Ingat, BI Tak akan Ganti Uang Palsu
Kamis, 16/08/2012 15:06 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap peredaran uang palsu. Kerugian uang palsu bagi masyarakat yang mendapatkannya, tidak akan diganti oleh BI sebagai bank sentral.
Menurut Direktur Departemen Pengedaran Uang Bank Indonesia, Adnan Juanda beredarnya uang palsu bukan hanya merugikan pemerintah namun juga masyarakat yang memilikinya karena tak ada satupun bank sentral yang akan memberikan ganti rugi kepad masyarakat yang mendapatkannya.
"Yang memprihatinkan dari uang palsu ini adalah, tidak ada satupun bank sentral yang akan mengganti uang palsu ini, nelangsanya disitu. Makanya orang harus memperhatikan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) tadi," ungkap Adnan di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (16/8/12).
Modus yang dilakukan para pengedar uang palsu bermacam-macam. Para pengedar uang palsu ini biasanya memanfaatkan kelengahan pemilik warung-warung kecil, mereke biasanya beraksi pada malam hari untuk membeli sesuatu.
"Mereka menipu kalau mereka beli roko maghrib-maghrib, belanja, kemungkinan orang yang dimana dilakukan transaksi akan terkena tipu karena kalau malam sulit membedakan mana yang asli dengan yang palsu," katanya.
Selain itu, sindikat pengedaran uang palsu itu pun dilakukan lewat perantara-perantara. Mereka juga mencampur uang palsu dengan uang asli, sehingga masyarakat akan lebih mudah terkecoh.
"Ada yang pake belanjaan, ada yang transaksi biasa. Itu mereka tidak gelondongan begitu saja, pake perantara-perantara. Lalu yang diintegorasi polisi itu, yang mereka campur uang palsu dengan uang asli, ini yang berbahaya, karena bias," paparnya.
Padahal, setelah diberlakukannya UU mata uang, Adnan mengatakan setiap orang yang terbukti melakukan pengedaran uang palsu ini akan ditindak pidana dengan kurungan penjara selama 15 tahun.
Seperti diketahui, di Indonesia sampai bulan Juni tahun ini, Bank Indonesia mencatat peredaran uang palsu mencapai 4 lembar/1 juta, yang mana 28% diantaranya didominasi oleh uang pecahan Rp 100 ribu.
(zul/hen)
Menurut Direktur Departemen Pengedaran Uang Bank Indonesia, Adnan Juanda beredarnya uang palsu bukan hanya merugikan pemerintah namun juga masyarakat yang memilikinya karena tak ada satupun bank sentral yang akan memberikan ganti rugi kepad masyarakat yang mendapatkannya.
"Yang memprihatinkan dari uang palsu ini adalah, tidak ada satupun bank sentral yang akan mengganti uang palsu ini, nelangsanya disitu. Makanya orang harus memperhatikan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) tadi," ungkap Adnan di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (16/8/12).
Modus yang dilakukan para pengedar uang palsu bermacam-macam. Para pengedar uang palsu ini biasanya memanfaatkan kelengahan pemilik warung-warung kecil, mereke biasanya beraksi pada malam hari untuk membeli sesuatu.
"Mereka menipu kalau mereka beli roko maghrib-maghrib, belanja, kemungkinan orang yang dimana dilakukan transaksi akan terkena tipu karena kalau malam sulit membedakan mana yang asli dengan yang palsu," katanya.
Selain itu, sindikat pengedaran uang palsu itu pun dilakukan lewat perantara-perantara. Mereka juga mencampur uang palsu dengan uang asli, sehingga masyarakat akan lebih mudah terkecoh.
"Ada yang pake belanjaan, ada yang transaksi biasa. Itu mereka tidak gelondongan begitu saja, pake perantara-perantara. Lalu yang diintegorasi polisi itu, yang mereka campur uang palsu dengan uang asli, ini yang berbahaya, karena bias," paparnya.
Padahal, setelah diberlakukannya UU mata uang, Adnan mengatakan setiap orang yang terbukti melakukan pengedaran uang palsu ini akan ditindak pidana dengan kurungan penjara selama 15 tahun.
Seperti diketahui, di Indonesia sampai bulan Juni tahun ini, Bank Indonesia mencatat peredaran uang palsu mencapai 4 lembar/1 juta, yang mana 28% diantaranya didominasi oleh uang pecahan Rp 100 ribu.
(zul/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Selasa, 18/06/2013 21:30 WIB
Harga BBM Naik, Lorena Siap Naikkan Tarif Bus
-
Selasa, 18/06/2013 20:50 WIB
Tunggu Antrean Izin, Lorena Undur Waktu IPO
-
Selasa, 18/06/2013 19:52 WIB
Pemerintah Akan Naikkan BBM Saat Kompensasi Siap Dilaksanakan
-
Selasa, 18/06/2013 19:30 WIB
Molor, Proyek Tol Kebon Jeruk-Ulujami Baru Rampung Habis Lebaran
-
Selasa, 18/06/2013 19:27 WIB
Awas! Parkir Sembarangan di Bandara Soekarno Hatta akan Kena Gembok
-
Selasa, 18/06/2013 07:38 WIB
Curhatan Sopir Taksi yang Pusing BBM Bakal Jadi Rp 6.500/Liter
-
Selasa, 18/06/2013 21:22 WIB
Harga BBM Naik, Lorena Siap Naikkan Tarif Bus
-
Selasa, 18/06/2013 10:18 WIB
Bandel! Fortuner Pejabat Masih Parkir Sembarangan di Bandara Soetta
-
Selasa, 18/06/2013 09:20 WIB
BBM Premium Naik, Tarif KRL Jabodetabek Turun Per 1 Juli
-
Selasa, 18/06/2013 19:06 WIB
Kalahkan Singapore Airlines, Garuda Sabet World Best Economy Class 2013
-
77 Komentar
-
75 Komentar
-
69 Komentar
-
63 Komentar
-
53 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 18/06/2013 11:55 WIB
Tumben.. Dahlan Iskan Tampil Rapi Pakai Setelan Jas
Ada yang tidak biasa dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini. hanya kemeja putih yang menempel di badannya, tapi sesuatu yang lebih formal dan rapi.
Online Trading Academy
Deskripsi Online Trading Academy. Silakan membuka http://jahex.detik.com/statik/createstatic untuk mengupdate deskripsi ini.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Selasa, 18/06/2013 15:42 WIB WIB
Sanksi SPBU Tutup Jelang BBM Naik, Pertamina: Kita Bablasin Tutup Sebulan
-
Selasa, 18/06/2013 15:39 WIB WIB
Tak Ada yang Seperti RI, Cadangan Minyak Sedikit Tapi BBM Murah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_6.gif)








