detikfinance

BNI Serius Garap Potensi Pembiayaan Perusahaan Jepang US$ 48,8 Miliar

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Kamis, 02/08/2012 12:54 WIB
Jakarta - Usai menjalin kerja sama dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) makin serius menggarap pembiayaan perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia. Potensi pembiayaan yang bisa dikelola BNI bahkan mencapai US$ 48,8 miliar.

"Potensi pembiayaan perusahaan Jepang US$ 46 miliar," kata Pemimpin Divisi Internasional BNI Firman Wibowo, di Kantornya, Sudirman, Jakarta, Kamis (2/8/2012).

Ia menambahkan, bisnis manufaktur menjadi fokus pembiayaan BNI mendatang dengan lima sektor andalan diantaranya otomotif, services, construction Engineering, perdagangan dan transportasi.

Perseroan semakin percaya diri menggarap kerja sama strategis dengan perusahaan Jepang di Indonesia. Pasalnya hingga kini dana yang diendapkan perusahaan negara Sakura ini sudah mencapai Rp 1,3 triliun.

Hasil positif yang diraih BNI ini adalah buah dari kesepakatan kerja sama dengan JBIC dan dilanjutkan dengan 23 regional bank Jepang (via BNI Japan Desk) dalam rangka aliansi bisnis strategisnya.

"Kita dirikan BNI Japan Desk untuk garap lebih serius 1.000 perusahaan Jepang yang ada di sini. Perusahaan tersebut mau tidak mau membutuhkan financial services, dan mereka akan kerja sama dengan mitra di Indonesia setelah mendapat referensi dari regional bank," jelasnya.

Potensi pembiayaan ini di awal menjadi risiko bisnis bagi BNI. Namun dengan Okazaki Shinkin Bank menempatkan dana di BNI Tokyo sekitar US$ 10 juta, mengubah risiko menjadi mitra kerja sama yang saling menguntungkan.

"Ini menjadi counterpart, karena kita di-backup dana yang ditempatkan di Jepang," tuturnya.

"Okazaki Shinkin Bank baru yang menempatkan dana, tahap I US$ 10 juta, dan rencananya ada tahap II dengan nilai yang sama. Itu baru satu regional bank, sedangkan kita akan kerja sama dengan 46 regional bank hingga akhir tahun. Harapan semua tempatkan dana, hingga bisa terkumpula US$ 1 miliar," imbuhnya.



(wep/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close