Penggiat Dinar dan Dirham: Pakai Uang Kertas Itu Haram!
Kamis, 16/08/2012 17:24 WIB
Jakarta - Para penggiat maupun pelaku bisnis yang menggunakan dinar maupun dirham sebagai alat tukar menyesalkan sikap Bank Indonesia (BI) yang melarang seseorang bertransaksi menggunakan mata uang selain rupiah.
Pada dasarnya dinar dan dirham bukanlah mata uang yang diakui sebagai legal tender melainkan hanya alat tukar sesuai syariat Islam.
"Pada dasarnya sama saja dengan barter. Ibarat kata masa ikan ditukar dengan ayam dilarang BI atau pemerintah," ungkap Zaim Saidi yang merupakan CEO Wakala Induk Nusantara, Penggiat transaksi Dinar dan Dirham.
Dalam sambungan teleponnya kepada detikFinance, Kamis (16/8/2012), Zaim mengungkapkan dinar maupun dirham bukanlah legal tender seperti dolar, rupiah atau dinar dan dirham sendiri yang dipakai negara-negara Timur Tengah.
"Beda itu. Dinar dan dirham yang dimaksud ini adalah sebuah alat tukar saja dengan nilai-nya sendiri. Jadi memang tak ada dan tak terpengaruh dalam UU Mata Uang," tegasnya.
Menurut Zaim, masyarakat boleh saja tidak menggunakan uang kertas sebagai alat tukar namun dengan memakai dinar atau dirham. Hal ini, sambungnya dikarenakan memang tak ada paksaan menggunakan dinar ataupun dirham.
"Orang yang mengetahui syariah Islam pasti tahu dasarnya dinar dan dirham. Bayar zakat saja memang diwajibkan pakai dinar dan dirham ini," tambahnya.
Lebih jauh Zaim mengatakan saat ini, penggunaan dinar dan dirham di RI sendiri sudah mulai terlihat. Dikatakan Zaim toko-toko tertentu sudah menggunakan dinar dan dirham sebagai alat tukar.
"BI tak tahu apa itu dinar dan dirham sebenarnya. Jadi memang salah jika dibilang transaksi pakai dinar atau dirham itu menyalahi UU Mata Uang. Karena bukan mata uang legal kok," tegas Zaim.
"Justru menggunakan uang kertas yang haram. Karena nilainya berubah-ubah semakin turun. Kalau dinar dan dirham dari dulu sama 1 dirham sama dengan seekor ayam dan 1 dinar sama dengan dua ekor kambing," tutup Zaim.
Wakala Induk sendiri kini menyediakan dinar dan dirham. Wakala Induk membawahi Wakala Umum, dan tidak langsung melayani publik. Wakala Induk menyediakan Dinar, Dirham dalam pecahan:
Adapun nilai tukar dinar dan dirham:
Dinar Emas:
Dirham Perak:
(dru/dnl)
Pada dasarnya dinar dan dirham bukanlah mata uang yang diakui sebagai legal tender melainkan hanya alat tukar sesuai syariat Islam.
"Pada dasarnya sama saja dengan barter. Ibarat kata masa ikan ditukar dengan ayam dilarang BI atau pemerintah," ungkap Zaim Saidi yang merupakan CEO Wakala Induk Nusantara, Penggiat transaksi Dinar dan Dirham.
Dalam sambungan teleponnya kepada detikFinance, Kamis (16/8/2012), Zaim mengungkapkan dinar maupun dirham bukanlah legal tender seperti dolar, rupiah atau dinar dan dirham sendiri yang dipakai negara-negara Timur Tengah.
"Beda itu. Dinar dan dirham yang dimaksud ini adalah sebuah alat tukar saja dengan nilai-nya sendiri. Jadi memang tak ada dan tak terpengaruh dalam UU Mata Uang," tegasnya.
Menurut Zaim, masyarakat boleh saja tidak menggunakan uang kertas sebagai alat tukar namun dengan memakai dinar atau dirham. Hal ini, sambungnya dikarenakan memang tak ada paksaan menggunakan dinar ataupun dirham.
"Orang yang mengetahui syariah Islam pasti tahu dasarnya dinar dan dirham. Bayar zakat saja memang diwajibkan pakai dinar dan dirham ini," tambahnya.
Lebih jauh Zaim mengatakan saat ini, penggunaan dinar dan dirham di RI sendiri sudah mulai terlihat. Dikatakan Zaim toko-toko tertentu sudah menggunakan dinar dan dirham sebagai alat tukar.
"BI tak tahu apa itu dinar dan dirham sebenarnya. Jadi memang salah jika dibilang transaksi pakai dinar atau dirham itu menyalahi UU Mata Uang. Karena bukan mata uang legal kok," tegas Zaim.
"Justru menggunakan uang kertas yang haram. Karena nilainya berubah-ubah semakin turun. Kalau dinar dan dirham dari dulu sama 1 dirham sama dengan seekor ayam dan 1 dinar sama dengan dua ekor kambing," tutup Zaim.
Wakala Induk sendiri kini menyediakan dinar dan dirham. Wakala Induk membawahi Wakala Umum, dan tidak langsung melayani publik. Wakala Induk menyediakan Dinar, Dirham dalam pecahan:
- ½ Dinar : 2.125 gram emas (22 karat, 917, Diameter: 20 mm)
- 1 Dinar : 4.250 gram emas (22 karat, 917, Diameter: 23 mm)
- 2 Dinar : 8.500 gram emas (22 karat, 917, Diameter: 26 mm )
- 1/6 Dirham (Daniq Dirham) : 0.496 gram perak (perak murni, 999, Diameter: 15 mm)
- ½ Dirham (Nisfu Dirham) : 1.487 gram perak (perak murni, 999, Diameter: 18 mm)
- 1 Dirham : 2.975 gram perak (perak murni, 999, Diameter: 25 mm)
- 2Dirham : 5.950 gram perak (perak murni, 999, Diameter: 26 mm)
- 5 Dirham : 14.875 gram perak (perak murni, 999, Diameter: 27 mm)
Adapun nilai tukar dinar dan dirham:
Dinar Emas:
- Nisfu (1/2) Dinar - Rp. 1.085.000,-
- Dinar - Rp. 2.170.000,-
- Dinarayn - Rp. 4.340.000,-
Dirham Perak:
- Daniq (1/6) Dirham - Rp. 11.083,-
- Nisfu (1/2) Dirham - Rp. 33.250,-
- Dirham - Rp. 66.500,-
- Dirhamayn - Rp. 133.000,-
- Khamsa - Rp. 332.500,-
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 21:31 WIB
Ke Mana Darmin Nasution Setelah Pensiun dari BI?
-
Senin, 20/05/2013 21:07 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
Senin, 20/05/2013 20:21 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 20:14 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 14:48 WIB
Ini Satu-satunya Orang Arab yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
-
Senin, 20/05/2013 17:09 WIB
Program Resepsi Nikah di D'Cost, 'Hamil Baru Bayar'
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Kenapa Utang RI Tembus Rp 2.000 T? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Senin, 20/05/2013 14:20 WIB
Chatib Basri Jadi Menkeu, Bos Pertamina dan Kepala BKPM Diisi Orang Baru?
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
26 Komentar
-
25 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 19:32 WIB
Pensiun dari BI, Darmin Nasution Bikin Buku 'Bank Sentral Harus Membumi'
Masa jabatan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berakhir di 22 Mei 2013. Sebelum meninggalkan BI, Darmin meluncurkan buku tentang bank sentral.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 16:44 WIB WIB
30 Tahun Diincar, Apakah Inalum 100% Jadi Milik Indonesia 30 Oktober?
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB WIB
Cerita Industri Unggas China Rugi Rp 1 T/Hari Gara-gara Flu Burung
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










