Cost Recovery 'Panas', Bos BP Migas Salahkan DPR
Selasa, 10/07/2012 12:46 WIB
Jakarta - Target dana cost recovery US$ 15,13 miliar atau sebesar US$ 44,69 per barel untuk kegiatan migas tahun ini dipermasalahkan DPR dan jadi isu panas. Padahal ini terjadi karena perubahan hitungan DPR.
Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) R. Priyono dalam acara Diskusi Panel Peluang Bisnis Hulu Migas di Indonesia yang diadakan di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
"Dewan merubah hitungan besaran cost recovery dari yang seharusnya hitungan fiskal menjadi hitungan akutansi, jadi seolah telalu besar dan tidak berimbang," kata Priyono.
Dikatakan Priyono, jika hitungan cost recovery dihitung dengan hitungan akutansi, maka terlihat cost recovery membuat penerimaan negara menjadi turun drastis.
"Padahal kan tidak, justru cost recovery akan membuat penerimaan negara meningkat, karena memacu bisnis migas di sektor hulu meningkat, membuat kontraktor semangat mencari minyak," katanya.
Jadi, kata Priyono, kalau cost recovery dihitung menggunakan hitungan kebijakan fiskal, maka akan ditemukan netto (pendapatan bersih) yang meningkat.
"Jadi dilihat itu netto yang didapatkan negara,bukan besaran cost yang dibayarkan negara ke kontraktor. Hal inilah yang membuat perdebatan cost recovery seolah terus memanas di DPR." ucapnya.
Priyono juga meminta kepada insinyur ahli-ahli perminyakan agar lebih banyak berbicara di media agar meluruskan isu-isu Migas yang berkembang saat ini.
"Pasalnya banyak para ahli perminyakan yang banyak ngomong di media bukan berasal dari ahli yang berbaground insinyur jadi omongannya kadang tidak pas," tandas Priyono.
(rrd/dnl)
Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) R. Priyono dalam acara Diskusi Panel Peluang Bisnis Hulu Migas di Indonesia yang diadakan di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
"Dewan merubah hitungan besaran cost recovery dari yang seharusnya hitungan fiskal menjadi hitungan akutansi, jadi seolah telalu besar dan tidak berimbang," kata Priyono.
Dikatakan Priyono, jika hitungan cost recovery dihitung dengan hitungan akutansi, maka terlihat cost recovery membuat penerimaan negara menjadi turun drastis.
"Padahal kan tidak, justru cost recovery akan membuat penerimaan negara meningkat, karena memacu bisnis migas di sektor hulu meningkat, membuat kontraktor semangat mencari minyak," katanya.
Jadi, kata Priyono, kalau cost recovery dihitung menggunakan hitungan kebijakan fiskal, maka akan ditemukan netto (pendapatan bersih) yang meningkat.
"Jadi dilihat itu netto yang didapatkan negara,bukan besaran cost yang dibayarkan negara ke kontraktor. Hal inilah yang membuat perdebatan cost recovery seolah terus memanas di DPR." ucapnya.
Priyono juga meminta kepada insinyur ahli-ahli perminyakan agar lebih banyak berbicara di media agar meluruskan isu-isu Migas yang berkembang saat ini.
"Pasalnya banyak para ahli perminyakan yang banyak ngomong di media bukan berasal dari ahli yang berbaground insinyur jadi omongannya kadang tidak pas," tandas Priyono.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 21:31 WIB
Ke Mana Darmin Nasution Setelah Pensiun dari BI?
-
Senin, 20/05/2013 21:07 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
Senin, 20/05/2013 20:21 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 20:14 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 14:48 WIB
Ini Satu-satunya Orang Arab yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
-
Senin, 20/05/2013 17:09 WIB
Program Resepsi Nikah di D'Cost, 'Hamil Baru Bayar'
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Kenapa Utang RI Tembus Rp 2.000 T? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Senin, 20/05/2013 14:20 WIB
Chatib Basri Jadi Menkeu, Bos Pertamina dan Kepala BKPM Diisi Orang Baru?
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
26 Komentar
-
25 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 19:32 WIB
Pensiun dari BI, Darmin Nasution Bikin Buku 'Bank Sentral Harus Membumi'
Masa jabatan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berakhir di 22 Mei 2013. Sebelum meninggalkan BI, Darmin meluncurkan buku tentang bank sentral.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 16:44 WIB WIB
30 Tahun Diincar, Apakah Inalum 100% Jadi Milik Indonesia 30 Oktober?
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB WIB
Cerita Industri Unggas China Rugi Rp 1 T/Hari Gara-gara Flu Burung
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










