detikfinance

Perusahaan Peti Kemas Milik 4 BUMN Segera Terbentuk

Wiji Nurhayat - detikfinance
Selasa, 07/08/2012 22:14 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/07/4/222729_prioks.jpg
Jakarta - Operator pelabuhan BUMN Pelindo I, Pelindo II (Indonesia Port Corporation/IPC), Pelindo III dan Pelindo IV membentuk suatu anak perusahaan baru yang dinamakan PT Terminal Petikemas Indonesia.

Nantinya anak perusahaan ini akan bergerak dalam percepatan distribusi kontainer yang ada di Indonesia. Rencananya anak usaha baru itu akan terbentuk pekan depan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino dikediaman pribadinya di Jakarta Selatan, Selasa (7/08/12).

"IPC, PT Pelindo I, III dan IV akan menjadi owner-nya, dan minggu depan izin dari PT Terminal Petikemas Indonesia keluar," ungkap RJ Lino.

Anak perusahaan ini nantinya akan mengoperasikan terminal domestik sehingga shiping line yang masuk akan lebih proses bangkar muat sehingga sangat efisien.

Selain itu, Lino mengungkapkan akan melakukan perbaikan pada beberapa Pelabuhan termasuk dalam segi kedalaman laut. Hanya Pelabuhan Tanjung Priok yang tidak ada masalah dalam hal kedalaman laut.

"Seperti contoh yang harus kita siapkan seperti di daerah Belawan kedalaman lautnya harus kita tambah menjadi 13 meter dari sekarang hanya 10 meter," katanya.

Selain Belawan ada juga di Surabaya yang harus diperdalam menjadi 14 meter. Pihaknya akan memperdalam dermaga Pelabuhan Makassar hingga 13 meter yang sekarang hanya 11 meter. Pelindo II juga akan merealisasikan pembangunan Pelabuhan Sorong agar distribusi laut di dalam negeri lebih efisien.

"Di Sorong mudah-mudahan dalam waktu 1 bulan ini akuisisinya selesai sehingga kita masih bisa selesaikan sebelum akhir tahun ini jadi Pelabuhan Sorong sudah mulai bekerja, Dengan demikian di tahun 2014 nanti, Sorong sudah mulai berfungsi layaknya Pelabuhan yang lain," paparnya.

Sebagai contoh untuk pelayaran dari Jakarta ke Sorong biaya yang harus dikeluarkan adalah 2000 Dolar/Teus. Sedangkan jika kontainer dari Jakarta ke Hongkong hanya 100 Dolar/teus. Hongkong ke Jakarta 200 Dolar/teus.

"Shipping line kita nggak maju karena pelabuhan kita nggak efisien, harus ada fiskal, kredit dan shipping industrinya adalah hal komunal yang harus kita lakukan. Kapal-kapal itu juga lebih lama menunggu daripada berlayar, kunci kita itu adalah pelabuhan," tutupnya.



(hen/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA