Habisi Kartel Kedelai, Bulog Minta Diberi Kuasa Penuh Impor Kedelai
Sabtu, 28/07/2012 14:10 WIB
Jakarta - Melambungnya harga kedelai impor diyakini didalangi oleh para kartel-kartel atau importir kedelai yang menaikkan harga untuk mendapatkan keuntungannya sendiri. untuk menghabisi peran para kartel tersebut, Perum Bulog meminta kepada pemerintah diberi peran sebagai satu-satunya pintu masuk impor kedelai.
Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Agusdin Faried mengatakan, bentuk revitalisasi peran Bulog salah satunya bisa dengan meningkatkan peran Bulog yang tidak lagi menstabilisasi harga beras tetapi juga bahan pokok lainnya seperti kedelai.
"Revitalisasi peran Bulog nantinya Bulog tidak hanya bertugas menstabilkan harga beras saja tetapi bahan pokok lainnya salah satunya kedelai, dan Bulog sudah siap kalau pemerintah memberi tugas kepada Bulog," kata Agusdin di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).
Namun, masih ada masalah yang menghambat, kata Agusdin, agar peran ini berjalan lancar, para kartel-kartel kedelai ini harus diberangus juga. Karena jika peran kartel tetap besar, maka dikhawatirkan Bulog hanya akan jadi permainan para kartel tersebut.
"Maka itu kami minta kepada pemerintah, jika Bulog diberi tugas menstabilkan harga kedelai, maka Bulog harus menjadi single window. Bulog harus menjadi importir satu-satunya seperti halnya pada beras, tidak ada importir beras selain Bulog," tegasnya.
Jika itu dilakukan, kata Agusdin, impor kedelai seluruhnya dilakukan Bulog dan harga akan mudah dikontrol pemerintah.
"Harga akan diatur pemerintah, tugas Bulog memastikan berapa suplai dan permintaan kedelai, jika suplainya kurang maka diperlukan impor kedelai sekian ton. Hal ini juga untuk menghindari eskalasi harga karena si kartel tidak punya kekuatan apa-apa lagi,"tambah Agusdin.
Dicontohkan Agusdin, tidak ada IP (Importir Produsen) di beras, selama ini di kedelai ada. "Kalau single window, IP kedelai tidak perlu ada lagi, apalagi Bulog juga berpengalaman untuk stabilkan harga kedelai, karena peran Bulog dahulu juga meliputi 9 bahan pokok salah satunya kedelai," tandasnya.
(rrd/dnl)
Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Agusdin Faried mengatakan, bentuk revitalisasi peran Bulog salah satunya bisa dengan meningkatkan peran Bulog yang tidak lagi menstabilisasi harga beras tetapi juga bahan pokok lainnya seperti kedelai.
"Revitalisasi peran Bulog nantinya Bulog tidak hanya bertugas menstabilkan harga beras saja tetapi bahan pokok lainnya salah satunya kedelai, dan Bulog sudah siap kalau pemerintah memberi tugas kepada Bulog," kata Agusdin di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).
Namun, masih ada masalah yang menghambat, kata Agusdin, agar peran ini berjalan lancar, para kartel-kartel kedelai ini harus diberangus juga. Karena jika peran kartel tetap besar, maka dikhawatirkan Bulog hanya akan jadi permainan para kartel tersebut.
"Maka itu kami minta kepada pemerintah, jika Bulog diberi tugas menstabilkan harga kedelai, maka Bulog harus menjadi single window. Bulog harus menjadi importir satu-satunya seperti halnya pada beras, tidak ada importir beras selain Bulog," tegasnya.
Jika itu dilakukan, kata Agusdin, impor kedelai seluruhnya dilakukan Bulog dan harga akan mudah dikontrol pemerintah.
"Harga akan diatur pemerintah, tugas Bulog memastikan berapa suplai dan permintaan kedelai, jika suplainya kurang maka diperlukan impor kedelai sekian ton. Hal ini juga untuk menghindari eskalasi harga karena si kartel tidak punya kekuatan apa-apa lagi,"tambah Agusdin.
Dicontohkan Agusdin, tidak ada IP (Importir Produsen) di beras, selama ini di kedelai ada. "Kalau single window, IP kedelai tidak perlu ada lagi, apalagi Bulog juga berpengalaman untuk stabilkan harga kedelai, karena peran Bulog dahulu juga meliputi 9 bahan pokok salah satunya kedelai," tandasnya.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 18/05/2013 17:35 WIB
Harga BBM Belum Naik, Harga Asbes, Cat, dan Pipa Sudah Naik
-
Sabtu, 18/05/2013 16:04 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 15:31 WIB
Hatta Rajasa Jamin 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tidak Akan Salah Sasaran
-
Sabtu, 18/05/2013 15:16 WIB
Hatta: Minggu Depan Presiden Akan Lantik Menkeu Baru
-
Sabtu, 18/05/2013 15:06 WIB
Bunga Kredit di RI 10% Sementara Malaysia Hanya 2%, Pengusaha Sulit Bersaing
-
Sabtu, 18/05/2013 15:55 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 13:43 WIB
RI Tidak Mau Disalahkan Atas Perubahan Iklim Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
-
Sabtu, 18/05/2013 14:33 WIB
Gita Wirjawan: Mahasiswa Korea Masuk Harvard 700 Orang, RI Hanya 5 Orang
-
68 Komentar
-
65 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 18/05/2013 11:27 WIB
Pagi-pagi, Gita Wirjawan Beri Kuliah Mahasiswa dan Alumni IPB di Hotel Hyatt
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di pagi in imemberi kuliah umum kepada mahasiswa dan alumni program pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








