Rp 4,2 Triliun Lenyap Gara-gara Trading Error, Knight Capital 'Sekarat'
Jumat, 03/08/2012 15:14 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Knight Capital Group Inc 'kena tamparan keras' kemarin setelah mengalami kerugian trading US$ 440 juta (Rp 4,2 triliun). Hal ini disebabkan oleh kesalahan teknis dalam software yang menghilangkan sebagian besar modalnya.
Akibatnya, Knight harus jungkir balik mencari pendanaan baru untuk bertahan hidup. Apalagi sahamnya sudah anjlok sebanyak 80% dalam dua hari.
Beberapa customer terbesar Knight seperti TD Ameritrade – broker ritel AS nomor 1 berdasarkan volume trading, raksasa pendanaan Vanguard dan Fidelity Investments berhenti menyalurkan pesanan melalui Knight.
Salah satu ketakutan terbesar adalah jika perusahaan ini akan kolaps, menyebabkan rekanan trading-nya ikut merugi besar.
“Mereka punya 48 jam untuk mendongkrak kepercayaan,” kata James Koutoulas, kepala grup advokasi untuk mantan customer broker gagal MF Global dan Peregrine Financial, dikutip dari Reuters (3/8/2012).
Knight mengatakan mereka sedang giat mencari alternatif strategis dan pembayaran, semakin meningkatkan kemungkinan perusahaan ini akan dijual atau menghadapi kebangkrutan karena kerugian yang menimbulkan kerusakan parah pada bisnisnya.
Sebagai salah satu market-maker terdepan di bursa saham AS, Knight merupakan salah satu perusahaan yang kritis terhadap trading teratur dan mulus. Market-makers mencocokkan pesanan dari pembeli dan penjual, sekaligus sering menyediakan likuiditas dengan terjun langsung ke pasar.
Masalah ini terjadi ketika software trading Knight mengirim trades palsu bertubi-tubi ke bursa selama 45 menit pada hari Rabu dan menyebabkan Knight merugi besar dalam beberapa saham yang dibelinya pada harga tinggi.
“Pasti ada suatu cara untuk melihat keadaan seluruh sistemnya. Tidak ada alasan bagi Knight sehingga mereka bisa gagal bertindak lebih cepat,” kata Roy Niederhoffer yang menggunakan Knight untuk R.G. Niederhoffer Capital Management-nya.
Menurut The Wall Street Journal, saat ini Knight sedang berdiskusi dengan Virtu Financial LLC – perusahaan trading yang dibekingi Silver Lake Partners mengenai kemungkinan kesepakatan. Berdasarkan laporan Fox Business Network, Knight juga sudah mendekati JPMorgan Chase & Co untuk pembiayaan.
Juru bicara JPMorgan menolak berkomentar. Juru bicara Knight dan Silver Lake juga menolak berkomentar.
Menurut sebuah sumber yang familiar dengan situasi ini, pada Kamis malam Knight berencana mendirikan ruang data untuk penawar potensial bisa menyisir buku keuangannya. Sumber itu juga menambahkan, beberapa firma ekuitas privat sedang mempertimbangkan apakah akan menengok Knight atau tidak, menerangkan situasi yang tidak pasti.
Sebuah laporan Bloomberg melaporkan bahwa Knight telah menyewa Sandler O'Neill dan Goldman Sachs untuk jadi penasehat langkah berikutnya. Perwakilan berwenang Goldman dan O'Neill menolak berkomentar. “Anda harus menemukan seseorang yang bersedia gerak cepat. Ini masalah kepercayaan,” kata sumber tersebut.
Kerugian trading US$ 440 juta yang dialami Knight telah menimbulkan perdebatan mengenai apakah teknologi telah meningkatkan resiko trading ke tingkat yang tidak dapat diterima. U.S. Securities and Exchange Commission kemarin mengatakan akan mempertimbangkan apakah ukuran baru diperlukan untuk mengamankan pasar.
“Kami terus melakukan tinjauan mendalam mengenai kejadian kemarin dan mendiskusikannya dengan regulator lain selain Knight Capital Group. Kami juga mempertimbangkan jika ada langkah tambahan yang diperlukan di luar ukuran pasca Flash Crash yang membatasi dampak trading kemarin,” kata juru bicara SEC, John Nester.
Advokat sistem trading yang bisa memompa ribuan saham di seluruh Wall Street dalam hitungan milidetik mengatakan bahwa kesalahan tidak terletak di sistem, namun karena lemahnya kontrol di firma-firma individual.
Knight menyalahkan kerusakan pada software baru tersebut hingga membanjiri New York Stock Exchange dengan pesanan yang keliru kemarin. Namun Knight tidak menyediakan penjelasan kenapa para trader tidak langsung mengintervensi untuk menghentikan error yang terang-terangan terjadi.
(ang/ang)
Akibatnya, Knight harus jungkir balik mencari pendanaan baru untuk bertahan hidup. Apalagi sahamnya sudah anjlok sebanyak 80% dalam dua hari.
Beberapa customer terbesar Knight seperti TD Ameritrade – broker ritel AS nomor 1 berdasarkan volume trading, raksasa pendanaan Vanguard dan Fidelity Investments berhenti menyalurkan pesanan melalui Knight.
Salah satu ketakutan terbesar adalah jika perusahaan ini akan kolaps, menyebabkan rekanan trading-nya ikut merugi besar.
“Mereka punya 48 jam untuk mendongkrak kepercayaan,” kata James Koutoulas, kepala grup advokasi untuk mantan customer broker gagal MF Global dan Peregrine Financial, dikutip dari Reuters (3/8/2012).
