detikfinance

Harga Minyak Naik, BP Migas Yakin Negara Dapat Setoran US$ 34 Miliar

Rista Rama Dhany - detikfinance
Kamis, 02/08/2012 17:36 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/02/1034/173814_bpmigas.jpg Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Walaupun produksi minyak mentah Indonesia terus turun atau rata-rata 877.000 barel per hari (bph) dari target 930.000 bph, namun pemerintah optimistis dapat penerimaan US$ 33,3 miliar dari sektor migas.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradyana di kantornya, Menara Mulia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/8/2012).

"Walaupun produksi terus menurun di mana rata-rata produksi tahun ini mencapai 877.000 bph, tetapi kami yakin target penerimaan negara akan tercapai," kata Gde.

Menurut Gde, keyakinan tersebut dikarenakan harga minyak mentah yang saat ini naik, rata-rata US$ 117 per barel.

"Karena minyak dunia kembali naik, di mana saat ini rata-rata US$ 117 per barel atau masih di atas ICP US$ 105 per barel," ujarnya.

Diakui Gde, beberapa waktu lalu harga minyak turun drastis dari US$ 126 per barel menjadi US$ 100 per barel, dan turun lagi menjadi US$ 77 per barel.

"Tapi itu hanya efek sementara, buktinya saat ini harga minyak dunia naik lagi (US$ 102,88 per barel)," ucap Gde.

Bahkan Gde yakin, sampai akhir tahun realisasi penerimaan negara dari sektor migas akan melebihi yang ditargetkan.

"Bahkan kami yakin dengan realisasi semester I 2012 sudah mencapai US$ 18,81 miliar, pada akhir tahun bisa mencapai US$ 34 miliar atau melebihi dari yang ditargetkan dalam APBN-P 2012 sebesar 33,3 miliar," tandasnya.



(rrd/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-

    How To Make Money in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut
    MustRead close