detikfinance

SBY Paparkan 5 Alasan Pentingnya Mengembangkan Jasa Transportasi Udara

Mega Putra Ratya - detikfinance
Kamis, 02/08/2012 13:30 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/02/1036/132726_sbykonpres.jpg
Jakarta - Presiden SBY kembali melanjutkan safari ramadan dengan menggelar rapat kabinet di Kantor Angkasa Pura II, Tangerang. Dalam kesempatan ini, SBY mamaparkan 5 alasan mengapa Indonesia perlu mengembangkan jasa transportasi udara.

"Ada 5 hal yang membenarkan yang kita lakukan, dengan judul pengembangan bandar udara terbesar di Indonesia ini atau nomor 12 di dunia ini, diperlukan sekaligus pengembangan infrastruktur yang lain," ujar Presiden dalam pembukaan rapat kabinet di Kantor Angkasa Pura II, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2012).

Pertama, menurut SBY ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen, dengan GDP diatas US$ 1 triliun sehingga membuat Indonesia menjadi ekonomi 15 besar dunia. Dengan growing middle class, lanjut SBY, otomatis demand akan meningkat tajam termasuk demand di bidang jasa udara.

"Jangan sampai kita merugi ketika terjadi rising demand kita tidak bisa memenuhinya. Lebih merugi lagi kalau yang bisa memenuhi negara lain, negara-negara tetangga kita, sehingga kita berada di posisi yang kehilangan oportunity," jelasnya.

Kedua, SBY ingin meningkatkan konektivitas domestik, ASEAN, Asia Timur dan Asia Pasifik. Hal ini mendorong pembangunan agar ketika semua terhubung maka Indonesia sudah siap.

"Terhubung negara di kawasan termasuk daerah-daerah di kawasan kita tidak menjadi the losser tapi menjadi the winner," paparnya.

Ketiga, lanjut SBY, masih lambatnya pembangunan infrastuktur jasa udara. Sehingga pembangunan infrastuktur harus di percepat.

"Memang infrastruktur kita kurang akhirnya menghambat investasi, meskipun sudah dipercepat karena anggaran kita tersedia, tapi mesti ada percepatan dalam infrastruktur tertentu salah satunya jasa udara," ungkapnya.

Keempat, pengembangan bandara udara dapat memberikan benefit bagi ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Pembangunan bandara dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang diperlukan.

"Seperti creating more job, demikian ekonomi down stream, material berkembang, jasa, ekonomi lokal dan sebagainya," kata SBY.

Yang terakhir, Indonesia akan masuk asean economic community. Sehingga diharapkan pada 2015 segala sesatunya sudah siap.

"Masih ada 3 tahun, kerjasama dengan dunia usaha, pemerintah daerah dan semua, sehingga setelah semua terintegrasi kita tidak dirugikan," tutupnya.




(mpr/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close