Dalam 11 Tahun Subsidi Listrik Melonjak 24 Kali Lipat
Rabu, 18/07/2012 11:11 WIB
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Perkembangan subsidi listrik dari tahun ke tahun sangat memprihatinkan. Bayangkan, dalam 11 tahun subsidi listrik melonjak hingga 24 kali lipat, bahkan tahun ini diperkirakan subsidi listrik sudah mencapai Rp 100 triliun.
Hal imi disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar dalam seminar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
"Bahkan dalam 11 tahun terakhir nilai subsidi listrik meningkat 24 kali lipat yang semula Rp 3,9 triliun pada 2000 namun saat ini 2012 dialokasikan Rp 65 triliun namun diperkirakan realisasinya mencapai Rp 100 triliun," kata Mahendra.
Mahendra bilang, sebelum 2005, subsidi listrik berkisar antara Rp 3,4 triliun-Rp 4,9 triliun.
"Akan tetapi seiring dengan perubahan skema dari subsidi terarah menjadi subsidi untuk seluruh golongan tarif, serta meningkatnya harga minyak mentah dunia, maka besaran subsidi merangkak naik menjadi double digit (dua angka)," jelas Mahendra.
Mahendra berujar, seperti 2012 ini pemerintah mengalokasikan subsidi listrik Rp 65 triliun, namun realisasinya diperkirakan akan lebih besar, mungkin menembus angka Rp 100 triliun.
"Padahal tahun sebelumnya angaran subsidi listrik hanya Rp 45 triliun, dan perlu diketahui realisasi subsidi listrik pada 2011 meningkat 2 kali dibandingkan anggarannya, sehingga mencapai Rp 93 triliun, terutama diakibatkan adanya perubahan harga BBM," ucapnya.
Apalagi kata Mahendra, masalah existing saat ini adalah pembangkit PLN masih banyak yang bergantung pada BBM sehingga Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik masih sangat rentan terhadap perubahan harga minyak dunia.
"Ini juga mengakibatkan nilai dan fluktuasi subsidi listrik yang harus dialokasikan dalam APBN menjadi sulit untuk dikendalikan," ujarnya.
Sebagai upaya menurunkan besaran subsidi tersebut salah satunya meningkatkan kapasitas pembangkit listrik yang berbiaya rendah seperti percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MW Tahap 1.
"Tapi penyelesaian proyek ini mengalami delay (keterlambatan) sehingga belum memberikan manfaat baik bagi PLN maupun bagi Negara," tegasnya.
(rrd/dnl)
Hal imi disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar dalam seminar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
"Bahkan dalam 11 tahun terakhir nilai subsidi listrik meningkat 24 kali lipat yang semula Rp 3,9 triliun pada 2000 namun saat ini 2012 dialokasikan Rp 65 triliun namun diperkirakan realisasinya mencapai Rp 100 triliun," kata Mahendra.
Mahendra bilang, sebelum 2005, subsidi listrik berkisar antara Rp 3,4 triliun-Rp 4,9 triliun.
"Akan tetapi seiring dengan perubahan skema dari subsidi terarah menjadi subsidi untuk seluruh golongan tarif, serta meningkatnya harga minyak mentah dunia, maka besaran subsidi merangkak naik menjadi double digit (dua angka)," jelas Mahendra.
Mahendra berujar, seperti 2012 ini pemerintah mengalokasikan subsidi listrik Rp 65 triliun, namun realisasinya diperkirakan akan lebih besar, mungkin menembus angka Rp 100 triliun.
"Padahal tahun sebelumnya angaran subsidi listrik hanya Rp 45 triliun, dan perlu diketahui realisasi subsidi listrik pada 2011 meningkat 2 kali dibandingkan anggarannya, sehingga mencapai Rp 93 triliun, terutama diakibatkan adanya perubahan harga BBM," ucapnya.
Apalagi kata Mahendra, masalah existing saat ini adalah pembangkit PLN masih banyak yang bergantung pada BBM sehingga Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik masih sangat rentan terhadap perubahan harga minyak dunia.
"Ini juga mengakibatkan nilai dan fluktuasi subsidi listrik yang harus dialokasikan dalam APBN menjadi sulit untuk dikendalikan," ujarnya.
Sebagai upaya menurunkan besaran subsidi tersebut salah satunya meningkatkan kapasitas pembangkit listrik yang berbiaya rendah seperti percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MW Tahap 1.
"Tapi penyelesaian proyek ini mengalami delay (keterlambatan) sehingga belum memberikan manfaat baik bagi PLN maupun bagi Negara," tegasnya.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Selasa, 21/05/2013 13:09 WIB
MS Hidayat Tepis Kabar Karen Agustiawan Jadi Kepala BKPM
-
Selasa, 21/05/2013 13:06 WIB
Tak Lagi Rangkap Jabatan Menkeu, Hatta: Saya Jadi Agak Rileks
-
Selasa, 21/05/2013 12:56 WIB
Dahlan: Chatib Cocok Jadi Menkeu Karena Tidak Ikut Partai
-
Selasa, 21/05/2013 12:47 WIB
Selain Brimob, 1 Barracuda Disiapkan Hadang Demo di Kantor Jero Wacik
-
Selasa, 21/05/2013 12:36 WIB
Izin Belum Keluar, BlackBerry Q10 dan Z10 Dilarang Beredar di Indonesia
-
Selasa, 21/05/2013 12:25 WIB
Izin Belum Keluar, BlackBerry Q10 dan Z10 Dilarang Beredar di Indonesia
-
Selasa, 21/05/2013 11:12 WIB
Ini Cara 'Menempel' Orang Kaya Agar Jadi Pengusaha Sukses
-
Selasa, 21/05/2013 09:52 WIB
Puluhan Brimob Berjaga-jaga di Kantor Jero Wacik, Ada Apa?
-
Selasa, 21/05/2013 10:41 WIB
Mengintip Gaji Pejabat Komnas HAM dan KPPU, Paling Tinggi Rp 30 Juta
-
Selasa, 21/05/2013 08:34 WIB
Kisah Sulitnya Bintang Porno Membuka Rekening Bank
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 10:32 WIB WIB
Rata-rata Masyarakat RI Tinggalkan 'Receh' Rp 500 Setiap Hari
-
Selasa, 21/05/2013 10:17 WIB WIB
Hotel-hotel Unik, dari Bangkai Pesawat Hingga Pabrik Bir (1)
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










