Investor Mal Keluhkan Mafia Tanah
Sabtu, 28/07/2012 18:29 WIB
Jakarta - Para investor mal mengeluhkan tingginya harga tanah dalam setiap pembangunan mal. Ini terjadi karena para mafia tanah yang menjadi provokator sehingga harga tanah melonjak hingga 200%.
"Kita selalu kesulitan, ketika menetapkan suatu lokasi pembangunan mal, sudah menguasai sebidang tanah, tiba-tiba masuk mafia tanah dan menjadi provokator dan membuat harga tanah naik berlipat-lipat bahkan sampai 200%," ujar Direktur Pakuwon Group Stefanus Ridwan ketika ditemui di pembukaan Mal Kota Kasablanka di Jalan Casablanca, Jakarta Selatan, Sabtu (28/7/2012).
Dikatakan Stefanus, para mafia ini selain merusak tanah juga kadang berhasil menguasai tanah-tanah warga yang berhasil dibeli.
"Akibatnya saat kita mau beli, harga langsung melonjak tajam. Dari biasanya harga Rp 3 juta per m2 ketika dikuasai mafia langsung melnjak Rp 7 juta-Rp 15 juta per meter persegi," ungkap Stefanus.
Kondisi ini menjadi kendala pembangunan suatu mal. Karena harga yang tidak pasti. Bahkan menurut Stefanus, tidak hanya masalah mafia tanah, harga bahan bangunan juga menjadi masalah sendiri.
"Harga bahan bangunan, semen, besi, baja, pasir dan lainnya naiknya turunnya harga terjadi setiap saat," ujarnya.
Selain itu, ujar Stefanus, para investor mal juga kesulitan mencari kontraktor pembangunan mal yang jumlahnya saat ini lebih sedikit dibandingkan jumlah proyek mal dan properti yang ada.
"Dulu kita gampang cari kontraktor, sekarang kita yang berburu kontraktor dan merayu agar kontraktor mau mengerjakan proyek kita, ini karena jumlah kontraktor sedikit sekali dibandingkan banyaknya proyek," katanya.
Apalagi pada bulan puasa seperti ini, kata Stefanus, jumlah pekerja konstruksi makin sedikit. Tiba-tiba mereka bisa memutuskan pulang kampung.
"Makanya pada pembukaan mal Kota Kasablanka ini banyak tenant yang tidak selesai target pengerjaannya. Ini karena banyak pekerja yang pulang kampung, kerja setengah hari," keluhnya.
(rrd/dnl)
"Kita selalu kesulitan, ketika menetapkan suatu lokasi pembangunan mal, sudah menguasai sebidang tanah, tiba-tiba masuk mafia tanah dan menjadi provokator dan membuat harga tanah naik berlipat-lipat bahkan sampai 200%," ujar Direktur Pakuwon Group Stefanus Ridwan ketika ditemui di pembukaan Mal Kota Kasablanka di Jalan Casablanca, Jakarta Selatan, Sabtu (28/7/2012).
Dikatakan Stefanus, para mafia ini selain merusak tanah juga kadang berhasil menguasai tanah-tanah warga yang berhasil dibeli.
"Akibatnya saat kita mau beli, harga langsung melonjak tajam. Dari biasanya harga Rp 3 juta per m2 ketika dikuasai mafia langsung melnjak Rp 7 juta-Rp 15 juta per meter persegi," ungkap Stefanus.
Kondisi ini menjadi kendala pembangunan suatu mal. Karena harga yang tidak pasti. Bahkan menurut Stefanus, tidak hanya masalah mafia tanah, harga bahan bangunan juga menjadi masalah sendiri.
"Harga bahan bangunan, semen, besi, baja, pasir dan lainnya naiknya turunnya harga terjadi setiap saat," ujarnya.
Selain itu, ujar Stefanus, para investor mal juga kesulitan mencari kontraktor pembangunan mal yang jumlahnya saat ini lebih sedikit dibandingkan jumlah proyek mal dan properti yang ada.
"Dulu kita gampang cari kontraktor, sekarang kita yang berburu kontraktor dan merayu agar kontraktor mau mengerjakan proyek kita, ini karena jumlah kontraktor sedikit sekali dibandingkan banyaknya proyek," katanya.
Apalagi pada bulan puasa seperti ini, kata Stefanus, jumlah pekerja konstruksi makin sedikit. Tiba-tiba mereka bisa memutuskan pulang kampung.
"Makanya pada pembukaan mal Kota Kasablanka ini banyak tenant yang tidak selesai target pengerjaannya. Ini karena banyak pekerja yang pulang kampung, kerja setengah hari," keluhnya.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 21:39 WIB
Apa Kabar Mobil Nasional? Tak Satupun Pengusaha Besar Mau Beri Modal
-
Rabu, 22/05/2013 21:20 WIB
RI Bergantung Minyak Impor, MS Hidayat: Importir Makin Besar Untungnya
-
Rabu, 22/05/2013 19:10 WIB
Ekspansi Intraco Penta di Kalimantan
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 18:39 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 12:56 WIB
Bos Majalah Porno Beli Rumah Rp 48 Miliar, Kado Untuk Istri Baru
-
Rabu, 22/05/2013 21:39 WIB
Apa Kabar Mobil Nasional? Tak Satupun Pengusaha Besar Mau Beri Modal
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB
Perusahaan Taksi Ini Jual Mobil Bekas Rp 7,5 Juta
-
38 Komentar
-
25 Komentar
-
22 Komentar
-
21 Komentar
-
19 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
Pengusaha tambang raksasa Gina Rinehart telah kehilangan kekayaan AUD 7 miliar (US$ 6,8 miliar) atau sekitar Rp 64 triliun tahun lalu. Meski begitu, Rinehart tetap jadi orang terkaya di Australia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 16:01 WIB WIB
Perbanas Ungkap Alasan Soal Gencarnya Bank Singapura Akuisisi Bank Lokal
-
Rabu, 22/05/2013 15:46 WIB WIB
Sudah Terpasang AC, Harga Tiket Kereta Jarak Jauh Kelas 3 Naik 175%
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







