detikfinance

Butuh Minimal Rp 72 Triliun Bangun 'Pabrik iPad' di Indonesia

Zulfi Suhendra - detikfinance
Jumat, 20/07/2012 14:48 WIB
Jakarta - Pemerintah sedang merayu Foxconn Technolgy Group untuk membangun pabrik di Indonesia. Biaya yang dibutuhkan sekitar US$ 8-10 miliar (Rp 72-90 triliun).

"Saya termasuk menteri yang diminta untuk mem-follow up untuk investasi besar itu, sebab itu investasinya bisa mencapai US$ 8-10 miliar," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat saat ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jumat (20/7/2012).

Saking besarnya investasi asing itu, pemerintah tak mau sampai lepas begitu saja apalagi sampai gagal. Maka dari itu, Hidayat rela mendatangi Foxconn di markasnya, Taiwan, bersama Dirjen Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sesuai dengan nilai investasinya yang besar, lahan yang dibutuhkan juga sangat besar. Kata Hidayat, butuh sekitar 1.000 hektar lahan lengkap dengan infrastruktur penunjangnya.

"Mereka membutuhkan lahan sekitar 1.000 hektar. Untuk lahan 1.000 hektar dan infrastruktur yang lengkap itu sulit untuk di luar Jawa," katanya.

Hidayat juga optimistis investasi itu bisa terealisasi tahun ini. Lebih jauh lagi, pemerintah bermimpi Foxconn bisa membangun tiruan Silicon Valley di dalam negeri.

"Harus tahun ini, sesegera mungkin. Untuk tempatnya saya sudah tahu tapi nggak bisa menyebutkan," ujarnya.

Seperti diketahui, Foxconn adalah perusahaan manufaktur yang berasal dari Taiwan yang memproduksi komponen-komponen elektronik untuk beberapa merk terkenal seperti Apple, Nokia, Google.

Salah satu produksinya adalah iPad. Foxconn sendiri telah berinvestasi di Brasil dan berencana untuk menambah lima fasilitas produksi baru di negara itu.

Mantan ketua Kadin itu juga akan menyambangi Foxconn demi mempercepat investasi asing tersebut bersama Dirjen Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ke Taiwan.


(ang/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close