detikfinance

Laris Manis, Bisnis Kolang-Kaling Jadi Idola di Bulan Puasa

Wiji Nurhayat - detikfinance
Sabtu, 11/08/2012 12:58 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/11/480/130033_kolangkalingcover.jpg
Jakarta - Selama bulan Ramadan ini, ternyata banyak pedagang sayur yang beralih profesi menjual kolang-kaling yang diminati masyarakat untuk berbuka puasa. Bisnis kolang-kaling laris manis diserbu pembeli di pasar.

"Laris manis, kolang kaling laku sekali, banyak warung yang jual kolak jadi banyak yang dibeli," ungkap Suminem seorang penjual kolang kaling di Pasar Sungai Bambu, Jakarta Utara saat ditemui detikFinance, Sabtu (11/08/2012).

Kolang kaling di pasar ini dijual Rp 12.000/kg. Banyak penjual kolang-kaling di pasar tersebut yang ternyata sebelumnya berprofesi sebagai tukang sayur. Fenomena ini tidak dipungkiri, karena bisnis penjualan kolang kaling menjanjikan keuntungan besar.

"Saya bisa jual 40 kg per hari, untungnya mungkin 40%, penjualan juga naik terus, nggak pernah sepi," kata Suminem.

Dari pengamatan yang dilakukan detikFinance di Pasar Sungai Bambu, banyak penjual sayur yang beralih profesi menjadi penjual kolang-kaling. Ini dilakukan hanya karena bulan Ramadan, di mana permintaan kolang kaling tidak pernah surut.

"Kebanyakan yang beli penjual kolak, rumah tangga juga banyak. Penjual kolak sekali beli bisa mencapai 6 kg, saya aslinya penjual sayur," paparnya.

Suminem menganggap banyaknya penjual kolang kaling di pasar membuat persaingan semakin tinggi. Tetapi hal ini tidak dipermasalahkan oleh Suminem.

"Namanya juga penjual, banyak pedagang yang jual kolang kaling di bulan Ramadan itu hal biasa. Persaingan ada tapi ini kan Ramadan jadi bagi-bagi rezeki," tutupnya.



(dnl/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut