detikfinance

Setelah Molor Setahun, PLTU Lombok Akhirnya Beroperasi

Kusmayadi - detikfinance
Rabu, 18/07/2012 14:37 WIB
Setelah Molor Setahun, PLTU Lombok Akhirnya Beroperasi Foto: Dok. detikFinance
Mataram -Setelah molor setahun akibat alat impor dari China rusak berkali-kali, PLTU 1x25 megawatt (MW) di Jeranjang, Lombok Barat, NTB, akhirnya beroperasi. PLTU itu kini sudah mulai masuk sistem listrik PLN di Lombok, meski operasi resmi masih harus menunggu Sertifikat Layak Operasi dari Kementrian ESDM.

"Commercial Operation Date (COD) sebetulnya pada bulan Agustus. Tapi PLTU Jeranjang saat ini sudah mulai beroperasi dan listrik yang dihasilkan sudah masuk ke sistem Lombok," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Eko Bambang Sutedjo, di Mataram, Rabu (18/7/2012).

PLTU yang merupakan bagian proyek percepatan 10.000 MW tahap pertama ini, kata Eko, sudah mulai menjalani uji performa secara bertahap sejak Juni 2012. Suplai daya dari PLTU mulai masuk listrik sistem Lombok pada 26 Juni.

"Awalnya PLTU beroperasi menghasilkan daya sebesar 12 MW hingga 13 MW. Dan kini memasuki Juli sudah ditingkatkan hingga 20 MW," kata Eko.

Performa PLTU akan terus meningkat, sehingga pada saat COD Agustus mendatang, sudah benar-benar menghasilkan daya sebesar 25 MW, sesuai kapasitas pembangkit.

"Operasi secara resmi masih menunggu sertifikat layak operasi yang diterbitkan oleh Kementrian ESDM. Saat ini, kelayakan PLTU tengah dipantau tim surveyor independen, sebagai syarat mendapatkan sertifikat itu," katanya.

Jika tak ada aral melintang, tengah Agustus, sertifikat layak operasi harusnya sudah dikantongi.

Harusnya PLTU ini beroperasi pada 16 Agustus 2011. Namun kekurangan dan kerusakan suku cadang menjadi penyebab utama molornya proyek. Material-material yang kurang itu umumnya harus diimpor kontraktor proyek dari China.

Salah satu peralatan penting yang tak kunjung beres adalah generator transformer. Tadinya alat yang diimpor dari China ini sudah terpasang, namun saat uji coba, justru rusak, sehingga harus diganti.

Ketika alat serupa datang di Surabaya dari China, ketika dalam proses bongkar muat di Pelabuhan di Surabaya, alatnya jatuh. Rusak lagi, sehingga harus dipesan ulang dari China.

Generator ketiga yang dipesan juga mengalami kerusakan. Ini akibat truk yang mengangkut generator terguling dalam perjalanan dari Surabaya ke Mataram, sehingga generator harus diimpor ulang.

Selain itu, suku cadang impor lain yang mengalami kerusakan adalah boiler. Tungku pemanas ini juga rusak saat uji coba. Saat diberi tekanan 250 bar, material gaskets boiler bocor di beberapa titik.

Karena terus molor, peresmian PLTU ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono urung dilakukan, meski telah menjadi salah satu agenda istana.

Tadinya peresmian PLTU ini juga menjadi salah satu agenda Wakil Presiden Boediono saat kunjungan kerja ke Mataram, 30 Juni 2012. Namun peresmian kembali ditunda, karena saat itu, PLTU baru menjalani uji performa.

(dnl/dnl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI Jumat, 26/08/2016 07:22 WIB
    Wawancara Sekjen KKP
    Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI
    Perairan Natuna menyimpan potensi perikanan yang sangat besar. Kekayaan itu membuat nelayan dari berbagai sering mencuri ikan di wilayah ini. P
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun Jumat, 26/08/2016 18:56 WIB
    Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun
    Sri Mulyani genap berusia 54 tahun. Usianya tergolong muda untuk ukuran orang yang berkali-kali menduduki jabatan penting skala nasional dan internasional.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut