detikfinance

Pungli di Tanjung Priok Mulai dari Keamanan Hingga Urus Dokumen

Wiji Nurhayat - detikfinance
Jumat, 03/08/2012 19:06 WIB
Jakarta - Pungutan liar (pungli) masih merajalela di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pengamatan yang dilakukan detikFinance, secara kasat mata di lapangan praktik pungli 'kecil-kecilan' menjadi pemandangan yang lazim.

"Ini adalah pelabuhan, segala sesuatu bisa jadi uang," ungkap petugas keamanan yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikFinance di Pos I Pelindo, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, jumat (03/08/12)

Petugas itu mengatakan pungutan liar terhadap kendaraan yang lalu lalang di Tanjung Priok adalah rutinitas, yang dilakukan oleh teman-temannya sebagai bagian keamanan di pelabuhan.

"Kalau anda tidak percaya, kunjungi semua pos di Pelindo, semua sama," katanya.

Bentuk pungli, misalnya untuk 1 bus kontainer, sopir wajib membayar Rp 2.000 kepada satu orang pihak keamanan. Belum lagi sopir harus membayar biaya pengurusan dokumen bongkar muat di masing-masing pos. Jika tidak maka dipastikan sopir tidak bisa melakukan bongkar muat. Bayangkan jika banyak petugas keamanan yang meminta, berapa rupiah yang harus dibayar sopir setiap hari.

"Pendapatan tidak akan saya sebutkan berapa saya mendapatkan uang dari sopir," katanya.

Pengamatan yang dilakukan detikFinance terlihat slogan 'Jangan Paksa Petugas untuk Lakukan Pungli' ternyata jauh dari praktik. Petugas keamanan terang-terang melakukan hal tersebut.

Sebelumnya Presiden SBY mengingatkan para jajarannya untuk memberantas pungutan liar (pungli). Presiden juga meminta siapa saja yang menemukan pungli dimanapun dapat melapor kepada dirinya untuk ditindaklanjuti.

"Berlakukan pengawasan bersama, jangan segan-segan jika kena pungli sampaikan. Begitu kena pungli, SMS, dan akan di cek," ujar Presiden SBY dalam jumpa pers usai rapat kabinet di Kantor Angkasa Pura II, Tangerang, Banteng, Kamis (2/8/2012).

SBY sendiri mengaku dirinya pernah berniat untuk naik truk dari Banyuwangi ke Jakarta. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan kabar maraknya pungutan liar (pungli) di jalur tersebut.

"Di jalan raya, Banyuwangi ke Jakarta, katanya lebih dari 10 kali pungli. Saya mau naik truk, untuk membuktikan, tapi tidak diperbolehkan Paspamres," tutur SBY.



(hen/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA