Hatta: Kita Tak Tahu Apakah Terjadi Kartel Kedelai

Inka Nesya - detikfinance
Minggu, 29/07/2012 18:44 WIB
//images.detik.com/content/2012/07/29/4/184650_kedelailuar.jpg
Jakarta -Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa tak mau gegabah menyimpulkan ada praktik kartel di dalam negeri terkait lonjakan harga kedelai. Menurutnya kartel harus dihindari karena merugikan konsumen dan melanggar undang-undang.

"Saya sebagai Menko Perekonomian sangat menolak istilah kartel dan tidak boleh terjadi di Indonesia ini istilah kartel karena itu bertentangan dengan Undang-Undang KPPU kita tentang Pelaksanaan Usaha yang bebas, maksud saya yang adil dan tidak boleh terjadi monopoli, maupun kartel. Itu akan merugikan masyarakat. Oleh sebab itu, tentu kita tidak tahu apakah terjadi kartel atau tidak," kata Hatta disela-sela Bazar di Istora Senayan, Minggu (29/7/2012).

Menurut Hatta yang paling penting para importir kedelai di dalam negeri tak memanfaatkan lonjakan harga kedelai dunia saat ini. Importir tak boleh mengambil untung berlebihan.

"Saya meyakini itu prasangka baik saja bahwa mereka (importir) tidak melakukan itu. Akan tetapi, tentu himbauan saya dalam situasi kedelai sekarang harganya tinggi di dunia, maka mengambil keuntungan jangan banyak-banyak," seru Hatta.

Seperti diketahui lonjaka harga kedelai yang selalu terulang beberapa tahun terakhir menimbulkan kecurigaan adanya praktik kartel kedelai yang dilakukan oleh 5-6 importir kedelai di dalam negeri. Dugaan ini di luar dari fenomena kenaikan harga kedelai dunia yang dipicu kemarau yang terjadi di negara-negara produsen kedelai.

(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut