pemilihan calon rumah kepada individu costumer oriented. "Agen itu apakah bisa dipercaya. Bagus nggak karakternya. Jangan pilih agen yang mencari komisi saja, kalau sudah transaksi dilupakan," tambahnya.

"Sebaiknya pilih agen yang bersertifikasi karena dia sudah lolos seleksi dan customer oriented. Apalagi orang yang punya duit mau membeli barang yang terbaik," tegas Erwin.

Keempat, perhatikan aspek legalitas rumah mewah yang Anda incar. Melalui agen properti berkualitas, status hukum rumah incaran dijamin.

"Membeli rumah semua ujung-ujungnnya legalitas properti itu. Intinya kan beli surat, kalau fisik doang tapi legalitas nggak terjamin, pusing juga," paparnya.

Kelima, perhatikan kondisi rumah incaran. Tidak semua rumah seken siap jual memilik kondisi baik. Struktur rumah apakah masih kokoh? Adakah retak di beberapa bagian? Kondisi minus sebuah rumah incaran, bisa menjadi senjata negosiasi Anda.

Terakhir, kondisi rumah bukan hal utama. Saat Anda cocok dengan lokasi rumah tersebut dan anggarannya sesuai dengan kantong, beli saja. Toh, kondisi rumah bisa diperbaiki.

"Anda bisa memperbaiki rumah, tapi lokasi tidak bisa dirubah. Penting lokasinya, infrastruktur dan fasilitas," imbuh Erwin.



(wep/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut