detikfinance

RSUD di Kaltim Mengeluh Bakrie Life Nunggak Rp 1,1 Miliar Sejak 2009

Robert - detikfinance
Sabtu, 11/08/2012 15:27 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/11/5/153154_193905bakrielife2dalam.jpg Foto: Dok. detikFinance
Samarinda - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syachranie di Samarinda, Kalimantan Timur mengeluh soal tunggakan utang PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) yang belum dibayarkan sejak 2009 lalu.

"Utang sejak 3 tahun lalu. Katanya bangkrut dan bisa membayar tapi dengan cara mencicil," kata Direktur RSUD Abdul Wahab Syachranie, dr Adjie Syirafuddin, saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan di kantornya, Jalan Palang Merah, Samarinda, Sabtu (11/8/2012).

Keterangan ini disampaikan Adjie di sela penyampaiannya terkait persiapan RSUD AW Syachranie Samarinda menghadapi libur lebaran Idul Fitri tahun ini.

Menurut Adjie, terakhir tim rumah sakit mendatangi Bakrie Life di Jakarta pada awal 2012 lalu untuk menanyakan perihal rencana pembayaran. Keterlambatan pembayaran dinilai bisa mengganggu operasional rumah sakit pemerintah itu.

"Waktu tim kita menagihnya, kok susah sekali. Kita ke Jakarta, mereka mengaku pailit. Itu yang juga akhirnya menyulitkan kita," terang Adjie.

"Bisa mengganggu operasional. Cash flow kita terganggu. Jadi, kita menggunakan dana-dana yang ada. Sebagai contoh, distributor obat juga harus dibayar tepat waktu, juga kita harus tepat waktu membayarnya," ujar Adjie.

Adjie menambahkan, ketertarikan pihaknya menjalin kerjasama dengan Bakrie Life karena sebuah perusahaan batubara raksasa di Kaltim juga menjadi nasabah perusahaan asuransi tersebut.

"Bakrie Life nasabahnya juga di perusahaan batubara terbesar di Kaltim. Waktu itu, kita yakin dana klaim tidak akan tersendat. Akhirnya, kita lakukan PKS (Perjanjian Kerja Sama)," jelasnya.

"Perputaran uang di RS AWS sampai dengan Rp 12 miliar per tahun, tapi itu bukan keuntungan. Artinya biaya-biaya operasional dari pasien dan operasional rumah sakit," terang Adjie.

Dalam kesempatan yang sama, Humas RSUD AW Syachranie Samarinda Nurliana Adriati Noor menambahkan, saat ini tercatat hanya sekitar 50-an perusahaan asuransi dan jasa yang bekerjasama dengan rumah sakit.

"Beberapa tahun lalu, ada sekitar 100 perusahaan. Sekarang tinggal 50-an, khususnya mereka yang punya kantor di Samarinda dan memudahkan kita berkomunikasi," sebut Nurliana.

"Kejadian dengan Bakrie Life adalah yang pertama. Untuk yang tersisa saat ini (50-an perusahaan asuransi), kalau kerjasama 1 tahun berjalan lancar, PKS akan kita perpanjang," tutup Nurliana.

Sampai saat ini, Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Pesan singkat yang dikirim detikFinance juga belum dibalas.

Seperti diketahui, Bakrie Life juga menghadapi kasus gagal bayar produk Diamond Investa yang sudah berlangsung sejak akhir 2008. Hingga kini, perusahaan asuransi tersebut belum melunasi dana para nasabahnya. Bakrie Life baru melunasi dana pokok nasabah kurang lebih hanya sebesar 15%, total utang Bakrie Life tercatat Rp 360 miliar.

Sebelumnya, Dirut Bakrie Life Timoer Sutanto menjanjikan pada Mei lalu pembayaran dana bisa dilakukan. Namun pembayaran hanya fokus kepada bunga nasabah.

Namun, dana pokok nasabah Diamond Investa yang direncanakan dicicil 25% per tahun tidak juga dibayar padahal sudah memasuki 2012.

Selama 2011 berarti Bakrie Life tidak mencicil sama sekali.Bakrie Life baru membayar 2,5 kali dana pokok yaitu Maret 2010, Juni 2010, dan September 2010. Total sisa cicilan pokok dan bunga Diamond Investa Bakrie Life yang belum dibayar yaitu per September 2010 sampai dengan Januari 2012.



(dnl/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA