PGN Dipaksa BP Migas Terima Kenaikan Harga Gas Hulu 203%
Senin, 09/07/2012 10:16 WIB
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dituding memaksa PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk menyetujui kenaikan harga gas ConocoPhilips 203% dengan iming-imingi kenaikan harga gas di hilir sebesar 55%.
"PGN ini dipaksa oleh BP Migas untuk menyetujui kenakan harga dari ConocoPhilips ke PGN sebesar 203% atau dari yang awalnya US$ 1,85 per mmbtu menjadi US$ 5,61-US$ 6,5 per mmbtu," kata Pengamat BUMN, Muhammad Said Didu kepada detikFinance, Senin (9/7/2012).
Said mengatakan, PGN dijanjikan oleh BP Migas diperbolehkan menaikkan harga gas di hilir atau ke pelanggannya US$ 10-US$ 11 per mmbtu.
"Namun nyatanya ketika disetujui PGN, kenyatannya kenaikan harga PGN dijegal pemerintah yang hanya memperbolehkan kenaikan harga 50% itupun bertahap (1 September sebesar 35% dan 1 April 2013 sebesar 15%)," ungkapnya.
Lalu saat PGN menuntut keadilan agar kontraknya dengan ConocoPhilips yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat ini diperbaiki, oleh BP Migas ditolak dengan berbagai alasan.
"PGN hanya menagih janji saja dan menuntut keadilan ke BP Migas, kalau di hilirnya direvisi seharusnya di hulu antara ConocoPhilips dan PGN juga direvisi juga dong. Ini kok malah menolak mentah-mentah dengan alasan harga di hulu terlalu murah," jelasnya.
Bahkan Said mencurigai sikap BP Migas terkesan membela Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yakni ConocoPhilips.
"Saya mencurigai sikap BP Migas ini yang terkesan membela si perusahaan asing. Karena perusahaan BUMN akan kalah dengan perbuatan non korporasi seperti ini (BP Migas)," tandasnya.
(rrd/dnl)
"PGN ini dipaksa oleh BP Migas untuk menyetujui kenakan harga dari ConocoPhilips ke PGN sebesar 203% atau dari yang awalnya US$ 1,85 per mmbtu menjadi US$ 5,61-US$ 6,5 per mmbtu," kata Pengamat BUMN, Muhammad Said Didu kepada detikFinance, Senin (9/7/2012).
Said mengatakan, PGN dijanjikan oleh BP Migas diperbolehkan menaikkan harga gas di hilir atau ke pelanggannya US$ 10-US$ 11 per mmbtu.
"Namun nyatanya ketika disetujui PGN, kenyatannya kenaikan harga PGN dijegal pemerintah yang hanya memperbolehkan kenaikan harga 50% itupun bertahap (1 September sebesar 35% dan 1 April 2013 sebesar 15%)," ungkapnya.
Lalu saat PGN menuntut keadilan agar kontraknya dengan ConocoPhilips yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat ini diperbaiki, oleh BP Migas ditolak dengan berbagai alasan.
"PGN hanya menagih janji saja dan menuntut keadilan ke BP Migas, kalau di hilirnya direvisi seharusnya di hulu antara ConocoPhilips dan PGN juga direvisi juga dong. Ini kok malah menolak mentah-mentah dengan alasan harga di hulu terlalu murah," jelasnya.
Bahkan Said mencurigai sikap BP Migas terkesan membela Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yakni ConocoPhilips.
"Saya mencurigai sikap BP Migas ini yang terkesan membela si perusahaan asing. Karena perusahaan BUMN akan kalah dengan perbuatan non korporasi seperti ini (BP Migas)," tandasnya.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 24/05/2013 21:12 WIB
DBS Akan Akuisisi Bank Danamon
-
Jumat, 24/05/2013 19:49 WIB
Kunjungi Korsel, Chairul Tanjung Temukan Rahasia Membuat Petani Sejahtera
-
Jumat, 24/05/2013 19:31 WIB
Bersama Presiden Korsel, Chairul Tanjung Bahas Industri Pertahanan
-
Jumat, 24/05/2013 19:14 WIB
Temui Presiden Korsel, Chairul Tanjung Ingin Perkuat Kerjasama Ekonomi
-
Jumat, 24/05/2013 18:53 WIB
BCA Pamerkan 'Dompet Mini Berjalan'
-
Jumat, 24/05/2013 10:21 WIB
Rumah Aneh di Singapura, 11 Tahun Dijual Tak Laku-laku
-
Jumat, 24/05/2013 14:31 WIB
6 Pengusaha Arab Cantik Paling Berpengaruh dari Timur Tengah
-
Jumat, 24/05/2013 13:40 WIB
Kisah Jepang Paksa Warganya Beralih dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Massal
-
Jumat, 24/05/2013 17:55 WIB
Beda Nasib, Garuda Masuk Jajaran Maskapai Terbaik Dunia dan Merpati Terburuk
-
Jumat, 24/05/2013 16:16 WIB
Buah Durian di Seluruh Dunia Aslinya Dari Indonesia
-
33 Komentar
-
33 Komentar
-
29 Komentar
-
21 Komentar
-
20 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Jumat, 24/05/2013 14:35 WIB
6 Pengusaha Arab Cantik Paling Berpengaruh dari Timur Tengah
Tak mau ketinggalan, Arabian Business juga ikut merilis daftar serupa yang bertajuk 100 Wanita Arab Paling Berpengaruh di Dunia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 13:42 WIB WIB
Bagaimana Nasib Rp 1.000 Jadi Rp 1 di Tangan Gubernur BI Baru Agus Marto?
-
Jumat, 24/05/2013 13:40 WIB WIB
Kisah Jepang Paksa Warganya Beralih dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Massal
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











