detikfinance

Ini 2 Cara Pemerintah Atasi Kelangkaan Tempe-Tahu

Rista Rama Dhany - detikfinance
Sabtu, 28/07/2012 13:23 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/07/28/4/132420_tahuluar.jpg
Jakarta - Pemerintah langsung merespons kelangkaan tempe-tahu di pasar akibat tingginya harga kedelai impor yang mencapai Rp 8.000/kg, yakni dengan dua kebijakan. Apa saja?

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Achmad Suryana mengatakan, kedelai adalah salah satu sumber protein utama pola pangan masyarakat Indonesia, untuk itu perlu penanganan cepat untuk mengatasi tingginya harga kedelai dan langkanya produk tempe-tahu di masyarakat.

"Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah mempunyai solusi jangka pendek dan jangka panjang," kata Achmad di diskusi Polemik SindoRadio, di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

Untuk jangka pendek, pemerintah menurunkan bea masuk dari sebelumnya 5% menjadi 0% untuk kurun waktu hingga Desember 2012.

"Tujuannya akan harga kedelai impor bisa diturunkan," kata Achamd.

Selain itu solusi jangka pendeknya, pemerintah akan mendorong koperasi petani agar bisa melakukan impor kedelai langsung.

"Pemerintah akan mendorong dan membantu koperasi petani agar bisa impor langsung kedelai, walau ini tidak mudah, tapi jika impor langsung petani bisa menghindari kartel," ujarnya.

Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah akan berupaya meningkatkan luas lahan kedelai serta meningkatkan kualitas dan pasokan bibit unggul khususnya bibit kedelai dari Grobokan dimana produksinya dapat mencapai 3-4 ton per hektar.

"Kementerian Pertanian juga akan meningkatkan para penyuluh agar dapat memberikan pembimbingan kepada petani," ucapnya.

Sementara masalah lahan kedelai, sebenarnya untuk mencapai target swasemada kedelai 2014 diperlukan paling tidak 500.000 hektar.

"Namun karena jaraknya saat ini sudah lumayan jauh, untuk mencapai swasembada kedelai nampaknya harus dilakukan dengan sangat kerja keras," tandasnya.



(rrd/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA