detikfinance
Konsultasi Saham
Mega Capital Indonesia
Konsultasi Saham
Research Team
PT Mega Capital Indonesia
Call Center : (021) 7917 5599

Kapok 'Bermain' Saham, Harus Bagaimana?

eTrading Securities - detikfinance
Senin, 23/07/2012 11:25 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/07/23/65/113114_bei8luar.jpg
Jakarta - Saya adalah seorang trader saham. Terlalu banyak saham yang nyangkut serta terlalu besar kerugian yang harus saya alami membuat saya kapok bermain saham.

Permasalahannya, apakah saya lebih baik berinvestasi ORI, reksadana, atau obligasi korporasi? Dan bagaimana cara membeli obligasi/ORI?

Kemudian, kapan saya bisa menjual rugi saham yang saya miliki?

Terima kasih.

Jawaban:
Terima kasih untuk pertanyaannya Bapak/ibu Wid

Sebelum saya menjawab pertanyaan Bapak/ibu Wid perlu saya jelaskan jenis ‘investor’ atau ‘pemain’ saham:

1. Trader, mereka yang membeli saham dan menjualnya kembali dengan time horizon jangka pendek bisa harian bahkan hanya hitungan jam/menit. Biasanya tools yang dipakai adalah technical analysis namun ada juga yang hanya memakai ‘insting’. Resiko jenis ini cukup tinggi.

2. Investor, mereka yang membeli saham dan menjualnya kembali dalam jangka panjang, pemilihan saham berdasarkan analisis Fundamental seperti pertumbuhan penjualan/laba bersih perusahan tersebut, struktur neraca dll. Resiko lebih rendah dibanding jenis trader

Kebanyakan tipe ‘pemain’ saham di Indonesia adalah tipe trader namun sayangnya banyak yang belum melengkapi diri dengan pengetahuan yang cukup untuk menjadi trader sehingga banyak mengalami kerugian.

Mungkin sekarang bapak/ibu Wid ingin membanting setir ke reksadana/obligasi korporasi dan ORI. Untuk reksadana bermacam-macam jenisnya ada pendapatan tetap (sebagian besar di Investasi di Obligasi baik pemerintah/korporasi); pasar uang (instrument investasi surat berharga yang jatuh tempo kurang dari satu tahun); Saham; berimbang dll.

Tidak ada satu yang lebih baik dari yang lain karena selalu ‘High Risk High Return’, dan masing-masing instrument punya kelebihan dan kekurangannya seperti obligasi korporasi mempunyai kekurangan yakni untuk membeli butuh modal yang besar sementara kalau reksadana fixed income kekurangannya mempunyai banyak biaya yang dibebankan ke pemegang reksadana tersebut (unit holder) seperti management fee, custodian fee, entry/exit fee dll.

Untuk membeli obligasi bisa lewat perusahaan sekuritas yang mempunyai divisi fixed income seperti etrading securities, untuk ORI (perdana) dapat dibeli di agen penjual yang ditunjuk pemerintah bisa perusahaan sekuritas atau bank.



(etr/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA