detikfinance

Coca-Cola Akhiri Koreksi Wall Street

Angga Aliya - detikfinance
Rabu, 18/07/2012 07:52 WIB
//images.detik.com/content/2012/07/18/6/lambangreutersdalam.jpg Foto: Reuters
New York -Pasar saham Wall Street mengakhiri koreksi berkat saham Coca-Cola dan Goldman Sachs yang menguat cukup tinggi bersamaan dengan emiten lain di indeks S&P. Sahamnya menanjak setelah laporkan kinerja melebihi ekspektasi pasar.

Selain itu, Gubernur The Federal Reserve Ben Bernanke dalam pidatonya memberi sinyal bahwa bank sentral itu siap memberikan stimulus. Meski belum semua emiten melaporkan kinerja, tapi sebanyak 72% emiten yang melapor kinerjanya melampaui estimasi pasar.

Saham Goldman Sachs naik 0,3% ke level US$ 97,98 per lembar meski labanya turun 12% di triwulan ini. Sementara saham Coca-Cola Co menanjak 1,6% ke level US$ 77,69 per lembar.

Menjelang pengumuman Bernanke, saham-saham terkena koreksi. Tapi, bank sentral memberikan sinyal akan menyiapkan berbagai cara untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.

"Kami harapkan the Fed akan meluncurkan QE3, paling cepat awal Agustus," kata Oliver Pursche, CEO Gary Goldberg Financial Services di Suffern, New York, dikutip dari Reuters, Rabu (18/7/2012).

"Satu-satunya pihak yang bisa memulihkan (ekonomi) atau menaikkan PDB adalah the Fed," ujarnya.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones menguat 78,33 poin (0,62%) ke level 12.805,54. Indeks Standard & Poor's 500 bertambah 10,03 poin (0,74%) ke level 1.363,67. Indeks Komposit Nasdaq naik 13,10 poin (0,45%) ke level 2.910,04.

(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut