MS Hidayat Geram 7.000 Kontainer Besi Tua Masih Tertahan di Priok
Selasa, 31/07/2012 18:59 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat protes keras masalah 7.000 kontainer yang berisi scrap (besi tua) tertahan di Bea Cukai Tanjung Priok tak berlarut-larut. Sebagai menteri yang membidangi perindustrian, tertahannya ribuan kontainer scrap sejak Januari 2012 mengganggu industri.
"Jadi saya sudah mulai bersuara keras kalau ini nggak terselesaikan karena ini menyangkut kinerja perindustrian," tegas Hidayat di kantor Kadin, Selasa (31/7/2012)
Seperti diketahui kalangan industri baja di dalam negeri mengaku mengalami penurunan produksi hingga 20%. Hal ini terkait dampak tertahannya ribuan kontainer yang berisi bahan baku besi tua (scrap) yang diduga tercampur Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini scrap digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan baja.
"Ini nggak bisa berlarut-larut karena masyarakat ini akhirnya membawa penurunan kinerja dari sektor. Jadi pak Menko ini mengkoordinir penyelesaiannya berlangsung rakor kepada Presiden untuk membicarakan dengan KLH dan Menteri Keuangan. Kita kan antara Bea cukai dan LH nya. Diputuskan saja dari 7.000 kontainer ini mau diapain," katanya.
Menurutnya bea cukai harus menyelesaikan masalah ini. Apalagi temuan scrap yang mengandung B3 hanya telah dibuktikan sebanyak 100 kontainer dan sudah ada tindakan dengan re-ekspor ke negara asal.
"Padahal, yang kena limbah itu cuma 100 sekian (kontainer). Tapi nggak tahu, di bea cukai itu ada satu ketentuan kalau satu terdiri dari misalnya 100 kontainer itu ketentuannya bea cukai. Satu dibuka ternyata ada limbah, yang lain masih bisa dikirim. Krisis itu yang membuat bea cukai tidak bisa menyelesaikan persoalan apalagi menghadapi 7.000 yang sudah terbukti kena 100 sekian dan sudah ditindak, sudah diekspor, importirnya mau kena sanksi," katanya.
(hen/dru)
"Jadi saya sudah mulai bersuara keras kalau ini nggak terselesaikan karena ini menyangkut kinerja perindustrian," tegas Hidayat di kantor Kadin, Selasa (31/7/2012)
Seperti diketahui kalangan industri baja di dalam negeri mengaku mengalami penurunan produksi hingga 20%. Hal ini terkait dampak tertahannya ribuan kontainer yang berisi bahan baku besi tua (scrap) yang diduga tercampur Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini scrap digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan baja.
"Ini nggak bisa berlarut-larut karena masyarakat ini akhirnya membawa penurunan kinerja dari sektor. Jadi pak Menko ini mengkoordinir penyelesaiannya berlangsung rakor kepada Presiden untuk membicarakan dengan KLH dan Menteri Keuangan. Kita kan antara Bea cukai dan LH nya. Diputuskan saja dari 7.000 kontainer ini mau diapain," katanya.
Menurutnya bea cukai harus menyelesaikan masalah ini. Apalagi temuan scrap yang mengandung B3 hanya telah dibuktikan sebanyak 100 kontainer dan sudah ada tindakan dengan re-ekspor ke negara asal.
"Padahal, yang kena limbah itu cuma 100 sekian (kontainer). Tapi nggak tahu, di bea cukai itu ada satu ketentuan kalau satu terdiri dari misalnya 100 kontainer itu ketentuannya bea cukai. Satu dibuka ternyata ada limbah, yang lain masih bisa dikirim. Krisis itu yang membuat bea cukai tidak bisa menyelesaikan persoalan apalagi menghadapi 7.000 yang sudah terbukti kena 100 sekian dan sudah ditindak, sudah diekspor, importirnya mau kena sanksi," katanya.
(hen/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 25/05/2013 17:30 WIB
Bos Garuda Belum Tahu Masuk Daftar Calon Kepala BKPM
-
Sabtu, 25/05/2013 16:44 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 15:28 WIB
Chairul Tanjung Jadi 'Pak Pos' Dadakan di Korea
-
Sabtu, 25/05/2013 14:41 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Indonesia Harus Berguru ke Korsel
-
Sabtu, 25/05/2013 16:41 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 15:47 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 14:06 WIB
Merpati Masuk Daftar Maskapai Terburuk di Dunia, Ini Tanggapan Bosnya
-
Sabtu, 25/05/2013 17:28 WIB
Bos Garuda Belum Tahu Masuk Daftar Calon Kepala BKPM
-
Sabtu, 25/05/2013 11:10 WIB
Laporan dari Korea Selatan
Indonesia Bisa Maju Seperti Korsel, Apa Kuncinya?
-
34 Komentar
-
33 Komentar
-
29 Komentar
-
22 Komentar
-
20 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
Menteri BUMN Dahlan Iskan, menjadi dosen tamu di Peking University, Beijing, China. Dahlan menjadi pembicara pada acara yang diselenggarakan PPI di China.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 16:24 WIB WIB
Bisnis Keripik Jamur Beromzet Rp 500 Juta/Bulan, Berminat?
-
Jumat, 24/05/2013 15:54 WIB WIB
PT DI Jualan Pesawat 'Made in Bandung' ke 6 Negara
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











