Produksi Industri Baja Merosot 20%
Jumat, 13/07/2012 13:58 WIB
Jakarta - Kalangan industri baja di dalam negeri mengaku mengalami penurunan produksi hingga 20%. Hal ini terkait dampak tertahannya ribuan kontainer yang berisi bahan baku besi tua (scrap) yang diduga tercampur Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Pelabuhan Tanjung Priok.
"Terjadi penurunan kurang lebih 20 % di Q1 ini, kita tahu semua bahwa sampai dengan saat ini ada 7.000 kontainer yang masih tertahan di Pelabuhan," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia Edward S Pinem dalam diskusi di kementerian perindustrian, Jumat (13/7/2012)
Dalam catatan Edward memang pada Q1 (triwulan I) terjadi gangguan yang membuat produksi baja merosot 20 %. Salah satunya penyebabnya adalah penyitaan ribuan kontainer yang berisi scrap bercampur dengan limbah B3.
Ia menuturkan pasokan produksi untuk baja tiap tahunnya bila normal bisa menghasilkan 9 juta ton, sehingga cukup untuk kebutuhan domestik. Tertahannya 7.000 kontainer scrap telah membuat harga besi tua itu melonjak tajam.
"Sekarang harganya naik 100% menjadi US$ 800/ton dibandingkan sebelumnya yang hanya US$ 400/ton," Jelas Edward
Edward merasa gerah terhadap respons pemerintah agar industri baja jangan cengeng. "Jika pemerintah bisa berucap Industri baja jangan cengeng maka pemerintah juga jangan cengeng, jelas jika produksi baja terganggu maka akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia itu sendiri. Industri baja seperti ditelanjangi, sudah susah memasok bahan baku, harga gas juga naik," Jelas Edward.
Edward menjelaskan kenaikan harga scrap yang melambung hingga 100% dan kenaikan harga gas jelas menjadi momok yang menyulitkan bagi industri baja.
"Kenaikan 1 dolar pada gas, maka ada penambahan pada biaya produksi pabrik yang mencapai 3-5 dolar/ton output, itu berarti ada kenaikan ongkos produksi 20 %," pungkas Edward.
(hen/hen)
"Terjadi penurunan kurang lebih 20 % di Q1 ini, kita tahu semua bahwa sampai dengan saat ini ada 7.000 kontainer yang masih tertahan di Pelabuhan," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia Edward S Pinem dalam diskusi di kementerian perindustrian, Jumat (13/7/2012)
Dalam catatan Edward memang pada Q1 (triwulan I) terjadi gangguan yang membuat produksi baja merosot 20 %. Salah satunya penyebabnya adalah penyitaan ribuan kontainer yang berisi scrap bercampur dengan limbah B3.
Ia menuturkan pasokan produksi untuk baja tiap tahunnya bila normal bisa menghasilkan 9 juta ton, sehingga cukup untuk kebutuhan domestik. Tertahannya 7.000 kontainer scrap telah membuat harga besi tua itu melonjak tajam.
"Sekarang harganya naik 100% menjadi US$ 800/ton dibandingkan sebelumnya yang hanya US$ 400/ton," Jelas Edward
Edward merasa gerah terhadap respons pemerintah agar industri baja jangan cengeng. "Jika pemerintah bisa berucap Industri baja jangan cengeng maka pemerintah juga jangan cengeng, jelas jika produksi baja terganggu maka akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia itu sendiri. Industri baja seperti ditelanjangi, sudah susah memasok bahan baku, harga gas juga naik," Jelas Edward.
Edward menjelaskan kenaikan harga scrap yang melambung hingga 100% dan kenaikan harga gas jelas menjadi momok yang menyulitkan bagi industri baja.
"Kenaikan 1 dolar pada gas, maka ada penambahan pada biaya produksi pabrik yang mencapai 3-5 dolar/ton output, itu berarti ada kenaikan ongkos produksi 20 %," pungkas Edward.
(hen/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 25/05/2013 17:30 WIB
Bos Garuda Belum Tahu Masuk Daftar Calon Kepala BKPM
-
Sabtu, 25/05/2013 16:44 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 15:28 WIB
Chairul Tanjung Jadi 'Pak Pos' Dadakan di Korea
-
Sabtu, 25/05/2013 14:41 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Indonesia Harus Berguru ke Korsel
-
Sabtu, 25/05/2013 16:41 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 17:28 WIB
Bos Garuda Belum Tahu Masuk Daftar Calon Kepala BKPM
-
Sabtu, 25/05/2013 15:47 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 15:24 WIB
Laporan dari Korea Selatan
Chairul Tanjung Jadi 'Pak Pos' Dadakan di Korea
-
Sabtu, 25/05/2013 14:06 WIB
Merpati Masuk Daftar Maskapai Terburuk di Dunia, Ini Tanggapan Bosnya
-
34 Komentar
-
33 Komentar
-
29 Komentar
-
22 Komentar
-
20 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
Menteri BUMN Dahlan Iskan, menjadi dosen tamu di Peking University, Beijing, China. Dahlan menjadi pembicara pada acara yang diselenggarakan PPI di China.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 16:24 WIB WIB
Bisnis Keripik Jamur Beromzet Rp 500 Juta/Bulan, Berminat?
-
Jumat, 24/05/2013 15:54 WIB WIB
PT DI Jualan Pesawat 'Made in Bandung' ke 6 Negara
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











