detikfinance

Satelit Hilang, Saham Telkom Tetap Tegar

Angga Aliya - detikfinance
Kamis, 09/08/2012 11:05 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/09/6/telkombaru.jpg
Jakarta - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) baru saja kehilangan salah satu satelitnya yang diluncurkan di Rusia. Namun, saham perseroan tidak terpengaruh oleh kejadian tersebut.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/8/2012), hingga pukul 11.00 waktu JATS, harga saham TLKM bertambah 200 poin (+2,22%) ke level Rp 9.200. Sebanyak 9.983 lot sahamnya ditransaksikan 735 kali senilai Rp 45,764 miliar.

Roket milik pemerintah Rusia Proton-M yang membawa satelit Telkom-3 dan Express MD2 menghilang beberapa jam setelah meluncur dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan pada hari 6 Agustus kemarin.

Satu hari setelah kabar hilangnya satelit tersebut, Selasa 7 Agustus, saham Telkom tetap tegar, menguat 100 poin (+1,12%) ke posisi Rp 8.950. Sebanyak 34.507 lot sahamnya diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 154,4 miliar.

Pada penutupan perdagangan kemarin Rabu 8 Agustus, saham TLKM juga naik tipis 50 poin (+0,55%) ke level Rp 9.000, atau tepat dua hari setelah berita hilangnya satelit tersebut.

Kendati sudah kehilangan salah satu asetnya, saham Telkom malah reli selama 3 hari alias terus menguat tanpa terpengaruh sentimen negatif pasar, seperti krisis utang uni Eropa yang berkepanjangan.

Satelit Telkom-3 yang gagal mengorbit ini sudah dikabarkan hilang, namun dipastikan tidak akan mengganggu operasional dan layanan Telkom Group secara keseluruhan. Apalagi satelit seharga Rp 1,8 triliun ini telah diasuransikan secara penuh.

"Anomali ini tidak mengganggu operasional dan layanan Telkom, karena Telkom saat ini mengoperasikan dan menggunakan beberapa satelit," jelas Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi.

Saat ini, pihak ISS Reshetnev sedang melakukan investigasi lebih lanjut atas kejadian ini dan akan segera menyampaikan hasilnya kepada Telkom. Melalui koordinasi intensif dengan pihak ISS Reshetnev, Telkom berharap mendapatkan informasi rinci dalam waktu dekat.




(ang/wep)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut