detikfinance

Tapernas Hadir, Bunga KPR Bisa Merosot Hingga 2%

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Selasa, 14/08/2012 11:56 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/14/1016/115803_rumah2luar.jpg
Jakarta - RUU Tabungan Perumahan Nasional (Tapernas) tengah diupayakan Kemenpera dan DPR guna menyediakan sumber dana jangka panjang, berbiaya murah. Hadirnya Tapernas juga dapat menekan bunga KPR menjadi 2%.

Demikian disampaikan Ketua DPP REI, Setyo Maharso dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/8/2012).

"Bila berhasil dihimpun dana yang sangat besar, murah dan berjangka panjang melalui Tabungan Wajib Perumahan (TWP) maka sangat mungkin suku bunga KPR bisa ditekan menjadi 2%-3% per tahun," katanya.

"Bila semua peraturan, baik bank, pertanahan, asuransi memungkinkan untuk jangka waktu KPR diperpanjang misal sampai dengan 40 tahun, maka jumlah MBR dan MBM yang dapat mengakses KPR dapat jauh lebih banyak," tambah Setyo.

Tapernas memang belum efektif berlaku di Indonesia. Padahal di beberapa negara sudah memiliki dan terbukti efektif menyediakan rumah bagi MBR.

Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI) F. Teguh Satria sebelumnya menerangkan, Singapura sukses mewajibkan warganya memiliki tabungan perumahan dan dikelola oleh Central Provident Fund (CPF).

Dana yang dikelola oleh negara yang berpenduduk 4 juta jiwa, sejak tahun 1955 itu, kini berjumlah sampai Rp 1.500 triliun. "Dengan dana itulah kini semua warganya mampu tinggal di hunian yang layak dan terjangkau bagi semua lapisan," ucap Teguh.

Di Singapura, setiap warga negara yang berumur di bawah 55 tahun harus menyisihkan sekitar 25% dari total pendapatannya untuk berbagai kebutuhan, termasuk tabungan perumahan. Sedangkan warga yang usianya 55 ke atas potongan untuk tabungan perumahan jumlahnya lebih kecil.

Dengan ketentuan tersebut, maka setiap bulannya CPF Singapura memungut iuran tabungan perumahan sebesar 1,64 miliar dolar Singapura atau sekitar Rp 8,2 triliun.



(wep/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Index »
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-

    How To Make Money in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut