detikfinance

Pre Closing & Post Trading Siap Meluncur

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Senin, 23/07/2012 10:16 WIB
//images.detik.com/content/2012/07/23/6/bei5dalam.jpg
Jakarta -Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) segera memperkenalkan sistem pre closing atau penetapan harga saham jelang penutupan perdagangan yang telah dirumuskan Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun lalu.

Peluncuran pre closing akan berbarengan dengan post trading yaitu akumulasi order investor sesaat perdagangan usai. Dokumen perizinan telah diterima Bapepam-LK dan siap diluncurkan dalm waktu dekat.

"Kami telah meminta mereka (BEI) untuk menentukan skala prioritas perizinan aturannya. Perizinan penerbitan aturan BEI yang akan kami keluarkan terlebih dahulu adalah penetapan pre closing dan post trading serta penambahan jam perdagangan," ujar Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek, Yunita Linda Sari, di Jakarta, Senin (237/2012).

Usai izin pre closing dan post trading resmi diterapkan, baru disusul dengan keluarnya aturan perdagangan produk derivatif yaitu Kontrak Opsi Saham yang telah direvisi (new option) dan indeks futures.

Direktur Teknologi Informasi BEI, Adikin Basirun menambahkan implementasi pre closing secara metodologi hampir sama seperti penentuan harga saham jelang pembukaan perdagangan (pre opening).

Khusus penerapan post trading, lanjut Adikin dibutuhkan investor untuk memenuhi kebutuhan transaksi saham tertentu yang mungkin tidak bisa didapatkannya saat sistem sudah memasuki periode pre closing.

"Misalkan investor yang ingin membeli 10 lot lembar saham dan baru mendapatkan 9 lot namun sistem sudah memasuki pre closing, investor bisa mendapatkan satu lot lagi saat periode post trading," ucapnya

Pada 10-15 menit sebelum penutupan perdagangan, sistem secara otomatis akan menerapkan metode penentuan harga saham yang tercatat di BEI. Harga didasarkan akumulasi rata-rata beli dan jual terhadap saham tertentu.

Saat proses pre closing selesai, 5–10 menit kemudian sistem akan menerapkan post trading untuk mengakumulasi transaksi yang dilakukan investor, saat sistem sedang mengakumulasi di periode pre closing.

"Sehingga meskipun harga saham sudah ditentukan di periode pre closing, harga suatu saham tetap masih dapat berubah karena masih ada periode post trading. Secara sistem, kami sudah siap untuk menerapkan pre closing, post trading ataupun penambahan jam perdagangan," imbuhnya.
(wep/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut