detikfinance

Pertamina Beli Kapal Angkut BBM Rp 106 Miliar dari Dumas

Rista Rama Dhany - detikfinance
Senin, 09/07/2012 11:45 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/07/09/1034/114224_tankerluar.jpg
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menambah kapal pengangkut BBM dengan kapal Matindok berkapasitas 3.500 long ton deadweight LTDW yang dibeli dari PT Dumas Tanjung Perak Shipyard US$ 11,8 juta atau sekitar Rp 106,2 miliar.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, dengan kapal baru tersebut, maka Pertamina telah memiliki 51 kapal dari 175 kapal yang dioperasikan dalam menjamin keamanan pasokan energi di dalam negeri, sisanya merupakan kapal sewa.

Kapal Matindok akan mulai beroperasi pada akhir September, direncanakan mengangkut BBM dari Ternate, Kupang, Plaju, dan Padang ke daerah-daerah di Nusa Tenggara Timur seperti Reo, Maumere, Waingapu, Kalabahi, Attapupu, Ende, di Kalimantan yaitu Pontianak dan Sumatera yaitu Bengkulu.

"Kapal Matindok ini tidak hanya merupakan usaha Pertamina dalam menjamin distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri terutama di daerah yang kondisi geografis sangat menantang tapi juga daerah konflik yang belum tentu kapal charter bersedia untuk melayani," kata Ali dalam siaran pers, Senin (9/7/2012).

Karena wilayahnya yang luas dan terdiri dari ribuan pulau, penyediaan BBM di Indonesia merupakan satu hal yang kompleks sehingga dibutuhkan infrastuktur penyediaan BBM yang tidak sederhana pula. BBM yang dihasilkan oleh sejumlah kilang Pertamina, didistribusikan ke depot-depot utama melalui kapal-kapal dengan ukuran besar dan sedang, dan pada akhirnya BBM ini akan didistribusikan ke depot kecil (end depot) dengan kapal berukuran kecil, baik milik Pertamina maupun charter.

Langkah penambahan kapal milik oleh Pertamina diyakini Ali akan meningkatkan efisiensi biaya transportasi BBM. Selain itu, langkah ini merupakan wujud kepatuhan Pertamina terhadap azas cabotage dalam semangat memberdayakan bisnis maritim dalam negeri.

Hingga akhir 2013, Pertamina direncanakan akan memiliki 64 kapal yang berstatus milik sendiri. Sebanyak 29 kapal atau 47% merupakan kapal yang diproduksi oleh galangan kapal nasional, 21 unit di antaranya telah beroperasi dan delapan unit masih dalam tahap konstruksi oleh PAL, DPS, Dumas, dan Daya Radar Utama.

Matindok diproduksi dalam jangka waktu sekitar 20 bulan terhitung sejak pemesanan pada Mei 2010. Investasi Pertamina untuk kapal yang termasuk kategori small I tersebut mencapai sekitar US$ 12 juta.


(dnl/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA