detikfinance

Makanan Khas Banyumas Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

Arbi Anugrah - detikfinance
Sabtu, 04/08/2012 12:08 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/04/4/121250_jenang1.jpg
Purwokerto - Sejumlah produk makanan khas di Kota Purwokerto kini mulai kebanjiran pemesanan. Bahkan, pemesanan makanan semakin meningkat mendekati Lebaran hingga mencapai 300 persen.

Produsen jenang jaket di Kelurahan Mersi, Purwokerto Timur, Banyumas, Jawa Tengah, Ny Salimin mengaku konsumen dari wilayah Eks Karesidenan Banyumas dan Jakarta kini sudah mulai memesan jenang ketan sejak sebulan lalu.

"Konsumen sudah minta dikirim jenang pada H-7 Lebaran," katanya kepada wartawan saat ditemui di tempat industri jenang jaket, Sabtu (4/8/2012).

Menurut dia, produksi jenang ketan untuk memenuhi permintaan konsumen akan dimulai H-7 hingga H+7. "Kami akan mengoptimalkan saat mendekati Lebaran. Jadi makanan ini untuk oleh-oleh Lebaran," jelasnya.

Meningkatnya permintaan jenang ketan Ny Salimin, tentu saja menaikkan omzet penjualan. Pada hari biasa dia hanya memproduksi jenang ketan sekitar 3 kuintal. Namun, pada Lebaran kali ini produksinya naik hingga mencapai 1 ton.

"Kami juga sudah menyiapkan tenaga tambahan untuk membantu proses produksi," katanya.

Dia menambahkan, meski permintaan menjelang Lebarang meningkat namun produsen jenang ketan tidak menaikkan harga jual. Harga jenang ketan polos per bungkus isi 16 biji dijual dengan harga Rp 9 ribu, sedangkan jenang ketan wijen Rp 10 ribu per bungkus.

Selain kemasan, kata Ny Salimin, menjual jenang ketan polos per kilogram Rp 18 ribu, sedangkan jenang ketan wijen Rp 20 ribu. "Meski harga tidak kami naikkan, tapi kami tetap mengutamakan kualitas produk," katanya.

Sementara itu, bagian Administrasi Toko Oleh-oleh Sawangan 1 yang berada di Kota Purwokerto, Iding (37), juga mengungkapkan, harga jual jenang ketan masih sama seperti biasanya. Produsen sengaja tidak menaikkan harga lantaran takut ditinggal pembeli.

Seperti halnya harga tempe mendoan isi dua biji berkisar Rp 700 - Rp 900, sedangkan harga paket tempe mendoan (isi tepung, kecap dan tempe mendoan 10 biji) Rp 26 ribu - Rp 28 ribu. Menyusul harga keripik berkisar Rp 8.500 - 12 ribu per bungkus.

Saat ini produsen makanan khas itu hanya fokus untuk meningkatkan produksi menghadapi lonjakan permintaan konsumen saat libur Lebaran. Apalagi berdasarkan pengalaman, pusat-pusat penjualan makanan dan jajanan tersebut selalu diserbu pembeli yang kebanyakan pemudik luar kota yang hendak pulang kembali ke tempat kerja atau daerah asal.



(ang/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy
    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    REGISTRASI OTA