detikfinance

Pemerintah Rogoh Kocek Rp 2 Miliar Lagi untuk Stiker Pembatasan BBM

Rista Rama Dhany - detikfinance
Selasa, 07/08/2012 20:10 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/07/1034/201252_bbmsubsidi.jpg
Jakarta - Untuk melanjutkan program pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan pemerintah di Jawa-Bali diperlukan stiker orange sebanyak 200.000 lembar. Pemerintah merogoh kocek hingga Rp 2 miliar.

Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng.

"Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi Sumber Daya Mineral ditunjuk untuk membuat stiker pembatasan BBM, untuk Jawa-Bali dibuat sebanyak 200.000 lembar yang menghabiskan dana Rp 2 miliar," kata Andy ketika ditemui di Kantor Pertamina Pusat usai mengikuti Sidang Kabinet Terbatas bidang energi, Selasa (7/8/2012).

Dikatakan Andy, untuk pembuatan stiker orange kali ini diyakini kualitasnya jauh lebih baik dibandingkan stiker sebelumnya yang dibuat untuk Jabodetabek.

"Tapi stiker yang dibuat untuk Jawa-Bali ini kualitasnya jauh lebih baik dibandingkan stiker sebelumnya yang dibuat untuk Jabodetabek pada 1 Juni lalu, dimana kalau saya lihat nelongso, kualitasnya jelek, dimana saat itu dicetak sebanyak 60.000 stiker," ungkapnya.

Diungkapkannya lagi, untuk stiker yang baru ini, untuk ukuran yang besar dan ditempel di belakang kaca mobil per lembar senilai Rp 7.500, sedangkan ukuran yang kecil untuk ditempel didepan kaca depan mobil per lembarnya Rp 2.500.

"Peletakan stiker ini nanti ada kaca bagian dalam mobil, ini juga agar menghindari efek sinar matahari atau hujan yang bisa merusak stiker," tandasnya.



(rrd/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy
    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    REGISTRASI OTA