detikfinance

IHSG Stagnan di Perdagangan Terakhir Sebelum Lebaran

Angga Aliya - detikfinance
Kamis, 16/08/2012 09:26 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/16/6/ihsgtipisanggadalam.jpg Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan terakhir sebelum libur Lebaran dengan stagnan. Kebanyakan investor sudah meliburkan diri lebih awal.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.495 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Pada perdagangan preopening, naik tipis 1,516 poin (0,04%) ke level 4.143,502. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 0,385 poin (0,05%) ke level 715,805.

Membuka perdagangan terakhir sebelum Lebaran, Kamis (16/8/2012), IHSG bertambah 2,267 poin (0,05%) ke level 4.144,253. Indeks LQ45 naik tipis 0,668 poin (0,09%) ke level 716,088.

Indeks bergerak dalam rentang yang tipis di tengah sepinya transaksi. Aksi beli selektif dilakukan investor kepada saham-saham yang nilainya masih murah.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menguat tipis 3,602 poin (0,09%) ke level 4.145,588. Sementara Indeks LQ45 bertambah 0,410 poin (0,06%) ke level 715,830.

Kemarin, IHSG melaju 20 poin berkat aksi beli menjelang penutupan perdagangan. Indeks melaju sendirian di tengah berjatuhannya bursa Asia.

Semalam, Wall Street berakhir datar untuk hari keduanya setelah data ekonomi yang dirilis belum bisa memberikan gambaran secara jelas mengenai arah pertumbuhan perekonomian AS.

Rata-rata bursa di Asia bisa bertahan di zona hijau meski perdagangan relatif sepi. Hanya bursa saham China yang masih terjebak di teritori negatif.

Berikut situasi di bursa-bursa regional pagi ini:
Indeks Komposit Shanghai menipis 1,75 poin (0,08%) ke level 2.117,20.
Indeks Hang Seng menguat 63,41 poin (0,32%) ke level 20.115,70.
Indeks Nikkei 225 melonjak 113,70 poin (1,27%) ke level 9.038,74.
Indeks Straits Times naik 9,13 poin (0,30%) ke level 3.071,24.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di posisi Rp 9.495 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.



(ang/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut