Pengusaha Ini Sukses 'Menyulap' Benang Jahit Jadi Lampion Cantik
Senin, 09/07/2012 16:44 WIB
Banyumas - Perajin lampion asal Banyumas, Jawa Tengah, Marta Afrianto tak pernah berpikir menjadi seorang pengusaha. Berawal dari iseng-iseng karena istri sakit, kini ia menjadi produsen lampion dan memiliki 5 karyawan.
Sosok pria berusia 25 tahun ini, kini kerepotan memenuhi pesanan lampion dan lampu tidur beraneka macam bentuk karakter kartun yang terbuat dari benang jahit. Pesanan pun mengalir dari berbagai kota di Indonesia.
"Awalnya iseng-iseng, karena istri sakit, kalau malam mau ngapain terus saya iseng-iseng buat. Kebetulan lihat kakak juga buat kerajinan ini cuma dia buat hanya 1 macem. Kita coba berinovasi dengan membuat bentuk karakter kartun yang digemari anak-anak yang sedang tren seperti angry birds, hello kitty, mickey mouse, donald bebek serta lampu gantung," kata Marta kepada wartawan di rumahnya, di Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Senin (9/7/2012).
Selain membuat kerajinan lampion dan lampu tidur yang disesuaikan dengan karakter tokoh yang sedang naik daun. Bisnisnya yang sudah berjalan selama 1 tahun ini terus berkembang setelah pemasarannya merambah ke dunia online.
"Dulu saya buat polos. Tapi karena kendala pemasaran saya coba download-download gambar, coba cari terus hingga mulai ada inovasi-inovasi untuk dari karakter tersebut untuk pemasaran. Ternyata pangsa pasarnya bagus sampai saya keteteran. Saat ini saya masih berani ke pesanan-pesananan saja lewat online. Kita belum berani nyetok," jelasnya.
Menurut Marta, cara membuat kerajinan ini lumayan rumit. Hingga saat ini, karyawannya belum mampu membuat aneka macam lampu dengan berbagai bentuk.
"Baru saya yang bisa membentuknya, pekerja lain paling hanya bisa menggunting, menggulung benang, pasang mata, telinga. Kita masih kesulitan mengajari dan mencari orang untuk membentuk karena harus telaten," tuturnya .
Cara membuatnya diawali dari balon biasa yang di pompa kemudian diberi lem kayu, lalu balon tersebut digulung menggunakan benang jahit yang di double menjadi dua. Setalah itu dilapisi benang yang digulung-gulung hingga 3 kali sambil diberi lem kayu hingga 4 lapisan lalu dijemur. Setelah kering pada bagian tertentu dipotong dan balonnya di keluarkan sehingga terbentuk lah sebuah bulatan. Lalu tahapan selanjutnya merangkai kabel dan lampu.
"Kalau sudah kering dan terbetuk baru kita bentuk-bentuk seperti menambahkan mata, telinga. Dan ketika semuanya sudah selesai baru kita berikan lampu didalamnya," ungkapnya.
Buah tangannya kini sudah tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia, antaralain ke Jember, Kalimantan, Jakarta, Bandung, Bali termasuk di Banyumas. Harga yang dipatok per lampu pun hanya Rp 50.000 hingga Rp 120.000 tergantung bentuk dan ukuran. "Pesan terbanyak itu ke Jember, dua minggu sekali 50 buah lampu tidur berbagai macam ukuran dan model," tambahnya.
Ia mengaku kerepotan memenuhi pesanan produknya yang terus diminati banyak konsumen. Saat ini hanya ada 5 pekerja yang membantunya membuat kerajinan tersebut.
"Ada 5 pekerja, tapi kita tetap kerepotan untuk pesanan. Karena pekerjanya kurang, kadang malah kita suruh yang kerja membawa pulang biar bisa dia dikerjakan dirumah juga," tutupnya.
Alin Light Craft
Perum Pasir Indah Blok G.4 Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Jawa Tengah.
(arb/hen)
Sosok pria berusia 25 tahun ini, kini kerepotan memenuhi pesanan lampion dan lampu tidur beraneka macam bentuk karakter kartun yang terbuat dari benang jahit. Pesanan pun mengalir dari berbagai kota di Indonesia.
"Awalnya iseng-iseng, karena istri sakit, kalau malam mau ngapain terus saya iseng-iseng buat. Kebetulan lihat kakak juga buat kerajinan ini cuma dia buat hanya 1 macem. Kita coba berinovasi dengan membuat bentuk karakter kartun yang digemari anak-anak yang sedang tren seperti angry birds, hello kitty, mickey mouse, donald bebek serta lampu gantung," kata Marta kepada wartawan di rumahnya, di Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Senin (9/7/2012).
Selain membuat kerajinan lampion dan lampu tidur yang disesuaikan dengan karakter tokoh yang sedang naik daun. Bisnisnya yang sudah berjalan selama 1 tahun ini terus berkembang setelah pemasarannya merambah ke dunia online.
"Dulu saya buat polos. Tapi karena kendala pemasaran saya coba download-download gambar, coba cari terus hingga mulai ada inovasi-inovasi untuk dari karakter tersebut untuk pemasaran. Ternyata pangsa pasarnya bagus sampai saya keteteran. Saat ini saya masih berani ke pesanan-pesananan saja lewat online. Kita belum berani nyetok," jelasnya.
Menurut Marta, cara membuat kerajinan ini lumayan rumit. Hingga saat ini, karyawannya belum mampu membuat aneka macam lampu dengan berbagai bentuk.
"Baru saya yang bisa membentuknya, pekerja lain paling hanya bisa menggunting, menggulung benang, pasang mata, telinga. Kita masih kesulitan mengajari dan mencari orang untuk membentuk karena harus telaten," tuturnya .
Cara membuatnya diawali dari balon biasa yang di pompa kemudian diberi lem kayu, lalu balon tersebut digulung menggunakan benang jahit yang di double menjadi dua. Setalah itu dilapisi benang yang digulung-gulung hingga 3 kali sambil diberi lem kayu hingga 4 lapisan lalu dijemur. Setelah kering pada bagian tertentu dipotong dan balonnya di keluarkan sehingga terbentuk lah sebuah bulatan. Lalu tahapan selanjutnya merangkai kabel dan lampu.
"Kalau sudah kering dan terbetuk baru kita bentuk-bentuk seperti menambahkan mata, telinga. Dan ketika semuanya sudah selesai baru kita berikan lampu didalamnya," ungkapnya.
Buah tangannya kini sudah tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia, antaralain ke Jember, Kalimantan, Jakarta, Bandung, Bali termasuk di Banyumas. Harga yang dipatok per lampu pun hanya Rp 50.000 hingga Rp 120.000 tergantung bentuk dan ukuran. "Pesan terbanyak itu ke Jember, dua minggu sekali 50 buah lampu tidur berbagai macam ukuran dan model," tambahnya.
Ia mengaku kerepotan memenuhi pesanan produknya yang terus diminati banyak konsumen. Saat ini hanya ada 5 pekerja yang membantunya membuat kerajinan tersebut.
"Ada 5 pekerja, tapi kita tetap kerepotan untuk pesanan. Karena pekerjanya kurang, kadang malah kita suruh yang kerja membawa pulang biar bisa dia dikerjakan dirumah juga," tutupnya.
Alin Light Craft
Perum Pasir Indah Blok G.4 Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, Jawa Tengah.
(arb/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 20/06/2013 15:12 WIB
Chatib Basri Disuruh Blusukan ke Daerah Miskin
-
Kamis, 20/06/2013 15:07 WIB
BBM Naik, Buruh Dapat Tambahan Upah Transportasi Rp 10.000/Hari
-
Kamis, 20/06/2013 15:05 WIB
Malaysia dan Brunei Sudah Duluan Punya Peternakan Sapi Raksasa di Australia
-
Kamis, 20/06/2013 14:54 WIB
Konglomerat Indonesia Beli Penthouse Rp 33 Miliar di Sydney
-
Kamis, 20/06/2013 14:53 WIB
Anggota DPR: Agus Marto Tidak Bisa Diintervensi, Kalau Chatib Bagaimana?
-
Kamis, 20/06/2013 13:39 WIB
Ada Anggaran Rp 155 Miliar Untuk Korban Lapindo, Ini Jawaban Chatib Basri
-
Kamis, 20/06/2013 13:47 WIB
Setelah Silvia, Dahlan Iskan Kunjungi Lucky di Kramat Jati
-
Kamis, 20/06/2013 14:19 WIB
Dahlan Tugaskan BUMN Beli 1 Juta Hektar Lahan Peternakan Sapi di Australia
-
Kamis, 20/06/2013 12:51 WIB
Ingin Naik Monorel Gratis Seumur Hidup, Wajib Baca Ini!
-
Kamis, 20/06/2013 14:02 WIB
Thailand dan Malaysia Lebih Dahulu Punya Mobil Murah
-
79 Komentar
-
74 Komentar
-
68 Komentar
-
64 Komentar
-
55 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 19/06/2013 12:28 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (2)
Jadi orang kaya atau konglomerat memang punya banyak harta dan mampu memiliki segalanya. Namun, beberapa orang kaya ini pernah mencuri sesuatu dan menjadi pengutil.
200 USD
Rp 275.000,-
How To Make Money in "Capital market"
Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?
Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
BUKTIKAN SENDIRI!
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 09:50 WIB WIB
Ada Apa Saja di Pameran Monorel Gratis Monas?
-
Kamis, 20/06/2013 09:18 WIB WIB
Ini Pihak yang Paling Rajin Beri Utang ke RI
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



