Bos RNI Sulit Cari Pegawai Spesialis Penebang Tebu
Minggu, 15/07/2012 11:04 WIB
Subang - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) kesulitan mencari pekerja yang bersedia menjadi penebang tebu. BUMN gula ini berniat untuk membeli mesin penebang tebu (harvester).
Investasi mesin ini untuk 2 kebun Hak Guna Usaha (HGU) milik PT RNI yaitu di PG Subang dan PG Jatibaru.
Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro menjelaskan, hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan. Pada tahun anggaran 2013, perusahaannya akan menggelontorkan dana Rp 16 Miliar untuk membeli 4 harvester yang masing-masing senilai Rp 4 Miliar
"Kita mau untuk tahun anggaran 2013, beli 4 harvester lagi, seiring dengan sulitnya kita cari tenaga kerja penebang," ungkap Ismed kepada wartawan saat mengunjungi kebun tebu di Subang, Jabar, Minggu (15/7/12).
Untuk 1 mesin penebang, kemampuan tebangnya setara dengan 400 tenaga kerja manual. Ismed menerangkan, dengan adanya mekanisasi ini, setidaknya 60% produktivitas akan tertutup.
"Dalam sehari satu mesin ini bisa menghasilkan 400 ton tebu, setidaknya bisa menutup 60% produksi dari mekanisasi ini, 40% sisanya dari manual tenaga kerja," terangnya.
Sementara ini, PT RNI telah memiliki 2 harvester yang beroperasi di kebun tebu milik PG Subang seluas 5100 hektar, dan kebun milik PG Jati Tujuh yang memiliki 12 ribu hektar.
"Masing-masing 1 harvester, di Jati Tujuh dan Subang. Itu setara dengan 400 orang atau bisa mencakup 5 hektar lahan sehari," katanya.
Ismed mengatakan, kurangnya minat masyarakat untuk menjadi penebang juga menjadi alasan lain dalam pengadaan mekanisasi ini. "Sekarang soalnya orang-orang lebih milih kerja di garmen, itu lebih bergengsi daripada menjadi penebang tebu," tutupnya.
(zul/hen)
Investasi mesin ini untuk 2 kebun Hak Guna Usaha (HGU) milik PT RNI yaitu di PG Subang dan PG Jatibaru.
Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro menjelaskan, hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan. Pada tahun anggaran 2013, perusahaannya akan menggelontorkan dana Rp 16 Miliar untuk membeli 4 harvester yang masing-masing senilai Rp 4 Miliar
"Kita mau untuk tahun anggaran 2013, beli 4 harvester lagi, seiring dengan sulitnya kita cari tenaga kerja penebang," ungkap Ismed kepada wartawan saat mengunjungi kebun tebu di Subang, Jabar, Minggu (15/7/12).
Untuk 1 mesin penebang, kemampuan tebangnya setara dengan 400 tenaga kerja manual. Ismed menerangkan, dengan adanya mekanisasi ini, setidaknya 60% produktivitas akan tertutup.
"Dalam sehari satu mesin ini bisa menghasilkan 400 ton tebu, setidaknya bisa menutup 60% produksi dari mekanisasi ini, 40% sisanya dari manual tenaga kerja," terangnya.
Sementara ini, PT RNI telah memiliki 2 harvester yang beroperasi di kebun tebu milik PG Subang seluas 5100 hektar, dan kebun milik PG Jati Tujuh yang memiliki 12 ribu hektar.
"Masing-masing 1 harvester, di Jati Tujuh dan Subang. Itu setara dengan 400 orang atau bisa mencakup 5 hektar lahan sehari," katanya.
Ismed mengatakan, kurangnya minat masyarakat untuk menjadi penebang juga menjadi alasan lain dalam pengadaan mekanisasi ini. "Sekarang soalnya orang-orang lebih milih kerja di garmen, itu lebih bergengsi daripada menjadi penebang tebu," tutupnya.
(zul/hen)
Baca Juga
Foto Video Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 13:16 WIB
Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500, Tapi Subsidi BBM 2014 Tetap Melonjak
-
Senin, 20/05/2013 13:00 WIB
BII Finance Patok Bunga Obligasi Maksimal 8,5%
-
Senin, 20/05/2013 13:00 WIB
Pengadaan Barang Pemerintah Pakai Sistem Baru, Semoga Tak Ada yang Mengakali
-
Senin, 20/05/2013 12:55 WIB
Penjahit Zara Incar Rp 1 Triliun Lewat Jual Saham di Bursa
-
Senin, 20/05/2013 12:48 WIB
Jadi Guru di SMAN 8 Malang, Bos PLN Ajarkan Siswa Bermimpi
-
Senin, 20/05/2013 12:34 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (2)
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Kenapa Utang RI Tembus Rp 2.000 T? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 12:39 WIB
Kisah Emirsyah Satar yang 'Terbangkan' Garuda dari Maskapai Terpuruk
-
Senin, 20/05/2013 11:23 WIB
Sri Mulyani: Ada Seorang Menkeu 'Curhat' Soal BBM Subsidi yang Bikin Boros
-
67 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 12:48 WIB
Jadi Guru di SMAN 8 Malang, Bos PLN Ajarkan Siswa Bermimpi
Tepat di Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada hari ini, SMA Negeri 8 Malang didatangi Direktur Utama PLN Nur Pamudji. Pada kesempatan itu, Pamudji mengajar soal bermimpi.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 10:30 WIB WIB
Hatta Rajasa: Hari Rabu Sudah Ada Menkeu Baru
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










