detikfinance

Ini Alasan BP Migas Tidak Boleh Dibubarkan

Rista Rama Dhany - detikfinance
Rabu, 11/07/2012 08:58 WIB
Ini Alasan BP Migas Tidak Boleh Dibubarkan
Jakarta -Beberapa pihak menilai keberadaan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) harus dibubarkan karena perannya tidak dianggap penting bahkan justru merugikan negara.

Namun Menurut Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini, fungsi BP Migas sangat penting, salah satunya untuk menhindarkan kasus seperti tuntutan Churchill Mining PLC ke Pemerintah Indonesia sebesar US$ 2 miliar atau Rp 18 triliun.

"Fungsi BP Migas banyak sekali, salah satu sebagai buffer, agar Kontraktor tidak berkontrak langsung dengan negara/Pemerintah," kata Rudi di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (11/7/2012).

Menurut Rudi, dengan adanya BP Migas membuat setiap urusan kontrak perjanjian, pemenang tender dan lainnya harus berurusan dengan BP Migas.

"Sehingga kalau ada masalah apapun yang digugat Kontraktor (Kontraktor Kontrak Kerja Sama/KKKS) maka hanya berurusan antara kontraktor dengan BP Migas, tidak bisa menuntut ke Pemerintah/Negara, BP Migas sebagai buffer atau yang jadi wasitnya, jadi tidak akan sampai dibawa ke Pengadilan Arbitrase Internasional," jelas Rudi.

Pasalnya, seperti kasus tuntutan Churchill dimana salah satu tergugatnya adalah Presiden ini terjadi karena tidak adanya lembaga buffer seperti BP Migas di sektor pertambangan.

"Bayangin Bupati berkontrak langsung dengan kontraktor, ya kalau ada masalah pemerintahnya digugat langsung, seperti kasus Churchill tersebut, karena Bupatinya yang buat kontrak," ujar Rudi.

Tetapi kata Rudi, disektor Pertambangan agak sulit untuk dibentuk seperti 'BP Migas-nya di Industri Migas.

"Karena BP Migas ada kalau sistemnya bagi hasil, di pertambangan-kan bukan bagi hasil, hanya bayar royalti, pajak dan sebagainya, jadi sulit juga kalau ada kayak BP Migas di Pertambangan," tandasnya.

(rrd/ang)

Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar Kamis, 28/04/2016 07:10 WIB
    Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar
    CEO perusahaan otomotif AS, General Motors (GM), Mary Barra, mendapatkan gaji US$ 28,6 juta atau sekitar Rp 379 miliar sepanjang 2015 lalu. Angka ini naik 77%.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close