Bisnis Poci Laris Manis Jelang Lebaran
Kamis, 02/08/2012 13:20 WIB
Foto: Dok. detikFinance
Purbalingga - Menjelang Idul Fitri 1433 H, pesanan poci (tempat minuman teh) meningkat cukup tajam di tempat kerajinan keramik ‘Tera Berkarya’ di Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Jawa Tengah. Pesanan sebagian besar dari produsen teh di wilayah Jateng dan Jabar. Pesanan kini bisa mencapai 50.000 set poci per bulan. Jika dibanding pada hari biasa, yang rata-rata 30 ribu set poci teh per bulan.
Usaha kerajinan keramik milik Jatmiko ini mulai dibuka pada 2010. Pada awalnya usaha tersebut digeluti oleh Yanti, Istri Jatmiko yang mewarisi usaha keramik milik orang tuanya yang berada di Klampok, Banjarnegara. Dari warisan usaha keramik milik orang tua sang istri tersebut keduanya membuka tempat kerajinan keramik di wilayah Purbalingga dan terus mengembangkannya hingga sejumlah produsen teh memesan poci tempatnya tersebut.
Tak tanggung-tanggung, sejumlah produsen minuman teh di Tegal seperti Teh Sosro, Dua Tang, Teh Gopek, Teh Tongji, kemudian pabrik teh di Cirebon Jabar Teh Hijau dan pabrik teh Gunung Subur di Solo yang memproduksi teh cap Kepala Djenggot memesan poci di tempatnya.
"Pabrikan itu selain memproduksi teh juga memesan poci tempat teh. Total pesanan kami rata-rata sebelum lebaran 30 ribu set poci per bulan. Menjelang lebaran ini naik sekitar 20 ribuan set poci," kata Jatmiko, kepada wartawan, Kamis (2/7/2012).
Menurut dia, Biasanya untuk pesanan poci, setiap pabrikan teh memiliki ciri khas tersendiri. Dia mencontohkan, untuk pabrik Teh Sosro misalnya, poci yang dibuat diberi label 'Poci'. Produsen Sosro cukup kreatif sehingga poci yang dibuat mengikuti perkembangan trend dan selera konsumen. Sosro juga meminta pesanan poci model Borobudur.
"Model Borobudur ini terlihat dari bentuk tutupnya yang dibuat seperti stupa candi Borobudur. Sementara untuk produsen teh lain, poci standar biasa, namun pengemasannya yang berbeda," kata Jatmiko yang menggeluti keramik bersama istrinya, Yanti.
Untuk mencukupi pesanan itu, Jatmiko bersama istrinya Yanti, saat ini memperkerjakan sekitar 80 orang. Mereka lebih banyak bekerja di pabrik utamanya keramik Usaha Karya di Klampok Banjarnegara. Sementara di pabrik Kajongan, Kecamatan Bojongsari yang menyatu dengan arena showroom hanya memperkerjakan beberapa karyawan.
"Untuk mengejar produksi poci, pencetakan dilakukan di pabrik Kajongan dan Klampok," tambahnya.
Harga satu set poci yang dijual ke pabrikan rata-rata Rp 25 ribu. Satu set terdiri dari satu buah poci lengkap beserta tutup, dan dua buah cangkir beserta tatakan serta tutupnya. Poci yang dibuat hanya dibakar sekali, namun kualitasnya jauh lebih bagus dibanding poci yang digunakan untuk pedagang teh poci di wilayah Tegal.
"Untuk bahan baku, kami ambilkan tanah yang berkualitas dari wilayah Karangsambung Kebumen," jelasnya.
Dari harga tersebut, produsen teh bisa menjual dua atau tiga kali lipatnya. Produsen mempercantik kemasan dan memberinya merek tersendiri.
"Kalau dari kami begitu selesai pembakaran setelah disortir langsung dikirim ke produsen dengan kemasan dus biasa. Oleh produsen kemasan dibuat bagus kembali sehingga menarik pembeli meski harganya sudah berlipat," katanya.
Selain poci untuk minuman teh, pesanan keramik yang mengalami peningkatan seperti guci ukuran besar. Rata-rata konsumen yang datang ke showroom-nya menyukai guci dengan hiasan tulisan kaligrafi. Dia mengaku tidak ingin mengecewakan pemesan sehingga membatasi pesanan.
"Untuk pembakaran keramik saja, untuk saat ini sementara kami hentikan karena banyaknya pesanan yang belum di-finishing. Jika ada pesanan lagi, kami janjikan setelah lebaran," ujarnya.
Berbagai keramik yang saat ini diproduksi di tempatnya adalah seperti vas bunga, guci, dan berbagai cindera mata dari keramik. Harga yang ditawarkan mulai yang termurah Rp 2.000 hingga termahal Rp 3 juta.
"Harga termahal biasanya berupa guci dengan aneka motif, sedang harga termurah untuk souvenir ringan," ungkapnya.
(arb/dnl)
Usaha kerajinan keramik milik Jatmiko ini mulai dibuka pada 2010. Pada awalnya usaha tersebut digeluti oleh Yanti, Istri Jatmiko yang mewarisi usaha keramik milik orang tuanya yang berada di Klampok, Banjarnegara. Dari warisan usaha keramik milik orang tua sang istri tersebut keduanya membuka tempat kerajinan keramik di wilayah Purbalingga dan terus mengembangkannya hingga sejumlah produsen teh memesan poci tempatnya tersebut.
Tak tanggung-tanggung, sejumlah produsen minuman teh di Tegal seperti Teh Sosro, Dua Tang, Teh Gopek, Teh Tongji, kemudian pabrik teh di Cirebon Jabar Teh Hijau dan pabrik teh Gunung Subur di Solo yang memproduksi teh cap Kepala Djenggot memesan poci di tempatnya.
"Pabrikan itu selain memproduksi teh juga memesan poci tempat teh. Total pesanan kami rata-rata sebelum lebaran 30 ribu set poci per bulan. Menjelang lebaran ini naik sekitar 20 ribuan set poci," kata Jatmiko, kepada wartawan, Kamis (2/7/2012).
Menurut dia, Biasanya untuk pesanan poci, setiap pabrikan teh memiliki ciri khas tersendiri. Dia mencontohkan, untuk pabrik Teh Sosro misalnya, poci yang dibuat diberi label 'Poci'. Produsen Sosro cukup kreatif sehingga poci yang dibuat mengikuti perkembangan trend dan selera konsumen. Sosro juga meminta pesanan poci model Borobudur.
"Model Borobudur ini terlihat dari bentuk tutupnya yang dibuat seperti stupa candi Borobudur. Sementara untuk produsen teh lain, poci standar biasa, namun pengemasannya yang berbeda," kata Jatmiko yang menggeluti keramik bersama istrinya, Yanti.
Untuk mencukupi pesanan itu, Jatmiko bersama istrinya Yanti, saat ini memperkerjakan sekitar 80 orang. Mereka lebih banyak bekerja di pabrik utamanya keramik Usaha Karya di Klampok Banjarnegara. Sementara di pabrik Kajongan, Kecamatan Bojongsari yang menyatu dengan arena showroom hanya memperkerjakan beberapa karyawan.
"Untuk mengejar produksi poci, pencetakan dilakukan di pabrik Kajongan dan Klampok," tambahnya.
Harga satu set poci yang dijual ke pabrikan rata-rata Rp 25 ribu. Satu set terdiri dari satu buah poci lengkap beserta tutup, dan dua buah cangkir beserta tatakan serta tutupnya. Poci yang dibuat hanya dibakar sekali, namun kualitasnya jauh lebih bagus dibanding poci yang digunakan untuk pedagang teh poci di wilayah Tegal.
"Untuk bahan baku, kami ambilkan tanah yang berkualitas dari wilayah Karangsambung Kebumen," jelasnya.
Dari harga tersebut, produsen teh bisa menjual dua atau tiga kali lipatnya. Produsen mempercantik kemasan dan memberinya merek tersendiri.
"Kalau dari kami begitu selesai pembakaran setelah disortir langsung dikirim ke produsen dengan kemasan dus biasa. Oleh produsen kemasan dibuat bagus kembali sehingga menarik pembeli meski harganya sudah berlipat," katanya.
Selain poci untuk minuman teh, pesanan keramik yang mengalami peningkatan seperti guci ukuran besar. Rata-rata konsumen yang datang ke showroom-nya menyukai guci dengan hiasan tulisan kaligrafi. Dia mengaku tidak ingin mengecewakan pemesan sehingga membatasi pesanan.
"Untuk pembakaran keramik saja, untuk saat ini sementara kami hentikan karena banyaknya pesanan yang belum di-finishing. Jika ada pesanan lagi, kami janjikan setelah lebaran," ujarnya.
Berbagai keramik yang saat ini diproduksi di tempatnya adalah seperti vas bunga, guci, dan berbagai cindera mata dari keramik. Harga yang ditawarkan mulai yang termurah Rp 2.000 hingga termahal Rp 3 juta.
"Harga termahal biasanya berupa guci dengan aneka motif, sedang harga termurah untuk souvenir ringan," ungkapnya.
(arb/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 19/06/2013 08:14 WIB
Semesta Indovest: IHSG Siap Buntuti Wall Street
-
Rabu, 19/06/2013 08:04 WIB
Optimistis The Fed Tetap Kucurkan Stimulus, Wall Street Menguat
-
Rabu, 19/06/2013 07:50 WIB
Maskapai dengan Pertumbuhan Paling Cepat di Dunia, Wakil RI Urutan Berapa?
-
Rabu, 19/06/2013 07:27 WIB
Ini Bedanya Tol di Malaysia dan di Indonesia
-
Selasa, 18/06/2013 21:30 WIB
Harga BBM Naik, Lorena Siap Naikkan Tarif Bus
-
Rabu, 19/06/2013 07:24 WIB
Laporan dari Kuala Lumpur
Ini Bedanya Tol di Malaysia dan di Indonesia
-
Rabu, 19/06/2013 07:44 WIB
Maskapai dengan Pertumbuhan Paling Cepat di Dunia, Wakil RI Urutan Berapa?
-
Selasa, 18/06/2013 07:38 WIB
Curhatan Sopir Taksi yang Pusing BBM Bakal Jadi Rp 6.500/Liter
-
Selasa, 18/06/2013 21:22 WIB
Harga BBM Naik, Lorena Siap Naikkan Tarif Bus
-
Selasa, 18/06/2013 10:18 WIB
Bandel! Fortuner Pejabat Masih Parkir Sembarangan di Bandara Soetta
-
77 Komentar
-
75 Komentar
-
69 Komentar
-
63 Komentar
-
53 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 18/06/2013 11:55 WIB
Tumben.. Dahlan Iskan Tampil Rapi Pakai Setelan Jas
Ada yang tidak biasa dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini. hanya kemeja putih yang menempel di badannya, tapi sesuatu yang lebih formal dan rapi.
Online Trading Academy
Deskripsi Online Trading Academy. Silakan membuka http://jahex.detik.com/statik/createstatic untuk mengupdate deskripsi ini.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Selasa, 18/06/2013 15:42 WIB WIB
Sanksi SPBU Tutup Jelang BBM Naik, Pertamina: Kita Bablasin Tutup Sebulan
-
Selasa, 18/06/2013 15:39 WIB WIB
Tak Ada yang Seperti RI, Cadangan Minyak Sedikit Tapi BBM Murah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_6.gif)








