detikfinance

Pemerintah akan Investigasi, Akuisisi Batavia oleh AirAsia Bisa Gagal

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Minggu, 29/07/2012 19:02 WIB
dok: Whery Enggo Prayogi
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siap melakukan investigasi atas pemindahtanganan saham mayoritas maskapai penerbangan Batavia Air kepada duo AirAsia Berhad dan PT Fersindo Nusaperkasa.

Jika hasil akuisisi saham PT Metro Batavia menyebabkan kepemilikan Batavia didominasi oleh investor asing, maka transaksi tersebut bisa batal.

"Kalau dia (asing) melebihi (memiliki mayoritas saham) bisa sekali dibatalkan," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Israfulhayat kepada detikFinance, Minggu (29/7/2012).

Ia menerangkan, Kementerian Perhubungan tetap berpedoman pada UU No.1 tahun 2009 tentang penerbangan. Yakni, kepemilikan saham mayoritas maksapai penerbangan lokal harus dimiliki investor dalam negeri.

Artinya porsi kepemilikan saham asing di airlines dalam negeri maksimal 49%. "Memang prinsipnya saham terbesar harus di nasional. Kenapa? Ini bicara hak angkut dan perlindungan nasional," tambah Israfulhayat.

"Misalkan terbang dari Indonesia ke Singapura atau ke Australia, nanti ditanyakan itu airline siapa?" paparnya.

Pemerintah siap menginvestigasi atas nota kesepakatan AirAsia Berhad dan PT Fersindo Nusaperkasa dengan pendiri Batavia Air Yudiawan Tansari, yang telah ditandatangani Kamis (26/7/2012) lalu.

"Kita tentu akan lihat anggaran dasarnya. Kita memiliki kewenangan untuk melihat kepemilikan saham (AirAsia Berhad atau PT Fersindo Nusaperkasa)," ucapnya.

"Investigasi juga dimungkinkan. Kita bisa lihat, kalau pemegang saham (PT Fersindo Nusaperkasa) terdiri dari A, B dan C. Masing perusahaan A,B,C ini kita masuk lagi. Siapa yang punya. Kalau ternyata ada (asing) bisa jadi kebohongan publik," imbuh Israfulhayat.

Kamis lalu menjadi sejarah tersendiri, karena AirAsia Berhad dan PT Fersindo Nusaperkasa sepakat membeli mayoritas saham Batavia Air. Dengan kerja sama ini, Batavia dan Indonesia AirAsia berambisi menguasai 20% pangsa pasar penerbangan domestik dengan jumlah penumpang hingga 14 juta orang.

Tak puas memiliki mayoritas saham, AirAsia Berhad dan PT Fersindo Nusaperkasa berniat menyuntikan modal US$ 20 juta-US$ 30 juta. Modal ini sebagai perbaikan layanan, teknologi reservasi Batavia Air agar serupa dengan standarisasi Air Asia.


(wep/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close