Konsultasi Saham
Research Team
PT Mega Capital Indonesia
Call Center : (021) 7917 5599
Mega Capital Indonesia
Konsultasi SahamResearch Team
PT Mega Capital Indonesia
Call Center : (021) 7917 5599
Mengelola Reksa Dana di Satu Manajer Investasi
Senin, 06/08/2012 10:55 WIB
Jakarta - Saya newbie dalam investasi di mutual funds. Baru-baru ini mencoba membeli 3 macam reksa dana (fixed income, balance & equity), berdasarkan riset kecil-kecilan terhadap berbagai reksa dana yang ada. Kebetulan ketiga pilihan terbaik saya jatuh di satu Manajer Investasi (MI). Bagaimana sarannya mengenai hal ini? Apa saya perlu diversifikasi pada berbagai MI juga? Thanks
Jawaban:
Salam sukses untuk Ibu Paramita,
Sebelum melakukan investasi pada reksa dana, ada beberapa langkah yang hendaknya dilakukan oleh investor/calon investor. Langkah tersebut antara lain:
1. Memeriksa validitas (keabsahan) dari reksa dana, pengelola dana atau manajer investasi (MI), dan agen penjual dari reksadana tersebut. Untuk memeriksanya, dapat melihat data pada website Bapepam-LK (http://www.bapepam.go.id/reksadana/data.asp?page=aperd)
2. Memeriksa rekam jejak pengelola dana (MI) antara lain mengenai: pengalaman manajer investasi, aset yang dikelola, tim pengelola, kinerja historis, keterbukaan informasi, dsb. Laporan bulanan kinerja reksa dana (fund fact sheet) dapat menjadi salah satu acuan dalam melihat rekam jejak pengelola dana (MI). Fund Fact sheet tersebut dapat diperoleh pada website pengelola (MI), website agen penjual atau meminta langsung pada agen penjual reksadana tersebut.
3. Setelah melakukan pengecekan pada point 1 dan 2, investor/calon investor dapat melakukan penilaian atas kinerja reksa dana. Untuk menilai baik/buruknya kinerja sebuah reksa dana, investor/calon investor dapat membandingkan kinerja sebuah reksa dana dengan benchmark-nya atau dengan reksa dana saham yang lain yang dapat dijadikan benchmark. Misalnya, tingkat pengembalian atau imbal hasil dari sebuah reksa dana saham dapat dibandingkan dengan tingkat pengembalian atau imbal hasil dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Semakin panjang waktu historis (historical time frame) yang digunakan dalam perbandingan, semakin memberikan informasi mengenai konsistensi dari kinerja sebuah reksa dana. Data historis reksa dana dapat dilihat pada surat kabar atau pada website http://pusatdata.kontan.co.id/v2/reksadana. Sebelum melakukan investasi pada reksa dana investor disarankan memahami terlebih dahulu informasi yang terkandung dalam prospektus reksa dana yang bersangkutan.
Bila setelah melakukan tiga langkah tersebut di atas diperoleh kesimpulan bahwa ternyata kinerja terbaik 3 jenis reksa dana (pendapatan tetap, saham, dan campuran) adalah reksa dana yang dikelola oleh pengelola (MI) yang sama, maka hal ini bukanlah hal yang salah. Perlu menjadi catatan bahwa kinerja masa lalu dari portofolio suatu reksa dana tidak mencerminkan kinerja di masa yang akan datang.
(etr/ang)
Jawaban:
Salam sukses untuk Ibu Paramita,
Sebelum melakukan investasi pada reksa dana, ada beberapa langkah yang hendaknya dilakukan oleh investor/calon investor. Langkah tersebut antara lain:
1. Memeriksa validitas (keabsahan) dari reksa dana, pengelola dana atau manajer investasi (MI), dan agen penjual dari reksadana tersebut. Untuk memeriksanya, dapat melihat data pada website Bapepam-LK (http://www.bapepam.go.id/reksadana/data.asp?page=aperd)
2. Memeriksa rekam jejak pengelola dana (MI) antara lain mengenai: pengalaman manajer investasi, aset yang dikelola, tim pengelola, kinerja historis, keterbukaan informasi, dsb. Laporan bulanan kinerja reksa dana (fund fact sheet) dapat menjadi salah satu acuan dalam melihat rekam jejak pengelola dana (MI). Fund Fact sheet tersebut dapat diperoleh pada website pengelola (MI), website agen penjual atau meminta langsung pada agen penjual reksadana tersebut.
3. Setelah melakukan pengecekan pada point 1 dan 2, investor/calon investor dapat melakukan penilaian atas kinerja reksa dana. Untuk menilai baik/buruknya kinerja sebuah reksa dana, investor/calon investor dapat membandingkan kinerja sebuah reksa dana dengan benchmark-nya atau dengan reksa dana saham yang lain yang dapat dijadikan benchmark. Misalnya, tingkat pengembalian atau imbal hasil dari sebuah reksa dana saham dapat dibandingkan dengan tingkat pengembalian atau imbal hasil dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Semakin panjang waktu historis (historical time frame) yang digunakan dalam perbandingan, semakin memberikan informasi mengenai konsistensi dari kinerja sebuah reksa dana. Data historis reksa dana dapat dilihat pada surat kabar atau pada website http://pusatdata.kontan.co.id/v2/reksadana. Sebelum melakukan investasi pada reksa dana investor disarankan memahami terlebih dahulu informasi yang terkandung dalam prospektus reksa dana yang bersangkutan.
Bila setelah melakukan tiga langkah tersebut di atas diperoleh kesimpulan bahwa ternyata kinerja terbaik 3 jenis reksa dana (pendapatan tetap, saham, dan campuran) adalah reksa dana yang dikelola oleh pengelola (MI) yang sama, maka hal ini bukanlah hal yang salah. Perlu menjadi catatan bahwa kinerja masa lalu dari portofolio suatu reksa dana tidak mencerminkan kinerja di masa yang akan datang.
(etr/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 21:07 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
Senin, 20/05/2013 20:21 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 20:14 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 19:32 WIB
Pensiun dari BI, Darmin Nasution Bikin Buku 'Bank Sentral Harus Membumi'
-
Senin, 20/05/2013 20:09 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 20:16 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 21:03 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
Senin, 20/05/2013 18:32 WIB
Bosnya Dikabarkan Jadi Kepala BKPM, Ini Tanggapan Pertamina
-
68 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 19:32 WIB
Pensiun dari BI, Darmin Nasution Bikin Buku 'Bank Sentral Harus Membumi'
Masa jabatan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berakhir di 22 Mei 2013. Sebelum meninggalkan BI, Darmin meluncurkan buku tentang bank sentral.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB WIB
Cerita Industri Unggas China Rugi Rp 1 T/Hari Gara-gara Flu Burung
-
Senin, 20/05/2013 16:20 WIB WIB
Tiru Konsep AirAsia, D'Cost Jual Makanan Rasa Bos Harga Anak Kos
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










