BP Migas Minta Ada Dana Khusus Survei Potensi Migas
Kamis, 02/08/2012 15:45 WIB
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyarankan kepada DPR agar dalam revisi Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001 memasukkan adanya dana khusus untuk melakukan survei potensi Migas.
"Tidak ada anggaran khusus untuk melakukan survei potensi Migas di Indonesia, sehingga data-data yang diberikan kepada calon investor minim dampaknya banyak lelang Wilayah Kerja Migas Baru tidak laku," kata Deputi Pengendalian Operasi Gde Pradyana ketika ditemui di kantor BP Migas, Menara Mulia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/8/2012).
Dikatakan Gde, dengan makin minimnya data-data yang dikumpulkan membuat banyak blok yang ditawarkan sepi peminat.
"Belum lagi, akibat sepi peminat seringkali pemenang WK (wilayah kerja) merupakan perusahaan kecil, sehingga walau sudah menang, mereka tidak juga melakukan apa-apa baik itu eksplorasi atau lainnya," ujarnya.
Untuk itu, BP Migas mengusulkan ada dana alokasi khusus untuk melakukan survei yang diambil dari pendapatan negara di sektor migas.
"Kalau bisa dana alokasi khusus survei tersebut, sebesar 5% dari pendapatan negara di sektor Migas," katanya.
Pasalnya selama ini dana survei tersebut sangat minim sekali, dan hanya diambil dari anggaran Kementerian ESDM.
"Apalagi sebagian besar anggaran Kementerian ESDM lebih banyak dihabiskan untuk biaya operasional seperti gaji pegawai," ucapnya.
Jika ada dana alokasi khusus ini, kata Gde, diharapkan data survei baik itu survei seismik, grafiti, peta grafiti, peta medan magnet dan lainnya dapat meningkatkan peminat lelang WK baru sehingga ekplorasi Migas di Indonesia dapat meningkat.
"Pasalnya akibat minimnya kegiatan eksplorasi di Indonesia reserve replacement kita masih 0,5%, sementara laju produksi Indonesia Pertahunnya mencapai 350 juta barel sementara temuan cadangan minyak hanya 200 juta barel, tentunya masih jauh dari yang diinginkan," tandasnya.
(rrd/dnl)
"Tidak ada anggaran khusus untuk melakukan survei potensi Migas di Indonesia, sehingga data-data yang diberikan kepada calon investor minim dampaknya banyak lelang Wilayah Kerja Migas Baru tidak laku," kata Deputi Pengendalian Operasi Gde Pradyana ketika ditemui di kantor BP Migas, Menara Mulia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/8/2012).
Dikatakan Gde, dengan makin minimnya data-data yang dikumpulkan membuat banyak blok yang ditawarkan sepi peminat.
"Belum lagi, akibat sepi peminat seringkali pemenang WK (wilayah kerja) merupakan perusahaan kecil, sehingga walau sudah menang, mereka tidak juga melakukan apa-apa baik itu eksplorasi atau lainnya," ujarnya.
Untuk itu, BP Migas mengusulkan ada dana alokasi khusus untuk melakukan survei yang diambil dari pendapatan negara di sektor migas.
"Kalau bisa dana alokasi khusus survei tersebut, sebesar 5% dari pendapatan negara di sektor Migas," katanya.
Pasalnya selama ini dana survei tersebut sangat minim sekali, dan hanya diambil dari anggaran Kementerian ESDM.
"Apalagi sebagian besar anggaran Kementerian ESDM lebih banyak dihabiskan untuk biaya operasional seperti gaji pegawai," ucapnya.
Jika ada dana alokasi khusus ini, kata Gde, diharapkan data survei baik itu survei seismik, grafiti, peta grafiti, peta medan magnet dan lainnya dapat meningkatkan peminat lelang WK baru sehingga ekplorasi Migas di Indonesia dapat meningkat.
"Pasalnya akibat minimnya kegiatan eksplorasi di Indonesia reserve replacement kita masih 0,5%, sementara laju produksi Indonesia Pertahunnya mencapai 350 juta barel sementara temuan cadangan minyak hanya 200 juta barel, tentunya masih jauh dari yang diinginkan," tandasnya.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 19/06/2013 20:04 WIB
Anggaran Jebol, Thailand Tak Kuat Lagi Beli Beras Petani Lebih Mahal
-
Rabu, 19/06/2013 19:20 WIB
Akhir Pekan Ini Jokowi Buka Pameran Monorel Gratis di Monas
-
Rabu, 19/06/2013 18:52 WIB
Bangun Parkir Bawah Tanah di Monas, Ahok Suntik Rp 1 Triliun ke BUMD
-
Rabu, 19/06/2013 18:45 WIB
Ahok: Tak Mudah Urai Macet, Ps. Minggu dan Tanah Abang Semrawut
-
Rabu, 19/06/2013 18:32 WIB
43 BUMN Rebutan Penghargaan dari Dahlan Iskan
-
Rabu, 19/06/2013 20:04 WIB
Anggaran Jebol, Thailand Tak Kuat Lagi Beli Beras Petani Lebih Mahal
-
Rabu, 19/06/2013 19:03 WIB
Akhir Pekan Ini Jokowi Buka Pameran Monorel Gratis di Monas
-
Rabu, 19/06/2013 18:52 WIB
Bangun Parkir Bawah Tanah di Monas, Ahok Suntik Rp 1 Triliun ke BUMD
-
Rabu, 19/06/2013 18:45 WIB
Ahok: Tak Mudah Urai Macet, Ps. Minggu dan Tanah Abang Semrawut
-
Rabu, 19/06/2013 18:24 WIB
43 BUMN Rebutan Penghargaan dari Dahlan Iskan
-
79 Komentar
-
75 Komentar
-
70 Komentar
-
64 Komentar
-
56 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 19/06/2013 12:28 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (2)
Jadi orang kaya atau konglomerat memang punya banyak harta dan mampu memiliki segalanya. Namun, beberapa orang kaya ini pernah mencuri sesuatu dan menjadi pengutil.
200 USD
Rp 275.000,-
Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?
Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal?
JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
BUKTIKAN SENDIRI!
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 11:38 WIB WIB
ANTV Dijual ke Hary Tanoe, Grup Bakrie: Itu Cuma Gosip
-
Rabu, 19/06/2013 11:16 WIB WIB
Sempat Jadi Pembersih Tinja, Gita Wirjawan: Banyak yang Pikir Saya Mulai Hidup Enak
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











