Bos Pelindo II Terganggu dengan Rencana Proyek Pelabuhan Cilamaya
Kamis, 16/08/2012 13:24 WIB
Jakarta - Pelaksana pembangunan proyek New Tanjung Priok atau Pelabuhan Kalibaru, PT Pelindo II merasa terganggu dengan rencana pemerintah membangun Pelabuhan Cilamaya di Karawang. Perseroan menegaskan pemerintah harus membuat prioritas untuk membangun pelabuhan mana yang harus dibangun.
Direktur Utama PT Pelindo II (Indonesia Port Corporation/IPC) RJ Lino mengatakan proyek Pelabuhan Kalibaru yang perseroan garap menggunakan dana korporasi yang berasal dari pinjaman bank dan investor. Pihak bank dan investor tentunya harus yakin bahwa investasi mereka akan kembali.
"Kalau ada tiba-tiba ada proyek Cilamaya yang dibangun tidak dengan dana korperasi melainkan dari dana pemerintah kan lain ceritanya. Itu jelas menyulitkan saya dalam hal finansial. Saya bilang tidak bisa Cilamaya dikerjakan sama-sama dengan Kalibaru," kata Lino di Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (16/8/2012)
Menurutnya waktu ideal membangun pelabuhan tidaklah singkat, misalnya Pelabuhan Bojonegoro butuh baktu 19 tahun untuk jadi. Apalagi jarak Kalibaru dengan rencana Pelabuhan Cilamaya relatif berdekatan, perlu ada prioritas mana yang harus dibangun.
"Toh 10 tahun juga baru jadi, itu akan berpengaruh pada orang yang tanam investasi di Pelabuhan Kalibaru," katanya.
Seperti diketahui rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya masuk dalam proyek infrastruktur Metropolitan Priority Area (MPA) untuk jangka panjang. Rencananya, pembangunan akan dilakukan di sekitar 100 kilometer ke wilayah Timur Jakarta.
Proyek MPA merupakan kerjasama antara Jepang dan Indonesia bakal menelan investasi sangat besar. Total investasi untuk proyek tersebut belum bisa dipastikan. Namun, diperkirakan akan mencapai 2-3 triliun yen atau setara dengan Rp 235-350 triliun (1 yen = Rp 117,4).
Proyek MPA sebenarnya telah disepakati sejak tahun lalu di Bali. Adapun proyek-proyek yang masuk di dalamnya adalah transportasi, pengembangan bandar udara internasional, pengembangan pelabuhan internasional, pengolahan air bersih, dan pengolahan sampah.
(hen/dru)
Direktur Utama PT Pelindo II (Indonesia Port Corporation/IPC) RJ Lino mengatakan proyek Pelabuhan Kalibaru yang perseroan garap menggunakan dana korporasi yang berasal dari pinjaman bank dan investor. Pihak bank dan investor tentunya harus yakin bahwa investasi mereka akan kembali.
"Kalau ada tiba-tiba ada proyek Cilamaya yang dibangun tidak dengan dana korperasi melainkan dari dana pemerintah kan lain ceritanya. Itu jelas menyulitkan saya dalam hal finansial. Saya bilang tidak bisa Cilamaya dikerjakan sama-sama dengan Kalibaru," kata Lino di Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (16/8/2012)
Menurutnya waktu ideal membangun pelabuhan tidaklah singkat, misalnya Pelabuhan Bojonegoro butuh baktu 19 tahun untuk jadi. Apalagi jarak Kalibaru dengan rencana Pelabuhan Cilamaya relatif berdekatan, perlu ada prioritas mana yang harus dibangun.
"Toh 10 tahun juga baru jadi, itu akan berpengaruh pada orang yang tanam investasi di Pelabuhan Kalibaru," katanya.
Seperti diketahui rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya masuk dalam proyek infrastruktur Metropolitan Priority Area (MPA) untuk jangka panjang. Rencananya, pembangunan akan dilakukan di sekitar 100 kilometer ke wilayah Timur Jakarta.
Proyek MPA merupakan kerjasama antara Jepang dan Indonesia bakal menelan investasi sangat besar. Total investasi untuk proyek tersebut belum bisa dipastikan. Namun, diperkirakan akan mencapai 2-3 triliun yen atau setara dengan Rp 235-350 triliun (1 yen = Rp 117,4).
Proyek MPA sebenarnya telah disepakati sejak tahun lalu di Bali. Adapun proyek-proyek yang masuk di dalamnya adalah transportasi, pengembangan bandar udara internasional, pengembangan pelabuhan internasional, pengolahan air bersih, dan pengolahan sampah.
(hen/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 00:00 WIB
Bayar Pajak Lebih Cepat dan Praktis dengan mandiri e-tax
-
Minggu, 19/05/2013 18:06 WIB
Djarum, Gudang Garam, Sampoerna Cs Ekspansi Pabrik, Penerimaan Cukai 'Kinclong'
-
Minggu, 19/05/2013 17:55 WIB
Ini Dia Para BUMN yang Dapat Penghargaan dari Dahlan Iskan
-
Minggu, 19/05/2013 17:35 WIB
Mulai Juli, 276 SPBU di DKI Uji Coba Operasikan RFID
-
Minggu, 19/05/2013 17:23 WIB
Korban Jiwa Bertambah Jadi 6 Orang, Bos Induk Freeport 'Terbang' ke Papua
-
Minggu, 19/05/2013 17:57 WIB
Djarum, Gudang Garam, Sampoerna Cs Ekspansi Pabrik, Penerimaan Cukai 'Kinclong'
-
Minggu, 19/05/2013 17:35 WIB
Ini Dia Para BUMN yang Dapat Penghargaan dari Dahlan Iskan
-
Minggu, 19/05/2013 16:48 WIB
BUMN Manakah yang Membayar Gaji Pegawainya Paling Rendah?
-
Minggu, 19/05/2013 17:11 WIB
Korban Jiwa Bertambah Jadi 6 Orang, Bos Induk Freeport 'Terbang' ke Papua
-
Minggu, 19/05/2013 17:24 WIB
Mulai Juli, 276 SPBU di DKI Uji Coba Operasikan RFID
-
67 Komentar
-
65 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 18/05/2013 11:27 WIB
Pagi-pagi, Gita Wirjawan Beri Kuliah Mahasiswa dan Alumni IPB di Hotel Hyatt
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di pagi in imemberi kuliah umum kepada mahasiswa dan alumni program pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








