detikfinance

Berpotensi Naik Dua Kali Lipat, Saham ALTO Berhenti Diperdagangkan

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Selasa, 10/07/2012 16:40 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/07/10/6/164332_alto.jpg
Jakarta - Saham perusahaan air kemasaran merek ALTO, PT Tri Banyan Tirta Tbk hingga penutupan perdagangan, Selasa (10/7/2012) masih berada di posisi batas atas auto rejection, Rp 315 per lembar naik 50% dibandingkan harga perdana Rp 210 per lembar.

Peningkatan ALTO yang menembus auto reject tidak membutuhkan waktu lama. Tidak sampai 30 menit perdagangan yang dimulai 9.30 waktu JATS ini, saham ALTO langsung berada di level tertinggi, Rp 315 per lembar.

Di awal perdagangan, saham ALTO telah ditransaksikan sebanyak 9.690 lot senilai Rp 1,45 miliar.

Data perdagangan BEI mencatat sepanjang perdagangan hari Selasa ini, saham ALTO telah bertransaksi sebanyak 23.383 lot dengan total nilai Rp 3,603 miliar. Transaksi tergolong rendah, tidak banyak pemindahan kepemilikan saham perusahaan air kemasan ini.

Managing Director PT Valbury Asia Securities Johanes Soetikno, selaku penjamin pelaksana IPO ALTO menerangkan, minat investor sangat tinggi pada pasar skunder. Masuk sebagai saham di sektor consumer, ALTO menjadi komoditi yang layak untuk dimiliki investor.

"Consumer goods, khususnya air dibutuhkan semua orang. Potensi pertumbuhannya cukup tinggi. Kalau mau lihat historis, dulu ada Aqua yang bisa memberikan capital gain luar biasa," katanya di Jakarta.

Ia bahkan memprediksi harga wajar saham ALTO berada di posisi Rp 500 per lembar. Hingga potensi kenaikan harga saham ALTO masih bisa terjadi kemudian hari. "Kalau peminatnya seperti sekarang ke depan likuiditas sahamnya masih bagus. Harga wajar akan terbentuk nanti. Mungkin bisa dekat-dekat ke Rp 500," katanya.

Sepanjang penawaran perdana, saham ALTO banyak diserap investor domestik. Khusus asing, investor asal Dubai, Singapura, Hong Kong, dan Perancis yang banyak menyerap saham.

"Tidak ada anchor investor, rata-rata besar investasinya kurang lebih sama," pungkas Johanes.



(wep/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut