detikfinance

Ironis! Pedagang Tahu Tempe Kecil-kecilan Kena Razia, Hipermarket Aman

Suhendra - detikfinance
Rabu, 25/07/2012 14:53 WIB
Jakarta - Para pedagang tahu dan tempe di pasar tradisional yang masih berjualan akan kena razia seperti yang dialami oleh para pedagang di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur.

Hal yang berbeda justru terjadi di ritel-ritel moderen seperti hipermarket yang bebas melenggang menjual tempe tahu dengan aman bebas dari razia.

Ketua II Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Sutaryo menanggapi kenyataan ini. Menurutnya aksi razia atau sweeping oleh para perajin atau anggota koperasi tahu tempe sebagai luapan emosi sesaat saja. Mereka melakukan itu karena kecewa ada beberapa rekannya yang tak kompak melakukan mogok karena masih produksi maupun berdagang.

"Saya tegaskan aksi itu tak sesuai dengan perintah kita, itu hanya emosional saja, tak ada perintah dari kita," kata Sutaryo kepada detikFinance, Rabu (25/7/2012)

Sutaryo mengakui dilain sisi saat ini masih banyak ritel moderen seperti hipermarket yang masih menjual tahu tempe dan bebas dari razia, sementara di pasar tradisional para pedagang kena razia.

"Memang masih ada tapi itu ada, biasanya ritel moderen sekali suplai untuk 3-4 hari, jumlahnya kecil. Lagi pula kalau mau masuk untuk razia susah," katanya.

Sementara itu salah seorang pedagang warteg di kawasan Buncit mengakui bahwa untuk mendapatkan tempe pada hari ini akan sulit jika mencari di pasar tradisional. Namun ia bisa mendapatkan tempe untuk membuat tempe tepung, diperoleh dari ritel moderen.

Seperti diketahui hari ini pukul 13.30 WIB, sekitar 40 orang anggota Primkopti bergerak dari kantornya di Jalan Persahabatan Raya No 10, Jakarta Timur, dengan menggunakan sepeda motor. Mereka menuju Pasar Rawamangun yang berjarak kurang lebih 200 meter dari kantornya.

Tiba di pasar, anggota Primkopti yang mengenakan seragam warna biru hitam langsung menyisir para pedagang yang masih menjual tempe atau tahu. Mereka langsung menyita tahu dan tempe dari tangan pedagang yang menjualnya tanpa tedeng aling-aling.

"Orangnya nggak diambil. Tahu tempenya yang diambil," seru anggota Primkopti.

Pedagang-pedagang yang masih menjual tempe tahu hanya bisa melongo melihat dagangannya diambil paksa tanpa bayar. Anggota Primkopti mengaku hal ini sebagai bagian dari libur bersama tempe tahu.

"Tanggal 25-27 libur bersama karena kacang kedelai terlalu mahal," kata seorang anggota Primkopti yang tidak mau disebutkan namanya.




(hen/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA