Perselisihan PLN dengan PGN Soal FSRU Jawa Barat Mencair
Senin, 06/08/2012 19:49 WIB
Jakarta - Perselisihan mega proyek kapal apung gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG) atau FSRU Jawa Barat antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT PLN tampaknya sudah mencair.
Sebelumnya PGN dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR mengajukan protes ke PLN karena PGN telah menyiapkan FSRU dengan kapasitas LNG 500 MMBTU untuk pembangkit listrik PLN namun PLN tidak menggunakan gas PGN dengan maksimal.
"Sebutulnya itu tinggal menunggu waktu karena pada prinsipnya bahwa kita menyediakan untuk PLN tapi mungkin PLN perlu waktu untuk menyerap gas," ungkap Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup di Kantor Pusat PGN Jakarta, Senin (6/8/2012).
PGN juga menilai dengan kapasitas FSRU Jawa Barat yang besar tersebut, sebetulnya gas dari FSRU tersebut bisa dijual ke industri.
"Prinsipnya industri juga memerlukan gas ini juga menjadi hambatan siapa yang lebih dahulu hanya kalau industri lebih dahulu harus ada tambahan gas lagi karena industri kalau sudah pakai gas gak bisa dihentikan," tambahnya.
Heri juga menampik tudingan akibat kapasitas yang tidak terserap oleh PLN mencapai 300 MMBTU, PGN mengalami kehilangan potensi pendapatan.
"Saya kira tidak lost, karena memang penyaluran gas sendiri bertahap jadi kalau PLN sekarang menyerapnya bertahap, saat ini industri juga akan menggunakan LNG," katanya.
Heri juga menjelaskan saat ini proses penyelesaian permasalahan pasokan gas dengan pihak PLN terkait LNG FSRU Jawa Barat masih berjalan.
"Saat ini untuk muara tawar responnya positif, hanya perlu proses untuk dokumentasi," tutup Heri.
(feb/dru)
Sebelumnya PGN dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR mengajukan protes ke PLN karena PGN telah menyiapkan FSRU dengan kapasitas LNG 500 MMBTU untuk pembangkit listrik PLN namun PLN tidak menggunakan gas PGN dengan maksimal.
"Sebutulnya itu tinggal menunggu waktu karena pada prinsipnya bahwa kita menyediakan untuk PLN tapi mungkin PLN perlu waktu untuk menyerap gas," ungkap Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup di Kantor Pusat PGN Jakarta, Senin (6/8/2012).
PGN juga menilai dengan kapasitas FSRU Jawa Barat yang besar tersebut, sebetulnya gas dari FSRU tersebut bisa dijual ke industri.
"Prinsipnya industri juga memerlukan gas ini juga menjadi hambatan siapa yang lebih dahulu hanya kalau industri lebih dahulu harus ada tambahan gas lagi karena industri kalau sudah pakai gas gak bisa dihentikan," tambahnya.
Heri juga menampik tudingan akibat kapasitas yang tidak terserap oleh PLN mencapai 300 MMBTU, PGN mengalami kehilangan potensi pendapatan.
"Saya kira tidak lost, karena memang penyaluran gas sendiri bertahap jadi kalau PLN sekarang menyerapnya bertahap, saat ini industri juga akan menggunakan LNG," katanya.
Heri juga menjelaskan saat ini proses penyelesaian permasalahan pasokan gas dengan pihak PLN terkait LNG FSRU Jawa Barat masih berjalan.
"Saat ini untuk muara tawar responnya positif, hanya perlu proses untuk dokumentasi," tutup Heri.
(feb/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 21:20 WIB
RI Bergantung Minyak Impor, MS Hidayat: Importir Makin Besar Untungnya
-
Rabu, 22/05/2013 19:10 WIB
Ekspansi Intraco Penta di Kalimantan
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 18:25 WIB
PT KAI: 1 Juni 2013 Semua Stasiun di Jabodetabek Steril dari Kios dan PKL
-
Rabu, 22/05/2013 18:39 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 17:10 WIB
Pebisnis Kaya dari China Beli Burung Rp 3,8 Miliar
-
Rabu, 22/05/2013 18:25 WIB
PT KAI: 1 Juni 2013 Semua Stasiun di Jabodetabek Steril dari Kios dan PKL
-
Rabu, 22/05/2013 16:54 WIB
Kisah Mahasiswa Indonesia Jualan Coto Makassar di Sydney
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
Pengusaha tambang raksasa Gina Rinehart telah kehilangan kekayaan AUD 7 miliar (US$ 6,8 miliar) atau sekitar Rp 64 triliun tahun lalu. Meski begitu, Rinehart tetap jadi orang terkaya di Australia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB WIB
Perusahaan Taksi Ini Jual Mobil Bekas Rp 7,5 Juta
-
Rabu, 22/05/2013 15:05 WIB WIB
Jangan Sampai RI Masuk MURI Jadi Negara Terakhir Pakai Bensin Premium
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







