Bangun The New Tanjung Priok, Pelindo Tak Ingin Ada Kasus 'Mbah Priok' Lagi
Jumat, 20/07/2012 11:42 WIB
Jakarta - Sengketa lahan memang menjadi masalah klasik bagi pemerintah sendiri maupun perusahaan di Indonesia. Hal ini juga yang tengah dihadapi oleh PT Pelindo II (Persero). Ditengah harapan memperbaharui sekaligus membangun pelabuhan bertaraf internasional, Pelindo dihadapkan masalah lahan yang 'diklaim' oleh penduduk setempat.
"Kami tengah mencari sebuah penyelesaian paling baik dan menguntungkan penduduk juga. Kita tak ingin ada kasus seperti di Makam Mbah Priok ketika itu," ungkap Sekretaris Perusahaan Pelindo II, Rima Novianti ketika dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jumat (20/7/2012).
Rima memang mengakui, tanah yang dimiliki Pelindo II sebagai bagian dari perluasan dan pengembangan Pelabuhan Kalibaru sebagai The New Tanjung Priok memang ditempati oleh para nelayan. "Kita harapkan penyelesaian yang baik pokoknya. Entah dipindahkan atau kita cari tempat baru bagi mereka atau seperti apa nantinya. Tapi memang itu tanah Pelindo II," terang Rima.
Seperti diketahui, warga Kalibaru menolak untuk merelakan tanah yang mereka tinggali demi kelancaran proyek pelabuhan New Tanjung Priok. Padahal, tanah itu milik PT Pelindo II, operator pelabuhan yang ada di utara Jakarta tersebut.
Menurut Ketua RW 09 Kelurahan Kalibaru Roni, warga setempat sudah tinggal di tanah milik Pelindo itu sejak 50 tahun lalu. Sehingga, mereka merasa setidaknya bisa mendapat kompensasi yang mereka sebut sebagai ganti untung, bukan ganti rugi.
"Mereka BUMN punya Perda kita punya KUHP. Sampai saat ini tanah sudah 50 tahun kita duduki apakah mereka berwenang untuk merebut lahan ini. kita adalah warga Indonesia yang punya hak," kata Roni kemarin.
Sebelumnya, memang rencana penggusuran makam Mbah Priok untuk perluasan Pelabuhan Tanjung Priok oleh Pelindo beberapa waktu lalu sempat memunculkan kerusuhan yang menelan sejumlah korban jiwa. Penggusuran pun akhirnya dihentikan karena mendapatkan resistensi tinggi dari penduduk sekitar.
(dru/dnl)
"Kami tengah mencari sebuah penyelesaian paling baik dan menguntungkan penduduk juga. Kita tak ingin ada kasus seperti di Makam Mbah Priok ketika itu," ungkap Sekretaris Perusahaan Pelindo II, Rima Novianti ketika dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jumat (20/7/2012).
Rima memang mengakui, tanah yang dimiliki Pelindo II sebagai bagian dari perluasan dan pengembangan Pelabuhan Kalibaru sebagai The New Tanjung Priok memang ditempati oleh para nelayan. "Kita harapkan penyelesaian yang baik pokoknya. Entah dipindahkan atau kita cari tempat baru bagi mereka atau seperti apa nantinya. Tapi memang itu tanah Pelindo II," terang Rima.
Seperti diketahui, warga Kalibaru menolak untuk merelakan tanah yang mereka tinggali demi kelancaran proyek pelabuhan New Tanjung Priok. Padahal, tanah itu milik PT Pelindo II, operator pelabuhan yang ada di utara Jakarta tersebut.
Menurut Ketua RW 09 Kelurahan Kalibaru Roni, warga setempat sudah tinggal di tanah milik Pelindo itu sejak 50 tahun lalu. Sehingga, mereka merasa setidaknya bisa mendapat kompensasi yang mereka sebut sebagai ganti untung, bukan ganti rugi.
"Mereka BUMN punya Perda kita punya KUHP. Sampai saat ini tanah sudah 50 tahun kita duduki apakah mereka berwenang untuk merebut lahan ini. kita adalah warga Indonesia yang punya hak," kata Roni kemarin.
Sebelumnya, memang rencana penggusuran makam Mbah Priok untuk perluasan Pelabuhan Tanjung Priok oleh Pelindo beberapa waktu lalu sempat memunculkan kerusuhan yang menelan sejumlah korban jiwa. Penggusuran pun akhirnya dihentikan karena mendapatkan resistensi tinggi dari penduduk sekitar.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 25/05/2013 16:44 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 15:28 WIB
Chairul Tanjung Jadi 'Pak Pos' Dadakan di Korea
-
Sabtu, 25/05/2013 14:41 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Indonesia Harus Berguru ke Korsel
-
Sabtu, 25/05/2013 14:06 WIB
Merpati Masuk Daftar Maskapai Terburuk di Dunia, Ini Tanggapan Bosnya
-
Sabtu, 25/05/2013 15:47 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 16:41 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 15:24 WIB
Laporan dari Korea Selatan
Chairul Tanjung Jadi 'Pak Pos' Dadakan di Korea
-
Sabtu, 25/05/2013 14:06 WIB
Merpati Masuk Daftar Maskapai Terburuk di Dunia, Ini Tanggapan Bosnya
-
Sabtu, 25/05/2013 14:35 WIB
Laporan dari Korea Selatan
Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Indonesia Harus Berguru ke Korsel
-
34 Komentar
-
33 Komentar
-
29 Komentar
-
22 Komentar
-
20 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
Menteri BUMN Dahlan Iskan, menjadi dosen tamu di Peking University, Beijing, China. Dahlan menjadi pembicara pada acara yang diselenggarakan PPI di China.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 16:24 WIB WIB
Bisnis Keripik Jamur Beromzet Rp 500 Juta/Bulan, Berminat?
-
Jumat, 24/05/2013 15:54 WIB WIB
PT DI Jualan Pesawat 'Made in Bandung' ke 6 Negara
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










