detikfinance

Mega Capital: Indeks Diperkirakan Mix to High

Mega Capital - detikfinance
Selasa, 10/07/2012 09:19 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/07/10/1015/092117_megacapital.jpg
Jakarta - IHSG anjlok akibat sentimen negative dari China & Jepang. Pasar saham Indonesia mengalami koreksi cukup tajam terkait sentimen negative dari Asia, terutama dari China dan Jepang. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup terkoreksi 1.73% (70.15 pts) ke level 3,985 dimana penurunan terbesar dicatatkan oleh sektor Aneka Industri (-2.66%), Pertambangan (-2.63%) dan Properti (-2.08%). Investor asing mencatatkan posisi net selling sebesar IDR 457 miliar. Data Machinery Orders Jepang di bulan May yang anjlok 14.8% mom, dimana ini merupakan penurunan tertinggi sejak 2001, serta pernyataan Perdana Menteri China Wen Jiabao bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi China mengalami tekanan yang cukup besar, menjadi katalis negative bagi pasar saham regional. Pertumbuhan ekonomi China di 2Q12 ini diperkirakan hanya sebesar 7.7% yoy, dibanding kuartal sebelumnya sebesar 8.1% yoy. Selain itu, data inflasi China di bulan Juni yang turun ke level 2.2% yoy dari 3.0% yoy menjadi indicator tambahan m ulai melambatnya perekonomian China. Indeks Nikkei 225 kemarin terkoreksi 1.4% sementara Kospi –1.2% dan Hang Seng –1.7%. Untuk pasar saham Indonesia, khususnya sektor batubara, kami perkirakan masih akan mengalami tekanan terkait turunnya harga komoditas batubara. Harga patokan batubara thermal coal Indonesia untuk bulan July kembali turun 8.5% mom ke level USD 87.56/ton. Sebagai gambaran, harga patokan batubara thermal Indonesia di bulan Maret masih berada di level USD 112.87/ton.

Spanyol dorong Wall Street terkoreksi. Naiknya yield obligasi pemerintah Spanyol di atas 7% menjadi katalis negative bagi pasar saham Amerika, dimana semalam indeks DJIA ditutup turun 0.28% ke level 12,736 sementara S&P 500 –0.16% ke 1,352 dan Nasdaq –0.19% ke 2,931. Selain itu, data earnings 2Q yang akan mulai dirilis minggu ini mulai menunjukan perlambatan. Wall Street memproyeksikan EPS S&P 500 di 2Q12 akan turun 1.8% yoy meski proyeksi Pendapatan naik tipis 2.5% yoy.

Indeks Diperkirakan Mix to High (Range 3,955—4,005). IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan kemarin dan sempat menguji support level pada equidistant channel di 3,970, indeks dimungkinkan untuk dapat mengalami technical rebound jika mampu bertahan di atas level tersebut, akan tetapi jika indeks mampu melewatinya dengan dukungan volume yang tinggi atau melewati EMA 50 kemungkinan dapat membawa pelemahan menuju target level di rising wedges di 3,730. Penguatan di akhir sesi kemarin berpeluang untuk dapat menahan laju pelemahan indeks. Hari ini diperkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.



(ang/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
    • Gb Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
      Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
      Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA