Wuih, James Riady 'Berantem' Lawan Orang Terkaya Malaysia
Selasa, 24/07/2012 11:44 WIB
Singapura - Salah satu jajaran orang terkaya di Malaysia, T. Ananda Krishnan dan taipan properti RI James Riady diketahui tengah 'berantem' di Pengadilan Singapura dalam sebuah perkara arbitrase.
Dalam kasus tersebut dimana akan disidangkan pertama kali pada 25 Juli 2012, delapan anak perusahaan milik Krishnan mengupayakan perintah dari pengadilan agar perusahaan milik James Riady membayar ganti rugi sebesar US$ 300 juta Singapura kepada Krishnan.
Berdasarkan pemberitaan Media Malaysia, The Star yang dikutip detikFinance, Selasa (24/7/2012), pada tahun 2005, Krishnan yang memiliki kekayaan US$ 7,8 miliar, bersama dengan James Riady mendirikan perusahaan patungan televisi berbayar. Kesepakatan mereka dalam perusahaan patungan itu juga meliputi berbagai peluang bisnis di properti dan telekomunikasi.
Dalam tuntutannya Krishnan mengatakan tiga perusahaan milik James Riady tidak mematuhi keputusan pengadilan arbritrase sebelumnya yang mengharuskan mereka membayar sebagian dana yang telah di-investasikan Krishnan pada sebuah perusahaan televisi berbayar, yang merupakan patungan antara Krishnan dan James Riady.
Namun ketika dikonfirmasi masalah ini, asisten James Riady, Lina Megawati tak mengangkat dua kali telepon dan emailnya.
Astro All Asia Networks Plc yang merupakan perusahaan milik Krishnan pada tahun 2008 lalu memang telah mengakhiri usaha patungan antara Krishnan dan Grup Lippo. Astro All Asia menyatakan Lippo tak mampu membayar tagihan US$ 254 juta. Lippo sendiri pernah mengatakan, Astro menyetop jasa layanan satelit untuk TV berbayar Astro sejak Oktober 2008. Akibatnya, puluhan ribu konsumen Astro di Indonesia pun terkatung-katung.
Kasus ini memang mencuat pada tahun 2008, bahkan di tahun ini PT Ayunda Prima Mitra, anak usaha PT First Media Tbk (KBLV) yang merupakan afiliasi grup Lippo, melakukan serangan balik pada Astro All Asia Network dengan tudingan melakukan rekayasa pembukuan PT Direct Vision. PT Direct Vision merupakan perusahaan patungan PT Ayunda Prima Mitra dengan Astro Malaysia.
(dru/dnl)
Dalam kasus tersebut dimana akan disidangkan pertama kali pada 25 Juli 2012, delapan anak perusahaan milik Krishnan mengupayakan perintah dari pengadilan agar perusahaan milik James Riady membayar ganti rugi sebesar US$ 300 juta Singapura kepada Krishnan.
Berdasarkan pemberitaan Media Malaysia, The Star yang dikutip detikFinance, Selasa (24/7/2012), pada tahun 2005, Krishnan yang memiliki kekayaan US$ 7,8 miliar, bersama dengan James Riady mendirikan perusahaan patungan televisi berbayar. Kesepakatan mereka dalam perusahaan patungan itu juga meliputi berbagai peluang bisnis di properti dan telekomunikasi.
Dalam tuntutannya Krishnan mengatakan tiga perusahaan milik James Riady tidak mematuhi keputusan pengadilan arbritrase sebelumnya yang mengharuskan mereka membayar sebagian dana yang telah di-investasikan Krishnan pada sebuah perusahaan televisi berbayar, yang merupakan patungan antara Krishnan dan James Riady.
Namun ketika dikonfirmasi masalah ini, asisten James Riady, Lina Megawati tak mengangkat dua kali telepon dan emailnya.
Astro All Asia Networks Plc yang merupakan perusahaan milik Krishnan pada tahun 2008 lalu memang telah mengakhiri usaha patungan antara Krishnan dan Grup Lippo. Astro All Asia menyatakan Lippo tak mampu membayar tagihan US$ 254 juta. Lippo sendiri pernah mengatakan, Astro menyetop jasa layanan satelit untuk TV berbayar Astro sejak Oktober 2008. Akibatnya, puluhan ribu konsumen Astro di Indonesia pun terkatung-katung.
Kasus ini memang mencuat pada tahun 2008, bahkan di tahun ini PT Ayunda Prima Mitra, anak usaha PT First Media Tbk (KBLV) yang merupakan afiliasi grup Lippo, melakukan serangan balik pada Astro All Asia Network dengan tudingan melakukan rekayasa pembukuan PT Direct Vision. PT Direct Vision merupakan perusahaan patungan PT Ayunda Prima Mitra dengan Astro Malaysia.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 21:39 WIB
Apa Kabar Mobil Nasional? Tak Satupun Pengusaha Besar Mau Beri Modal
-
Rabu, 22/05/2013 21:20 WIB
RI Bergantung Minyak Impor, MS Hidayat: Importir Makin Besar Untungnya
-
Rabu, 22/05/2013 19:10 WIB
Ekspansi Intraco Penta di Kalimantan
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 18:39 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 12:56 WIB
Bos Majalah Porno Beli Rumah Rp 48 Miliar, Kado Untuk Istri Baru
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 21:39 WIB
Apa Kabar Mobil Nasional? Tak Satupun Pengusaha Besar Mau Beri Modal
-
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB
Perusahaan Taksi Ini Jual Mobil Bekas Rp 7,5 Juta
-
38 Komentar
-
25 Komentar
-
22 Komentar
-
21 Komentar
-
19 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
Pengusaha tambang raksasa Gina Rinehart telah kehilangan kekayaan AUD 7 miliar (US$ 6,8 miliar) atau sekitar Rp 64 triliun tahun lalu. Meski begitu, Rinehart tetap jadi orang terkaya di Australia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 16:01 WIB WIB
Perbanas Ungkap Alasan Soal Gencarnya Bank Singapura Akuisisi Bank Lokal
-
Rabu, 22/05/2013 15:46 WIB WIB
Sudah Terpasang AC, Harga Tiket Kereta Jarak Jauh Kelas 3 Naik 175%
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







