Bos BI: Beli Surat Utang IMF US$ 1 Miliar Menguntungkan
Selasa, 10/07/2012 18:00 WIB
Jakarta - RI melalui Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk membeli surat utang Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) sebesar US$ 1 miliar. Gubernur BI Darmin Nasution beranggapan pembelian surat utang tersebut akan menguntungkan RI sendiri terutama BI dalam komponen cadangan devisa.
"Bank Indonesia itu menempatkan cadangan devisanya bukan dalam uang kertas. Kita pasti menempatkannya lewat surat berharga AS, Australia, Inggris, Kanada dan Jerman. Supaya apa? Supaya ada hasilnya," jelas Darmin ketika ditemui di Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Menurutnya, imbal hasil dari surat berharga katakanlah seperti di AS yakni tidak sama dengan nol namun 0,25%. Selain dari sisi imbal hasilnya, Darmin menekankan penempatan pada surat berharga merupakan skema yang tepat karena merupakan 'save haven'.
"Tapi tetap, ditempatkan di sana karena dianggap save haven, aman. Jadi penempatan cadangan devisa dolar itu tidak akan mengurangi cadangan devisa kita sama sekali," terang Darmin.
Lalu bagaimana dengan surat utang IMF sendiri? Darmin menjelaskan kerjasama pembelian surat utang dengan IMF ini seperti bilateral arrangment. IMF akan mengeluarkan surat utang dan BI akan membelinya.
"Dia keluarkan surat utang, nanti kita membelinya. Tapi yield-nya belum tahu. Jumlahnya US$ 1 miliar," terang Darmin.
Sebelumnya, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan RI akhirnya bersedia membantu Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) melalui pembelian surat utang senilai US$ 1 miliar. Dari mana dananya? Bank Indonesia (BI) langsung nantinya akan mengkonversi sedikit dana cadangan devisa dengan menyimpan surat utang tersebut.
"Itu (pinjaman ke IMF) bukan dari APBN. Itu semacam devisa dari dana BI, jadi surat berharga," kata Menteri Perkonomian Hatta Rajasa di Istana Merdeka, Selasa (10/7/2012).
Dijelaskan Hatta, nantinya devisa RI tidak akan berkurang. "Hanya ada konversi dalam bentuk surat berharga saja di dalam komponen devisa. Sehingga devisa kita tidak berkurang," tuturnya.
(dru/dnl)
"Bank Indonesia itu menempatkan cadangan devisanya bukan dalam uang kertas. Kita pasti menempatkannya lewat surat berharga AS, Australia, Inggris, Kanada dan Jerman. Supaya apa? Supaya ada hasilnya," jelas Darmin ketika ditemui di Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Menurutnya, imbal hasil dari surat berharga katakanlah seperti di AS yakni tidak sama dengan nol namun 0,25%. Selain dari sisi imbal hasilnya, Darmin menekankan penempatan pada surat berharga merupakan skema yang tepat karena merupakan 'save haven'.
"Tapi tetap, ditempatkan di sana karena dianggap save haven, aman. Jadi penempatan cadangan devisa dolar itu tidak akan mengurangi cadangan devisa kita sama sekali," terang Darmin.
Lalu bagaimana dengan surat utang IMF sendiri? Darmin menjelaskan kerjasama pembelian surat utang dengan IMF ini seperti bilateral arrangment. IMF akan mengeluarkan surat utang dan BI akan membelinya.
"Dia keluarkan surat utang, nanti kita membelinya. Tapi yield-nya belum tahu. Jumlahnya US$ 1 miliar," terang Darmin.
Sebelumnya, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan RI akhirnya bersedia membantu Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) melalui pembelian surat utang senilai US$ 1 miliar. Dari mana dananya? Bank Indonesia (BI) langsung nantinya akan mengkonversi sedikit dana cadangan devisa dengan menyimpan surat utang tersebut.
"Itu (pinjaman ke IMF) bukan dari APBN. Itu semacam devisa dari dana BI, jadi surat berharga," kata Menteri Perkonomian Hatta Rajasa di Istana Merdeka, Selasa (10/7/2012).
Dijelaskan Hatta, nantinya devisa RI tidak akan berkurang. "Hanya ada konversi dalam bentuk surat berharga saja di dalam komponen devisa. Sehingga devisa kita tidak berkurang," tuturnya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 19/06/2013 20:04 WIB
Anggaran Jebol, Thailand Tak Kuat Lagi Beli Beras Petani Lebih Mahal
-
Rabu, 19/06/2013 19:20 WIB
Akhir Pekan Ini Jokowi Buka Pameran Monorel Gratis di Monas
-
Rabu, 19/06/2013 18:52 WIB
Bangun Parkir Bawah Tanah di Monas, Ahok Suntik Rp 1 Triliun ke BUMD
-
Rabu, 19/06/2013 18:45 WIB
Ahok: Tak Mudah Urai Macet, Ps. Minggu dan Tanah Abang Semrawut
-
Rabu, 19/06/2013 18:32 WIB
43 BUMN Rebutan Penghargaan dari Dahlan Iskan
-
Rabu, 19/06/2013 07:24 WIB
Laporan dari Kuala Lumpur
Ini Bedanya Tol di Malaysia dan di Indonesia
-
Rabu, 19/06/2013 11:16 WIB
Sempat Jadi Pembersih Tinja, Gita Wirjawan: Banyak yang Pikir Saya Mulai Hidup Enak
-
Rabu, 19/06/2013 08:38 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (1)
-
Rabu, 19/06/2013 11:45 WIB
Dahlan Iskan Kunjungi Silvia di Kramat Jati, Siapa Dia?
-
Rabu, 19/06/2013 07:44 WIB
Maskapai dengan Pertumbuhan Paling Cepat di Dunia, Wakil RI Urutan Berapa?
-
79 Komentar
-
75 Komentar
-
70 Komentar
-
64 Komentar
-
56 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 19/06/2013 12:28 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (2)
Jadi orang kaya atau konglomerat memang punya banyak harta dan mampu memiliki segalanya. Namun, beberapa orang kaya ini pernah mencuri sesuatu dan menjadi pengutil.
200 USD
Rp 275.000,-
Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?
Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal?
JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
BUKTIKAN SENDIRI!
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 11:38 WIB WIB
ANTV Dijual ke Hary Tanoe, Grup Bakrie: Itu Cuma Gosip
-
Rabu, 19/06/2013 11:16 WIB WIB
Sempat Jadi Pembersih Tinja, Gita Wirjawan: Banyak yang Pikir Saya Mulai Hidup Enak
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer









