detikfinance

Reli Lima Hari IHSG Berhenti Akibat Profit Taking

Angga Aliya - detikfinance
Jumat, 20/07/2012 16:08 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/07/20/6/155246_bei8luar.jpg
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 14 poin menutup perdagangan akhir pekan. Reli lima hari IHSG terpaksa berhenti akibat profit taking yang dilakukan investor lokal.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.460 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.470 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 1,593 poin (0,03%) ke level 4.097,789. Investor belum terlalu bersemangat akibat buruknya data ekonomi AS.

Investor masih berhati-hati akibat sentimen data manufaktur dan tenaga kerja AS yang melambat, meski di tengah penguatan pasar global. Posisi indeks yang sudah tinggi juga bisa dimanfaatkan untuk aksi ambil untung.

Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis. Indeks mondar-mandir antara zona merah dan hijau sebelum penutupan perdagangan sesi pagi.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 0,236 poin (0,01%) ke level 4.096,056 investor masih menanti laporan kinerja emiten semester I-2012. Perdagangan di pasar modal hingga siang tadi berjalan datar.

Investor masih lakukan aksi tunggu akibat sentimen mixed yang beredar di pasar global dan regional tersebut. Emiten juga belum banyak yang merilis laporan kinerja keuangan semester I-2012.

Memasuki perdagangan sesi sore indeks langsung terknena aksi ambil untung. Bahkan, aksi ini semakin gencar terjadi menjelang penutupan perdagangan sehingga indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di 4.067,479.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (19/7/2012), IHSG ditutup turun 14,995 poin (0,37%) ke level 4.081,201. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 4,527 poin (0,65%) ke level 695,597.

Aksi ambil untung banyak dilakukan investor lokal, sementara asing masih melakukan aksi beli selektif. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 61,935 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 90.951 kali pada volume 5,788 juta lot saham senilai Rp 3,951 triliun. Sebanyak 102 saham naik, sisanya 150 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Menutup perdagangan akhir pekan bursa-bursa di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Hanya pasar saham Hong Kong yang masih mampu menguat hari ini.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:


  • Indeks Komposit Shanghai melemah 16,20 poin (0,74%) ke level 2.168,64.  
  • Indeks Hang Seng naik 81,75 poin (0,42%) ke level 19.640,80.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 125,68 poin (1,43%) ke level 8.669,87.  
  • Indeks Straits Times turun 16,01 poin (0,53%) ke level 3.012,95.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Pool Advista (POOL) naik Rp 330 ke Rp 1.680, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke Rp 50.850, Inovisi (INVS) naik Rp 250 ke Rp 6.600, dan Gading Development (GBTO) naik Rp 250 ke Rp 5.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Eatertainment (SMMT) turun Rp 1.395 ke Rp 780, Mayora (MYOR) turun Rp 750 ke Rp 22.050, United Tractor (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 21.750, dan Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 23.000.




(ang/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut