Ditjen Pajak Perangi 'Penggolongan' Lulusan STAN dan Non STAN
Senin, 20/08/2012 17:02 WIB
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan ingin menghapuskan penggolongan atau klaster-klaster antara lulusan Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) dengan non STAN di dalam kantor pajak.
"Kita akan terus 'perangi' penggolongan atau klaster-klaster di dalam dunia kerja di kantor pajak, karena selama ini masih banyak pegawai-pegawai pajak yang dalam bekerja seolah memilih teman atau berkelompok berdasarkan angkatan lulusan atau berasal dari lulusan perguruan tinggi mana, STAN atau non STAN," kata Sekretaris Ditjen Pajak Dedi Rudaedi kepada detikFinance, Minggu (19/8/2012).
Menurut Dedi, setiap pegawai yang bekerja di Ditjen Pajak harus menjadi satu, tanpa harus menggolongkan diri berdasarkan latar belakang pendidikannya.
"Kalau sudah masuk Ditjen Pajak, ya mereka semua statusnya pegawai pajak, bukan pegawai pajak STAN atau non STAN. Atau dari angkatan berapa, semuanya satu, bekerja demi mengumpulkan pendapatan negara dari pajak, mengejar target yang diminta negara dan menumbuhkan nilai lebih dalam setiap pegawai pajak," ungkapnya.
Dedi juga berujar, saat ini setiap pegawai pajak tidak selalu identik berasal dari STAN. "Sekarang ini pegawai tidak selalu berasal dari STAN, 50:50 dengan perguruan tinggi yang lain," ujar Dedi.
Menurtnya, bukan berarti lulusan non STAN di Ditjen Pajak tidak bisa berprestasi atau tidak bisa memangku jabatan penting di Ditjen Pajak.
"Buktinya Dirjen Pajak saat ini Fuad Rahmany berasal dari lulusan UI (Universitas Indonesia). Ada pula pejabat-pejabat di lingkungan Ditjen pajak lainnya berasal dari UGM (Universitas Gajah Mada) dan universitas lainnya," cetus Dedi yang merupakan alumni STAN ini.
Ditjen Pajak juga mengajak kepada seluruh pegawainya merapatkan barisan untuk memberikan prestasi terbaik bagi institusi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai di Kementerian Keuangan. Sehingga misi untuk menghimpun penerimaan pajak sebesar Rp 1.031 triliun di tahun 2013 dapat tercapai.
(rrd/dnl)
"Kita akan terus 'perangi' penggolongan atau klaster-klaster di dalam dunia kerja di kantor pajak, karena selama ini masih banyak pegawai-pegawai pajak yang dalam bekerja seolah memilih teman atau berkelompok berdasarkan angkatan lulusan atau berasal dari lulusan perguruan tinggi mana, STAN atau non STAN," kata Sekretaris Ditjen Pajak Dedi Rudaedi kepada detikFinance, Minggu (19/8/2012).
Menurut Dedi, setiap pegawai yang bekerja di Ditjen Pajak harus menjadi satu, tanpa harus menggolongkan diri berdasarkan latar belakang pendidikannya.
"Kalau sudah masuk Ditjen Pajak, ya mereka semua statusnya pegawai pajak, bukan pegawai pajak STAN atau non STAN. Atau dari angkatan berapa, semuanya satu, bekerja demi mengumpulkan pendapatan negara dari pajak, mengejar target yang diminta negara dan menumbuhkan nilai lebih dalam setiap pegawai pajak," ungkapnya.
Dedi juga berujar, saat ini setiap pegawai pajak tidak selalu identik berasal dari STAN. "Sekarang ini pegawai tidak selalu berasal dari STAN, 50:50 dengan perguruan tinggi yang lain," ujar Dedi.
Menurtnya, bukan berarti lulusan non STAN di Ditjen Pajak tidak bisa berprestasi atau tidak bisa memangku jabatan penting di Ditjen Pajak.
"Buktinya Dirjen Pajak saat ini Fuad Rahmany berasal dari lulusan UI (Universitas Indonesia). Ada pula pejabat-pejabat di lingkungan Ditjen pajak lainnya berasal dari UGM (Universitas Gajah Mada) dan universitas lainnya," cetus Dedi yang merupakan alumni STAN ini.
Ditjen Pajak juga mengajak kepada seluruh pegawainya merapatkan barisan untuk memberikan prestasi terbaik bagi institusi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai di Kementerian Keuangan. Sehingga misi untuk menghimpun penerimaan pajak sebesar Rp 1.031 triliun di tahun 2013 dapat tercapai.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 20/06/2013 16:25 WIB
ASEAN Susah Bersatu Akibat Ambisi Politik Masing-masing Negara
-
Kamis, 20/06/2013 16:12 WIB
Asing Jual Bersih Rp 1,2 Triliun, IHSG Terjungkal 176 Poin
-
Kamis, 20/06/2013 15:55 WIB
SBY Puji Para Menterinya yang Berhasil Loloskan APBN-P 2013 di DPR
-
Kamis, 20/06/2013 15:50 WIB
Setelah 'Balsem' 2013, Ada Bantuan Rp 3 Miliar untuk Kecamatan di Tahun Depan
-
Kamis, 20/06/2013 15:42 WIB
Ada Kabar Baik yang Disampaikan SBY Saat Buka Rapat BBM dan Balsem
-
Kamis, 20/06/2013 15:42 WIB
Ada Kabar Baik yang Disampaikan SBY Saat Buka Rapat BBM dan Balsem
-
Kamis, 20/06/2013 14:45 WIB
Konglomerat Indonesia Beli Penthouse Rp 33 Miliar di Sydney
-
Kamis, 20/06/2013 15:07 WIB
BBM Naik, Buruh Dapat Tambahan Upah Transportasi Rp 10.000/Hari
-
Kamis, 20/06/2013 15:55 WIB
SBY Puji Para Menterinya yang Berhasil Loloskan APBN-P 2013 di DPR
-
Kamis, 20/06/2013 14:59 WIB
Malaysia dan Brunei Sudah Duluan Punya Peternakan Sapi Raksasa di Australia
-
79 Komentar
-
74 Komentar
-
68 Komentar
-
64 Komentar
-
55 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 19/06/2013 12:28 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (2)
Jadi orang kaya atau konglomerat memang punya banyak harta dan mampu memiliki segalanya. Namun, beberapa orang kaya ini pernah mencuri sesuatu dan menjadi pengutil.
200 USD
Rp 275.000,-
How To Make Money in "Capital market"
Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?
Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
BUKTIKAN SENDIRI!
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 11:58 WIB WIB
Harga BBM Subsidi Naik Mulai Sabtu Ini Pukul 00.00?
-
Kamis, 20/06/2013 11:11 WIB WIB
Siap-siap, Besok Malam Ada Pengumuman Kenaikan Harga BBM
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