Knight mengatakan mereka sedang giat mencari alternatif strategis dan pembayaran, semakin meningkatkan kemungkinan perusahaan ini akan dijual atau menghadapi kebangkrutan karena kerugian yang menimbulkan kerusakan parah pada bisnisnya.
Sebagai salah satu market-maker terdepan di bursa saham AS, Knight merupakan salah satu perusahaan yang kritis terhadap trading teratur dan mulus. Market-makers mencocokkan pesanan dari pembeli dan penjual, sekaligus sering menyediakan likuiditas dengan terjun langsung ke pasar.
Masalah ini terjadi ketika software trading Knight mengirim trades palsu bertubi-tubi ke bursa selama 45 menit pada hari Rabu dan menyebabkan Knight merugi besar dalam beberapa saham yang dibelinya pada harga tinggi.
“Pasti ada suatu cara untuk melihat keadaan seluruh sistemnya. Tidak ada alasan bagi Knight sehingga mereka bisa gagal bertindak lebih cepat,” kata Roy Niederhoffer yang menggunakan Knight untuk R.G. Niederhoffer Capital Management-nya.
Menurut The Wall Street Journal, saat ini Knight sedang berdiskusi dengan Virtu Financial LLC – perusahaan trading yang dibekingi Silver Lake Partners mengenai kemungkinan kesepakatan. Berdasarkan laporan Fox Business Network, Knight juga sudah mendekati JPMorgan Chase & Co untuk pembiayaan.
Juru bicara JPMorgan menolak berkomentar. Juru bicara Knight dan Silver Lake juga menolak berkomentar.
Menurut sebuah sumber yang familiar dengan situasi ini, pada Kamis malam Knight berencana mendirikan ruang data untuk penawar potensial bisa menyisir buku keuangannya. Sumber itu juga menambahkan, beberapa firma ekuitas privat sedang mempertimbangkan apakah akan menengok Knight atau tidak, menerangkan situasi yang tidak pasti.
Sebuah laporan Bloomberg melaporkan bahwa Knight telah menyewa Sandler O'Neill dan Goldman Sachs untuk jadi penasehat langkah berikutnya. Perwakilan berwenang Goldman dan O'Neill menolak berkomentar. “Anda harus menemukan seseorang yang bersedia gerak cepat. Ini masalah kepercayaan,” kata sumber tersebut.
Kerugian trading US$ 440 juta yang dialami Knight telah menimbulkan perdebatan mengenai apakah teknologi telah meningkatkan resiko trading ke tingkat yang tidak dapat diterima. U.S. Securities and Exchange Commission kemarin mengatakan akan mempertimbangkan apakah ukuran baru diperlukan untuk mengamankan pasar.
“Kami terus melakukan tinjauan mendalam mengenai kejadian kemarin dan mendiskusikannya dengan regulator lain selain Knight Capital Group. Kami juga mempertimbangkan jika ada langkah tambahan yang diperlukan di luar ukuran pasca Flash Crash yang membatasi dampak trading kemarin,” kata juru bicara SEC, John Nester.
Advokat sistem trading yang bisa memompa ribuan saham di seluruh Wall Street dalam hitungan milidetik mengatakan bahwa kesalahan tidak terletak di sistem, namun karena lemahnya kontrol di firma-firma individual.
Knight menyalahkan kerusakan pada software baru tersebut hingga membanjiri New York Stock Exchange dengan pesanan yang keliru kemarin. Namun Knight tidak menyediakan penjelasan kenapa para trader tidak langsung mengintervensi untuk menghentikan error yang terang-terangan terjadi.
(ang/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 19/06/2013 20:04 WIB
Anggaran Jebol, Thailand Tak Kuat Lagi Beli Beras Petani Lebih Mahal
-
Rabu, 19/06/2013 19:20 WIB
Akhir Pekan Ini Jokowi Buka Pameran Monorel Gratis di Monas
-
Rabu, 19/06/2013 18:52 WIB
Bangun Parkir Bawah Tanah di Monas, Ahok Suntik Rp 1 Triliun ke BUMD
-
Rabu, 19/06/2013 18:45 WIB
Ahok: Tak Mudah Urai Macet, Ps. Minggu dan Tanah Abang Semrawut
-
Rabu, 19/06/2013 18:32 WIB
43 BUMN Rebutan Penghargaan dari Dahlan Iskan
-
Rabu, 19/06/2013 07:24 WIB
Laporan dari Kuala Lumpur
Ini Bedanya Tol di Malaysia dan di Indonesia
-
Rabu, 19/06/2013 11:16 WIB
Sempat Jadi Pembersih Tinja, Gita Wirjawan: Banyak yang Pikir Saya Mulai Hidup Enak
-
Rabu, 19/06/2013 08:38 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (1)
-
Rabu, 19/06/2013 11:45 WIB
Dahlan Iskan Kunjungi Silvia di Kramat Jati, Siapa Dia?
-
Rabu, 19/06/2013 07:44 WIB
Maskapai dengan Pertumbuhan Paling Cepat di Dunia, Wakil RI Urutan Berapa?
-
79 Komentar
-
74 Komentar
-
70 Komentar
-
64 Komentar
-
55 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 19/06/2013 12:28 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (2)
Jadi orang kaya atau konglomerat memang punya banyak harta dan mampu memiliki segalanya. Namun, beberapa orang kaya ini pernah mencuri sesuatu dan menjadi pengutil.
200 USD
Rp 275.000,-
Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?
Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal?
JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
BUKTIKAN SENDIRI!
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 11:38 WIB WIB
ANTV Dijual ke Hary Tanoe, Grup Bakrie: Itu Cuma Gosip
-
Rabu, 19/06/2013 11:16 WIB WIB
Sempat Jadi Pembersih Tinja, Gita Wirjawan: Banyak yang Pikir Saya Mulai Hidup Enak
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer









