Wajah Presiden RI Bisa 'Nampang' di Uang Kertas Baru Mulai 2014
Selasa, 07/08/2012 11:36 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) resmi mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 14/7/PBI/2012 tentang pengelolaan uang rupiah. Dalam aturan tersebut, berisi ciri-ciri uang rupiah terbaru.
Diantaranya, pencantuman frasa 'Negara Kesatuan Republik Indonesia' pada mata uang hingga gambar pahlawan nasional atau presiden RI di muka utama uang rupiah kertas.
"Ketentuan ini merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang mengatur mengenai kewenangan Bank Indonesia dalam melakukan pengelolaan uang Rupiah yang meliputi perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan, serta pemusnahan uang Rupiah," jelas Gubernur BI Darmin Nasution dalam PBI tersebut yang dikutip detikFinance, Selasa (7/8/2012).
Dalam aturan tersebut, tertuang ciri umum uang rupiah kertas yang anyar.
Sebagaimana dimaksud pada pasal 4 ciri umum uang rupiah kertas paling sedikit memuat gambar lambang negara 'Garuda Pancasila', pencantuman frasa 'Negara Kesatuan Republik Indonesia', pencantuman frasa 'Bank Indonesia' hingga tanda tangan pemerintah dan BI.
"Gambar pahlawan nasional dan/atau Presiden dicantumkan sebagai gambar utama pada bagian depan Uang Rupiah," terang Darmin.
Ditegaskan kembali sesuai ciri uang rupiah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 juga, tidak memuat gambar orang yang masih hidup alias sudah meninggal. Sehingga, hanya Presiden RI yang sudah meninggal yang wajahnya bisa dipasang di uang kertas.
Dijelaskan juga, BI menetapkan bahan baku Rupiah yang mengutamakan produk dalam negeri dengan menjaga mutu, keamanan, dan harga yang bersaing.
Sementara itu, perencanaan, pencetakan dan pemusnahan Rupiah dilaksanakan oleh BI yang berkoordinasi dengan Pemerintah,
"Bank Indonesia melaksanakan pencetakan Rupiah yang dilaksanakan di dalam negeri dengan menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pelaksana pencetakan Rupiah. Dalam hal BUMN tidak sanggup melaksanakan pencetakan Rupiah, maka pencetakan Rupiah dilaksanakan oleh BUMN dengan bekerjasama dengan lembaga lain yang ditunjuk," jelasnya.
Namun, uang rupiah kertas dengan ciri umum tersebut mulai berlaku, dikeluarkan dan diedarkan pada tanggal 17 Agustus 2014.
(dru/ang)
Diantaranya, pencantuman frasa 'Negara Kesatuan Republik Indonesia' pada mata uang hingga gambar pahlawan nasional atau presiden RI di muka utama uang rupiah kertas.
"Ketentuan ini merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang mengatur mengenai kewenangan Bank Indonesia dalam melakukan pengelolaan uang Rupiah yang meliputi perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan, serta pemusnahan uang Rupiah," jelas Gubernur BI Darmin Nasution dalam PBI tersebut yang dikutip detikFinance, Selasa (7/8/2012).
Dalam aturan tersebut, tertuang ciri umum uang rupiah kertas yang anyar.
Sebagaimana dimaksud pada pasal 4 ciri umum uang rupiah kertas paling sedikit memuat gambar lambang negara 'Garuda Pancasila', pencantuman frasa 'Negara Kesatuan Republik Indonesia', pencantuman frasa 'Bank Indonesia' hingga tanda tangan pemerintah dan BI.
"Gambar pahlawan nasional dan/atau Presiden dicantumkan sebagai gambar utama pada bagian depan Uang Rupiah," terang Darmin.
Ditegaskan kembali sesuai ciri uang rupiah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 juga, tidak memuat gambar orang yang masih hidup alias sudah meninggal. Sehingga, hanya Presiden RI yang sudah meninggal yang wajahnya bisa dipasang di uang kertas.
Dijelaskan juga, BI menetapkan bahan baku Rupiah yang mengutamakan produk dalam negeri dengan menjaga mutu, keamanan, dan harga yang bersaing.
Sementara itu, perencanaan, pencetakan dan pemusnahan Rupiah dilaksanakan oleh BI yang berkoordinasi dengan Pemerintah,
"Bank Indonesia melaksanakan pencetakan Rupiah yang dilaksanakan di dalam negeri dengan menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pelaksana pencetakan Rupiah. Dalam hal BUMN tidak sanggup melaksanakan pencetakan Rupiah, maka pencetakan Rupiah dilaksanakan oleh BUMN dengan bekerjasama dengan lembaga lain yang ditunjuk," jelasnya.
Namun, uang rupiah kertas dengan ciri umum tersebut mulai berlaku, dikeluarkan dan diedarkan pada tanggal 17 Agustus 2014.
(dru/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 21:31 WIB
Ke Mana Darmin Nasution Setelah Pensiun dari BI?
-
Senin, 20/05/2013 21:07 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
Senin, 20/05/2013 20:21 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 20:14 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 14:48 WIB
Ini Satu-satunya Orang Arab yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
-
Senin, 20/05/2013 17:09 WIB
Program Resepsi Nikah di D'Cost, 'Hamil Baru Bayar'
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Kenapa Utang RI Tembus Rp 2.000 T? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Senin, 20/05/2013 14:20 WIB
Chatib Basri Jadi Menkeu, Bos Pertamina dan Kepala BKPM Diisi Orang Baru?
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
26 Komentar
-
25 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 19:32 WIB
Pensiun dari BI, Darmin Nasution Bikin Buku 'Bank Sentral Harus Membumi'
Masa jabatan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berakhir di 22 Mei 2013. Sebelum meninggalkan BI, Darmin meluncurkan buku tentang bank sentral.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 16:44 WIB WIB
30 Tahun Diincar, Apakah Inalum 100% Jadi Milik Indonesia 30 Oktober?
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB WIB
Cerita Industri Unggas China Rugi Rp 1 T/Hari Gara-gara Flu Burung
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










